Film ‘ML’ Maluin

Kehebohan yang lagi bikin ML (baca: Ma Luin), kini melanda bangsa tercinta ini. AAC yang sukses dengan jumlah penonton terbanyak 4 juta orang membuat produser film lain sepertinya memiliki “rasa iri” dalam persaingan pasar.

Berikut sinopsi singkat yang dikutip dari situs 21Cineplex; Wisnu, mahasiswa tampan sinematografi namun belum pernah pacaran, sedang menyelesaikan tugas akhir berupa film dokumenter tentang pergaulan bebas di kalangan mahasiswa. Tinggal serumah dengan Mario dan Askar yang penuh dengan kisah asmara yang bebas, menjadi bahan film dokumenter Wisnu. Lama-kelamaan Wisnu jengah dengan kehidupan sex bebas teman-temannya. Sementara Mario sangat khawatir dengan Wisnu yang dingin dengan wanita. Akhirnya, Mario dan Wisnu taruhan membuktikan kalau Wisnu tidak frigid. Dalam waktu satu bulan, Wisnu harus dapat pacar dan ML. Wisnu menerima tantangan itu dengan syarat Mario tidak ML dengan pacarnya Manda selama satu bulan. Banyak peristiwa tak terduga terjadi, termasuk kehamilan Manda. Benarkah Wisnu frigid? Akankah Mario mempertanggungjawabkan perbuatannya? Bagaimana pula kisah cinta Askar? Penuhi rasa penasaran dari kisah di atas dalam ML (Mau Lagi…?)”

Versi belum stabil (UPDATE KEMBALI setelah pesan-pesan Adbis).

Buat Apa 10 Tahun Reformasi?

Siapa yang tidak ingat dengan peristiwa 12 Mei 1998, sepuluh tahun yang lalu telah menjadi saksi pergerakan mahasiswa nasional bagi bangsa Indonesia. Saya sendiri pun tidak begitu mengerti dengan masa itu, disaat rezim yang begitu “kejamnya” bangsa ini bisa dilumpuhkan oleh mereka-mereka pahlawan muda yang berstatus mahasiswa.

Mereka sering disebut sebagai aktivis bahkan orang yang nomor satu yang begitu peduli dengan nasib rakyat dibandingkan para wakil rakyat di gedung senayan, ketika rakyat diguncang dengan isu dan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak “pilih kasih”, aksi turun jalan menjadi pilihan untuk bersuara demi kata hati rakyat. Banyak referensi yang mungkin anda bisa membacanya diberbagai sumber-sumber yang teruji dengan kevalidasiannya.

Read more »

Ring In Red

Isu atau berita bohong (hoax) kini mencuat lagi, dengan berbagai media yang ada akhirnya telepon seluler jadi mangsanya. Berita yang baru-baru ini muncul mungkin sudah terdengar sejak tiga hari yang lalu. Apa gerangan dengan teror yang berisi larangan untuk mengangkat handphone yang berwarna “merah”.

Kalo ada yang telpon yang NOMOR BERWARNA MERAH jgn diangkat karna bs MENELAN JIWA, hr ini sdh di siarkan di berita, terjadi di jakarta dan duri, dan SUDAH TERBUKTI, sekarang masih di usut oleh pihak KEPOLISIAN, dugaan sementara adalah kasus PEMBUNUHAN JARAK JAUH MELALUI TELPON GENGAM (HP) oleh DUKUN ILMU HITAM / si penelpon adalah ROH GENTAYANGAN yang mencari MANGSA, hrp di mengerti dan dikirim ke teman ato sodara ….. bla …. bla (07.05.2008 )

Berbagai bentuk pesan menerpa para manusia handphone dengan versi yang berbeda-beda, salah satunya seperti yang di atas. Yang lebih spontannya lagi hal ini dikaitkan dengan berita munculnya operator baru di Indonesia yang bernama AXIS dengan nomor depan 0866 atau 0666.

Isu memang seperti gosip, yang makin digosok sepertinya makin sip. Mengenai keberadaan Axis juga sangat spontan karena dibacking oleh perusahan Arab Saudi dari sebagian besar sahamnya menjadi pemicu para komentator (baca ini).

