• Kicauan Terakhir

    • RT @kemristekdikti: 4) Inilah peringkat 100 Besar Perguruan Tinggi Non Politeknik (universitas, institut, dan lainnya) di Indonesia tahun 2… 3 hours ago
    • RT @Zulhidayat_AY: Aceh wakilkan 3 dari 6 wasit futsal tingkat nasional (2 Pidie, 1 Bna) di Kejurnas FFI Championship 2017 yg digelar di Me… 3 hours ago
  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    keptenaz on Demi Masa: Empat Kriteria Oran…
    Ketika #Pesona10001S… on Menunggu Kepastian Dihelatnya…
    Aulia Fitri on Sekedar Tips dari Twitter untu…
    Aulia Fitri on Serbuan Komentar Togel Banjiri…
    harga laptop on Serbuan Komentar Togel Banjiri…
    ultrabook acer on Sekedar Tips dari Twitter untu…
    kamus jenius on Voucher Diskon Jadi Tren Belan…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Kisah Syariat di Negeri Atas Angin


Tgk H Mustafa Ahmad - Kisah Syariat di Negeri Atas AnginJUJUR ini tulisan bukan kisah atau sejarah, apalagi mau mengungkap soal negeri di atas angin itu. Ini hanya sepenggal nasihat dari Abu yang berkesempatan memberikan pemahamannya kepada jamaah sekalian.

Hari Jum’at, (13/2/2015) lalu tepatnya di Masjid Jamik Peusangan yang bertindak sebagai khatib, yakni Tgk H Mustafa Ahmad atau akrap disapa Abu Paloh Gadeng. Continue reading

Syariat Islam di Negeri Serambi Mekkah


syariat islam

Ilustrasi: acehdesain.wordpress.com

ENTAH apa yang terpikirkan atau terbayangkan oleh mereka atau pun Anda yang menonton tayangan ditelevisi saat Aceh disorot dari Syariat Islam, Gempa dan Tsunami, Ganja atau pun lainnya.

Tentu beragam perasaan dan hayalan tentang “kekejaman”, kesedihan, kemegahan si daun jari menjadi satu yang kadang sulit dipisahkan.

Tapi apa daya saat syariat disorot, berbagai media di dunia nyata atau maya kian kepincut. Tentu ini adalah bahan lama alias cerita klasik (hangat-hangat kuku kalau tidak mau dibilang taik ayam), saat diangkat semua terbakar emosi, sibuk membicarakan, bahkan menuduh tanpa alasan dan paling parah menodai sampai ke arah SARA, yakni agama rahmatan lil’alamin.

Sungguh sedih, saat membaca beragam suara warga yang mungkin terwakilkan lewat twitter yang sangat mengiris hati atau mereka yang berbicara tanpa ada hati mungkin. Continue reading

Ekspedisi ke Peusangan Siblah Krueng (Bag. I)


Makam Tgk Chik Awe Geutah/Foto: Dok. Pribadi

Makam Tgk Chik Awe Geutah/Foto: Dok. Pribadi

CUACA hari itu sangat mendukung untuk melakukan ekspedisi, sang mentari pun begitu elok menemani perjalanan kami.

Berawal dari titik poin Cipuga Cyber Computer (markas utama) Aceh Blogger Community (ABC) Reg. III Bireuen, kami membuat titik-titik mana yang akan dikunjungi untuk ekspedisi kali ini, mempersiapkan ala kadar apa yang perlu dibawa, karena ekspedisi kali ini memang terbilang tidak begitu ekstrim seperti yang sebelumnya ke tempat-tempat wisata alam yang belum begitu terekspos di wilayah Jeumpa, melainkan ekspedisi kali ini adah ke tempat-tempat berbau religius berhubungan suasana lebaran masih sangat terasa. Continue reading

Meng-online-kan Indonesia Sampai ke Pelosok Negeri


internet dan warung kopi

Kebutuhan anak muda Aceh akan internet murah dan terjangkau sudah sangat mendesak. Selain untuk pendidikan, internet juga dibutuhkan untuk menjalankan bisnis dan kebutuhan lainnya. Foto: Roni Muchtar/Hinamagazine

ERA digital sudah didepan mata bahkan sedang kita hadapi, mau tidak mau kita telah berada dalam koridor ini. Kemajuan teknologi informasi yang makin berimbas pada pesatnya informasi yang berkembang tanpa henti. Ada hal menarik yang jika kita lihat secara seksama, seberapa penting masyrakat Indonesia mengenal dunia ini (baca: teknologi informasi).

Melihat menjamurnya pengembangan infrastruktur dimana-mana, (mungkin) juga sudah mewabah ke pelosok desa dan itu tidak semua merata. Kita tahun pemerintah dan berbagai instansi atau lembaga ikut mendukung dengan gejala perkembangan laju arus informasi yang makin sering diakses oleh berbagai kalangan, dari para anak sekolah sampai mereka para pengusaha kaya raya pun.

