
“ADA uang seribu?” itulah arti dari sepenggal judul di atas yang saya dengar, lihat dan keluar dari mulut seorang kakek yang berumur sekitar 70 lebih.
Matahari kala itu masih menyengat, Kamis (26/1), saya lihat jam dinding disebuah warung kopi sudah menunjukkan pukul 14.00 WIB yang pertanda masih siang bolong.
Dari kejauhan sesosok kakek melintasi jalan untuk menyeberang ke arah sebelah, saat itu saya berada di pinggiran jalan Medan – Banda Aceh daerah Krueng Geukuh, Aceh Utara, warung tempat dimana para sopir minibus L-300 beristirahat sejenak untuk makan dan minum.
Konon warung/rumah makan pinggiran jalan Krukuh (sebutan singkat dari Krueng Geukuh, -red) ini memang terkenal sejak lama dengan masakannya, selain layanan bagus, tempatnya pun nyaman. Read more »
Filed under: Renungan | Tagged: Renungan, Kisah, Kehidupan, Syukur, aceh utara, rumah makan | 17 Comments »



