Setelah melalui media berita ini disebarkan, maka terkuatlah sedikitnya misteri tersebut dari seorang ABG di Tanjung Uban, Bintan Utara yang isu itu memang sengaja belaka untuk mengusil teman-temannya (baca ini).

Lain lagi di Aceh, beredar isu ini lebih ganas lagi dengan dimuatkan di media massa juga bahwa telah ada korban yang meninggal gara-gara menerima telpon tersebut yang istilah kerennya “Ring in Red”. Korban tersebut berasal dari dua kota yang berbeda kota Banda Aceh dan kota Lhokseumawe sampai hari ini dinyatakan masih ada korban dan hari ini merupakan puncak dari isu tersebut.

Segitu hebohkan sms ini?, sampai saya harus mempostingkan di blog. Ternyata penting atau tidak bukan itu intinya, melainkan manusia jangan terlalu hidup dalam dunia yang penuh dengan “kekecewaan” terhadap apa yang tidak dirasakannya. Semua jalan hidup telah diatur oleh Sang Pencipta, kepada-Nya kita berserah.

Semoga anda-anda juga jangan terkecoh dengan hal-hal seperti ini, kapan lagi bisa berubah untuk lebih baik, kalau yang seperti masih saja menjadi bahan diskusi dan pemikiran. Mari berpikir lebih jauh sepenuh hati dengan kemaslahatan umat yang dijaga.

Titik Jenuh

Tidak hanya dipelajaran kimia saja yang mempunyai titik jenuh dari asam dan basa. Namun, kadang kita juga mengalami hal yang serupa. Begitulah harkatnya hidup seorang manusia yang kadang selalu ceria dan bahagia bahkan sering dilanda nestapa.

Minggu-minggu seperti ini adalah waktu yang sangat rentan dengan godaan yang bisa membuat diri bisa “jatuh”. Tak lepas dari itu semua, UAS kian dekat hanya dalam hitungan hari plus minggu tenang yang alhasil sama juga dengan minggu yang menegangkan.

Saya sendiri merasakan hal itu sekarang, dimana semua kesempatan yang ada terasa penuh dengan kesibukan yang tiada tara. Tugas PR, project, demo, deadline dan segala macam semua mahasiswa mengalaminya. Tak urung ini selalu menjadi alasan ketika ada sebuah rencana yang tidak bisa dielakkan, akademis jadi alasan.

Contohnya saja seperti status demi status media online chatting, tak lepas dari tulisan-tulisan yang berdasarkan “busy” atau sejenisnya. Memang minggu-minggu seperti inilah yang sangat diwaspadai, mengingat tekanan semangat atawa motivasi bisa tidak labil.

Berbagai kegiatan yang ingin dilakukan semua berawal dari niat, apapun yang terjadi tergantung dengan niat. Semoga niat demi niat yang bagus selalu berakhir dengan kesuksesan juga, namun bila sebaliknya hanya tawakal kepada-Nya.

Bill Gates Ke Indonesia

Diharian surat kabar tempo dikabarkan Bill Gates akan berkunjung ke Indonesia bulan Mei ini, tepatnya kamis lusa ini. Kedatangannya kali ini untuk memberikan ceramah dalam acara Government Leaders Forum (GLF) se-Asia Pasifik.

Selain itu BG juga direncanakan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai balas kunjungan atas lawatan SBY ke Amerika beberapa bulan yang lalu. Menurut Presiden Direktur Microsoft Indonesia Tony Chen, mengatakan bahwa dalam kunjungan BG kali ini akan dalam rangkaian GLF akan membahas beberapa permasalahan yang berkaitan dengan penerapan Teknologi Informasi khususnya dalam hal edukasi, pemeliharaan kesehatan, dan sustainable economic growth.

Nah, ternyata di media online lainnya mengatakan bahwa kedangan BG ke Indonesia ini akan membuat industri TI Indonesia lebih terkenal. Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur IBM Indonesia Suryo Suwignjo, selain itu juga menurut Suryo kedatangan orang nomor satu terkaya di dunia ini bisa berbuah pada sektor industri lainnya.

Hmmm, sejenak terpikir dari dua media tersebut sebenarnya layak-layak saja. Sampai-sampai orang IBM sendiri mendukung hal ini. Sebuah hal positif tentu akan berdampak bagi Indonesia dengan kedatangan BG, namun apakah itu semua bisa mendukung sektor-sektor lain, TI Indonesia saja sampai saat ini bisa kita lihat sendiri (apakah belum terkenal?).

Mungkin berita ini terlalu difokuskan pada sosok atau profile si BG saja, dari dulu Indonesia juga sudah mampu sebenarnya untuk tampil (terkenal) di kancah dunia IT tingkat dunia, tinggal kita saja berperan dalam hal itu semua. Belum lagi UU ITE yang timbul pro dan kontra tak kunjung lerai sampai saat ini.

Yah, cuma dukungan dan harapan saja yang bisa saya berikan. Semoga siapa pun yang mewakili di kampus ini yang bisa mengikuti jumpa pers nanti bisa mendapatkan ilmu terbaru tentang perkembangan IT di Indonesia.

Sertiam

Sekilas kata diatas bukanlah makna biasa, berawal dari kata Serah Terima Amanah membuahkan arti singkat Sertiam. Pertama kali sms dapat, langsung teringat ada apa dengan sertiam kali ini yang pasti jelas beda, sebuah tulisan melelahkan juga ikut serta pada publikasinya yakni long march dari kampus Fasilkom Depok sampai Cibubur (+/- 15 km) tempat kemah Buperta.

Mungkin awal yang paling terkesan dari Sertiam FUKI bagi ikhwan untuk tahun 2008 ini adalah long march, acara yang berlangsung kamis malam ini di kampus Fasilkom Depok berawal dari istirahat bersama hampir 3 jam untuk persiapan jalan. Tepat jam 1 pagi, Pak Yans dan Mr Agung mengomandani semua peserta untuk siap-siap berangkat, sebelum berangkat pun peserta yang hadir sebanyak 24 orang dibagi menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok diberangkatkan secara resmi plus foto-foto bersama dengan memberikan beberapa maklumat untuk tetap selalu dalam kawanan sampai tujuan.

Selain pembagian kelompok, 2 orang yang mengomandani ini pun memberikan beberapa penjelasan untuk sampai ke Cibubur dengan melakukan titik akses (check point) diantaranya adalah titik akses Jln Juanda Depok, kemudian simpang 3 Gas Alam Cimanggis Depok dan yang terakhir di Buperta Cibubur. Walaupun kenyataan yang ada, masih banyak titik akses lainnya yang secara manusiawi terbuat sendiri khususnya ketika shubuh menjelang di Mesjid Jami’ At Taubah dan beberapa titik lainnya.

Mengingat hal tersebut merupakan hal yang wajar, suasana keakraban yang ada pun tidak pupus begitu saja. Capek, lelah, pegal dan sejenisnya bukan rintangan untuk melaluinya, ini terlihat dari beberapa rekan dengan semangat keras melawan rasa ngantuk dan melek terus membuahkan hasil yang akhirnya sampai juga pada tujuan.

Huuuuhh, perjalanan yang melelahkan ternyata tidak berakhir sampai ditujuan. Sempat-sempatnya dipagi hari yang cerah semua peserta menyempatkan diri untuk bermain bola. Wow, luar biasa, seakan perjalanan semalam suntuk tidak membuat beban bagi mereka untuk menyerahkan haknya pada kaki-kaki yang telah kecapean dan kelelahaan. Memang semangat juang angkatan muda (AM) FUKI dan yang sudah “uzur” dari kepengurusan tidak luntur begitu saja.

Sebuah kebanggaan bagi saya, bahwa hal seperti ini menjadi saksi bahkan pengalaman seumur hidup dapat merasakan kebersamaan yang kokoh selama masa bakti di FUKI dengan sedikit membawa suasana yang lain dari yang lain. Mungkin ketika membaca dan melihat perjalanan ketika Nabi dulu hijrah, tidak seberapa bila dibandingkan Depok ke Cibubur. Ketika jalan-jalan yang dilewati saat malam-malam semakin sunyi, indahnya bintang dan bulan yang melengkung dengan sabitannya membuat mata ini memandang luas atas karunia dari Allah.

Walaupun perjalanan itu adalah sebuah rasa kehadiran, tentunya semua kita sudah menyatukan niat yang sama, kesenangan dan manfaat yang dirasakan sangatlah sulit untuk digambarkan atau pun diungkapkan dengan kata-kata. Ada sebuah rasa dimana hal itu menjadi nilai yang sangat berarti ketika hati dan bathin ini mengatakan “iya” dan asyik karenanya.

Prosesi demi prosesi di Buperta Cibubur tidak lepas dari merasakan kesejukan alam ditengah pagi yang beralaskan embun malam membuat kaki-kaki ini seakan terpancar kekuatan baru, rasa ngantuk yang menghantui selama perjalanan terganti dengan keringat hentakan bola tangan alis Rugby katanya Agung. Tidak itu saja santapan nasi uduk di pagi hari membuahkan sentuhan yang nikmat untuk disantap dengan awalan yang ketat dari satu dan dua snack hadiah dari Bapak Anto.

Indah dan begitu indah, akhir dari sebuah waktu yang berjalan semua tertumpahkan di bumi Cibubur untuk kesaksian FUKI 0708 selama ini. Penampilan kekayaan dari para investor yang tidak ada batasnya untuk masing-masing negara atas 5 grup juga jadi awalan untuk berhayal lebih tinggi (ingat jangan maruk serta jangan mem-faruki….hahahaha).

Tawa dan senyum indah terlihat dari raut muka jiwa muda saat Halang Pintu (istilah betawi), ketika duel antara Pak Ketua Lama dan Pak Ketua Baru (PKL vs PKB) dengan jubirnya masing-masing Chandra dan Ridho juga aksi pitung ala Chamat dengan si jet lie ala Ringgo yang memukau perhatian, serta tak kalah menarik aksi tarik suara dari saya sendiri tentunya.

Satu hal yang inti adalah ucapan kata-kata terakhir (wada’) dari Habib Al Anjaru Cahya Al Kamaru alis Pak Anjar menjadi akhir dari peletakan amanah. Tak ketinggalan pun dengan simbolisasi penempatan pin untuk AM/FM FUKI resmi dilantik sebagai barisan terdepan untuk FUKI selanjutnya serta sekapur sirih dari Pak Faruk disekian banyak umat (peserta sertiam maksudnya) yang hadir untuk pertama kalinya.

Diakhir acara pun sebagai penutup indahnya pertemuan untaian kata-kata dari Akh Haris yang berbalut do’a kepada pencipta mahkluk ini Allah SWT tidak lupa memohon maaf atas segala tindak tanduk yang selama ini sedikit banyaknya tidak tersadari. Semoga Allah mengampuni kami dan memberikan petunjuk serta hidayah-Nya untuk FUKI dan umat muslim/ah diseluruh dunia pada jalan yang telah di ridhai-Nya. Amiin.

Sebuah Perjalanan Baru FUKI

Sore yang begitu cerah memberikan suasana yang begitu indah, tepat tanggal 25 April yang lalu di sebuah lantai 6 gedung B Fasilkom UI, nama mereka para pejuang muda FUKI dipanggilkan untuk menyatakan diri akan berjuang untuk kedepan.

Lontaran visi dan misi begitu menggugah untuk dicerna dengan penuh semangat yang baru, tanpa berlama-lama dalam 10 menit mereka bisa menyelesaikan secara seksama. 4 calon yang diusungkan oleh polling yang beredar selama beberapa hari membuat pilihan ini luar biasa hebatnya.

Tak ketinggalan juga layaknya, sebuah pemilihan mereka juga diuji oleh dua orang panelis ternama. Satu orang dari Mapres Fasilkom 2008 dan satu orang dari alumni mantan Pengurus FUKI 2002-2004. Siapa lagi kalau bukan Rahmad Mahendra dan Mas Bayu.

Dalam pertemuan yang sedikit dari pengunjung ini cukup membuahkan hasil yang alot. Acara yang berlangsung hampir jam 10 malam ini membuahkan suka dan duka yang begitu indah untuk dilupakan. 4 orang yang menjadi pelopor pada eksplorasi kali ini adalah Ridho Budiarto, Faruk Chandra Farabi, Berliyanto dan Salman Salsabila.

Setelah prosesi pengajuan pertanyaan demi pertanyaan dari masing-masing panelis kemudian dilanjutkan juga dengan sesi pertanyaan dari peserta forum. Disini malah luar biasa lagi, setiap hentakan dan untaian kata yang mereka lepaskan untuk pertanyaan tentu menjadi arti penting bagi FUKI masa depan.

Apa yang diharapkan dalam sebuah eksplorasi tidak lebih dari mengenal dan mencoba untuk berempati dengan masing-masing calon, karena layaknya manusia semua harus menjalani sebuah perjalanan untuk diuji cobakan dan hal ini adalah uji coba antara sesama hamba.

Dan akhir dari sebuah eksplorasi dengan segala pertimbangan dan wewenang, Faruq yang diakrap disapa diputuskan oleh majelis (forum) eksplorasu menjadi ketua FUKI untuk periode 2008-2009. Tak ada kata yang patut diucapkan melainkan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan berbagai nikmat, sehingga majelis bisa memberikan sebuah putusan yang insya Allah ini menjadi pilihan terbaik di antara sebaik-baiknya pilihan hamba-Nya.

Demikianlah cerita singkat di malam yang penuh bahagia, tak lupa kita mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya acara tersebut. Tak lupa juga selamat mengemban amanah untuk Ketua FUKI, semoga kelak menjadikan FUKI ladang dari sebagian amal di dunia ini untuk berbakti dalam keluarga besar Fasilkom UI tercinta. Amiin ya rabbal’alamin

Peusapat Kawoem Muda

Sejak hari jum’at (18/4) yang lalu saya kehilangan akan dunia luar, ketika informasi yang ada berubah menjadi suasana politisasi dalam sejuknya udara puncak Bogor. Ya itulah namanya “Peusapat Kawoem Muda” atau dalam arti bahasa Indonesia “Temu Kaum Muda” yang merupakan acara perdana dalam kontrak sosial pendidikan politik untuk pemuda dan mahasiswa Aceh di Jakarta dan sekitarnya.

Acara yang berlangsung selama 2 hari ini, mendatangkan pembicara dari berbagai kalangan, pengamat dan aktivis politik. Acara ini diselenggarakan penuh oleh panitia Asrama FOBA Setiabudi Jakarta dengan dibantu oleh BRR (yang tidak jelas rimbanya).

Dalam kontrak sosial ini, diangkat sebuah tema yakni “Perdamaian Abadi sebagai Basis Peradaban dan Kebudayaan Rakyat Aceh” dalam dua sesi berbeda yaitu panel forum dan workshop. Pengalaman yang sungguh luar biasa ternyata dalam ikut serta acara ini, dimana wawasan akan dunia perpolitikan Aceh dikupas secara mendalam dan terbaru.

Tak lepas dari itu juga, tentunya sesi panel forum lebih membuka sejumlah opini dan pendapat dari berbagai kalangan aktivis muda di Jakarta. Acara yang sempat dihadiri oleh staf ahli Menpora Bang Arief Jamaluddin ini membuka sebuah wacana baru untuk pergerakan mahasiswa Aceh ke depan.

Selain panel forum yang terbuka bebas ini, malam apresiasi film yang berjudul “Hotel Rwanda” juga menjadi topik yang sangat menarik disela-sela malam mingguan di puncak. Dimana konflik yang terjadi di Rwanda selama ini teradopsi sebagai sebuah pertikaian yang sangat erat bersuasana politik seperti di Aceh saat ini.

Workshop yang di fasilitatori oleh Teuku Kemal Fasya asal dosen Universitas Malikussaleh pada hari kedua juga mengangkat sisi baru bagi peserta acara ini. Sebuah makna kata rekonsiliasi yang dimiliki oleh Aceh diangkat sampai ke tema skenario untuk memerankan aksi-aksi yang telah ada.

Isu pemekaran, perbedaan etnis, budaya dan ekonomi sampai kepentingan politik akan pihak ke tiga (spoiler of peace) juga menjadi isu hangat suasana dalam workshop tersebut. Tak ketinggalan juga dalam acara ini juga turut hadir peserta dari kaum wanita dengan mengangkat sisi gender yang selama ini tumpang tindih.

Selain itu, acara yang berlangsung dengan suasana santai dan nyaman ini menjadi titik awal bagi para pemuda dan mahasiswa Aceh di Jakarta untuk bisa berkontribusi penuh dalam membangun pemerintah Aceh untuk masa depan. Jeda waktu yang selama ini ada memang sangat diutamakan untuk proses rekonsiliasi (perdamaian) setelah penandatanganan MoU Helsinki 15 Agustus 2005.

Akhir kata saya pribadi mengucapkan selamat atas kerja keras mahasiswa Aceh FOBA untuk terselenggaranya acara ini, semoga tahun depan menjadi acara tahunan yang selalu mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan. Berita selengkapnya juga bisa di lihat di blog SAMAN UI hasil postingan saya, lengkap dengan rangkaian acara.

Tolong Pesankan Saya Tempat Di Neraka

Kemarin pas lagi enak-enaknya browsing, dapat sebuah pesan chattingan yang berisikan alamat (link). Tanpa terasa saya membukanya, katanya sih kisah nyata. Dan ternyata, sungguh luar biasa hal yang kita anggap biasa saja menjadi sesuatu yang sangat luar biasa dimata Maha Pengasih Allahu Akbar. Berikut ceritanya.

Orang-orang Mesir sangat gandrung sama al-Quran. Kemanapun mereka pergi, mereka tidak lupa untuk membawa mushaf. Tidak heran bila hampir semua orang (apapun tugas, karir dan jabatannya) terlihat membaca Quran di sela-sela waktu senggang atau ba’da shalat. Begitu juga pemilik toko, penjaganya, para karyawan, satpam, sopir taksi, bos-bos kantoran, selalu terlihat membaca al-Quran. Kalau tidak dibaca, Al-Quran mereka letakkan dengan rapih di atas mejanya, atau ditenteng dan disimpan dalam tas jika bepergian.

Ayat al-Quran juga sering diperdengarkan dari rumah-rumah sederhana hingga hotel berbintang lima, dari warung-warung kecil hingga shopping center mewah, dari sarana transportasi butut hingga pesawat terbang.

Nyaris di semua tempat selalu ada yang membaca al-Quran. Begitupun di dalam taksi, mikrolet, bus kota, kereta api, tram kota, senantiasa para pemuda, bapak-bapk dan kaum hawa senantiasa khusyu membaca Quran sambil mengusir suara bising obrolan dan deru knalpot.

Secara umum, ayat-ayat al-Quran yang “distel” di dalam kendaraan sangat bempengaruhi “karakteristik” pendengarnya. Normalnya, para penumpang malu untuk berbuat hal-hal yang tidak senonoh.

Kendati begitu, tetap saja ada saja pemandangan yang di luar dugaan. Misalnya, gara-gara ada copet akhirnya copot seluruh isi dompet. Atau ada saja yang berbuat ricuh di dalam bus lantaran rebutan tempat duduk, tak setuju tarif, perempuan disenggol laki-laki nakal, dsb. Sementara pembaca al-Quran tetap anteng dan adem ayem.

Pemandangan lain (yang di luar dugaan) juga terjadi di musim panas tahun 2002, dalam perjalanan menuju Alexandria, kota pantai yang bersejarah itu. Ada seorang gadis yang berpakaian sangat minim, bahkan tipis dan tembus pandang. Semula dia tidak kebagian tempat duduk, akhirnya berdiri, dan “terlihat” oleh semua penumpang (jangan lupa lho, gadis-gadis Mesir kebanyakan montok-montok atawa ‘berisi’). Kebetulan Seorang syekh mencoba mengingatkan, tapi tidak digubris. Selengkapnya ditulis oleh kolumnis majalah Almannar (bukan Almannar yang dulu dikelola syekh Muhammad Rasyid Ridho yang kemudian menulis tafsir Almannar itu, melainkan Almannar Aljadid/neo-Almannar) berikut ini:

***

Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki multifungsi.

Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari Kairo ke Alexandria; di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang ‘perhatian’ kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.

Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri. Disamping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Orang tua itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorang bapak terhadap anaknya.

Apa respon perempuan muda tersebut? Rupanya dia tersinggung, lalu ia ekspresikan kemarahannya karena merasa hak privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang!

“Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!”

Sebuah respon yang sangat frontal. Orang tua berjanggut itu hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.

Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpi, tak terkecuali perempuan muda itu.

Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal terakhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tidur, karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar.

“Bangunkan saja!” kata seorang penumpang.
“Iya, bangunkan saja!” teriak yang lainnya.

Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming.

Salah seorang mencoba mendekatinya, dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah. Namun, astaghfirullah! Apakah yang terjadi? Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi. Ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan neraka!
Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid serta menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk di sampingnya. Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar dengan linangan air mata.

Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.
Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya….
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat…
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk…
Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah…
Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat dengan-NYA semakin dekat.

Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar…, mumpung kesempatan itu masih ada!

Nah, begitulah akhir dari cerita itu. Tanpa saya edit sedikitpun dan alhamdulillah sudah minta izin dari yang nulis. Bagaimana bila anda juga ikut berpesan untuk ditempatkan di surga! Sanggupkah kita berlaku sesuai dengan millah yang sudah ditetapkan, atau kita hanya berani memesan tempat untuk neraka. Na’udzubillah min dzaliik.

Schism Ala Arab Saudi

Tanggal 1 Maret menjadi puncak dari balasan (reply) film monumental Fitna hasil garapan Geert Wilders, seorang anggota parlemen asal negeri gandum Belanda. Berita yang dimuat di detik.com memang sedikit berbeda dengan tulisan-tulisan yang dimuat pada berita-berita lainnya. Simak penuturan dan berita yang saya dapatkan.

Dalam berita muatan di detik.com, durasi film ini (Schism, -pen) hanya berdurasi 6 menit. “Senin (14/4/2008), film yang berdurasi 6 menit ini dibuat berdasarkan tafsir Alkitab yang mendorong orang untuk berperang dan melakukan tindak kejahatan, bahkan menampilkan adegan serdadu-serdadu sedang menyiksa orang Irak. Sedangkan dari hasil penelurusan di youtube.com, film tersebut berdurasi 9 menit.

Selain itu, beberapa tudingan juga bermunculan seperti kenapa film ini menjadi bahan tandingan untuk film fitna yang sudah mencapai hit tertinggi selama 2 pekan lebih. Dari mana data itu diperoleh, atau hanya sebatas menonton isinya saja. Diskusi lengkap ada di forum detik.

Film yang dibuat oleh seorang pemuda Arab Saudi yang berumur 33 tahun ini bernama Raid Al-Saeed, dalam penuturannya di sebuah media Arab News dia mengatakan pengerjaan film ini hanya dalam satu kali 24 jam. Sedangkan maksud dari pembuatan film ini, menurut Saeed bukan untuk menyebarkan kebencian terhadap umat kristen melainkan sebagai bentuk protes bagi orang yang salah dalam menilai Islam dari menonton film Fitna.

Saeed juga memprotes pihak youtube, karena tepat tanggal 1 Maret video-nya dihapus dari youtube oleh sang admin, atas perihal tersebut Saeed melayangkan pernyataan sikap kepada youtube atas penempatan film fitna yang belum dihapus. Akhirnya pada tanggal 2 Maret, Saeed kembali mem-publish videonya di youtube dan sampai sekarang belum ada tanggapan lagi dari youtube.