Lahirnya teknologi disaat seperti ini telah menembuh crakrawala dunia, tidak membatasi usia bahkan profesi sekalipun, namun bisa bertemu dalam satu wadah yakni dunia maya. Siapa sangka, internet yang mulai dikenal saat ini dengan berbagai lapisan usia telah membawa Indonesia ke arah yang sangat terbuka dalam mendapatkan informasi. Continue reading

Setahun Penuh Dengan ABC


Sertifikat Pelatihan Blogging ABC

Sertifikat Peserta dan Panitia pelatihan blogging

Pergerakan yang selama ini saya dan mereka, kami semua dari Aceh Blogger Community Alhamdulillah terlaksana sudah. Karena ibarat pepatah mengatakan bahwa ada awalan pasti ada sebuah akhiran (maksudnya berakhir).

Ini tidak lepas dari kerja keras dan bantuan serta dorongan dari segala pihak baik dukungan moril maupun sebagainya. Acara yang sempat tertunda ini dari tanggal 1 November sampai 15 dan 16 November 2008 tidak membuat semangat anak-anak ABC jatuh semangat. Continue reading

Tiga Tahun Tsunami


Peringatan TsunamiTIGA tahun yang lalu tepatnya tanggal 26 Desember 2004, musibah yang menimpa lebih dari 200 ribu nyawa manusia hilang diterjang ombak besar di ujung barat pulau sumatera. Kesedihan yang tiada terkira mengisi semua jiwa manusia di bumi ini, tak mengenal tua dan muda, dalam dan luar negeri. Semua mata tertuju padanya, Aceh dan Nias.

Kilas balik cerita 3 tahun yang lalu, saya sangat bersyukur sampai saat ini musibah tersebut telah membuat memori terindah selama hidup di dunia ini. Walaupun kenangan itu terasa pahit dan duka, namun tidak membuat rasa syukur saya kepada Allah SWT kurang dari segalanya. Hidup dan nyawa yang telah Allah berikan, bukan sesuatu yang biasa-biasa saja. Hanya dalam 3 menit, ratusan jiwa manusia telah pulang ke hadirat-Nya. Kadang kita lupa akan perjalanan hidup ini, kadang pula kita kurang bersyukur atas nikmat-Nya.

Betapa dahsyat peristiwa yang dinamakan tsunami ini bisa “membunuh” sekalian manusia, Aceh, Nias, India, Thailand dan negara-negara lainnya. Namun, satu berkat yang sangat terlihat ketika semua orang menilai tsunami adalah sebuah ujian untuk Aceh yang selama ini dikenal Serambi Mekkah. Kenapa harus Aceh yang menjadi pilihannya? apakah orang Aceh pada waktu itu telah ingkar kepada Allah SWT seperti kaum-kaum yang terdahulu ataukah Aceh sudah luar biasa maksiatnya? Wallahu’alam.

Belajar dari pengalaman musibah yang saya alami bukan menjadi sebuah titik balik untuk bisa selalu dikenang, melainkan sebuah momen yang bisa membuat hidup ini lebih dari kemuslihatan umat. Bukan topeng belaka yang hanya dikenal orang sebagai daerah yang penuh dengan teriakan-teriakan “Syariat Islam” dan juga satu lagi mereka para “WH (Wilayatuh Hisbah)”.

Pergi Untuk Selamanya

Teringat dulu ketika masih dikelas tiga SMA, beberapa waktu yang lalu ketika membuka-buka file tentang masa SMA terlintas dengan mereka para teman-teman yang selalu menemani hari demi hari sampai waktu perpisahan sesungguhnya memisahkan kami. Ada sebuah file dokumen ketika saat itu saya dipercayai untuk membuat daftar piket kelas. Inilah hasil rekapan dan insyaAllah muka-muka mereka masih selalu terbayang.

Amiruddin, Andi Saputra (Alm), Dedi Oktaviadi, Reza Fahlevi, T. Munazar Fadhli, Teuku Ferry Fadly, Yulia, M. Rizki, Rizki Hariadi (Alm), Raudatul Ulva, Ulfah Fadillah, Erna Muliana, Dewi Susanti, Eka Mardiana, Desy Maulida, Fera Annisa, Neta Suryani, Siska Masnanda, Rina Maya Sari, T. Fachnuzal, Farid Saputra, Mirza Wijaya, Stevan Riza, Syifaul Qalbi, M. Ravsanjani, Sudirman, Suwardi, M. Yasin, Asmaniar, Sri Ayu, Efrina Lestari (Alm), Susianti, Meilinda, Putri Rizky, Sheila De Tiroina, Merlinta Anggilia, Jurtawani, Yurika, Vinda Puri Orchianda (teman-teman kelas 1).

Vivi Novalia, Nurhasanah, Rahmawati, Putri Risda Juwita, Dwi Septi Asih Fitri, Cut Yunita Sari Nur (Alm), Mula Juliana, Eny Sahara, Fera Astriya, Rizfani, Eka Mardiana, Erna Muliana, Eni Andriani, Fera Annisa, Sheila De Tiroina, Aulia Fitri, Andi Saputra (Alm), Rizki Hariadi (Alm), Mirza Julian Saputra, Maimun Bahri, Rinaldy (Alm), Susianti, Merlinta Anggilia, Jurtawani, Oriza Sativa, Uly Hafnita, Mutia Salma, Dian Fitri Wahyuni, Mulya Rizkina (Alm), Cut Riza Alastri Putri, Sri Wahyuni, Misna Yanti, Fajrianti, Siti Nurhaliza, Opi Yanti, Putri Rizki, Andika Mismal J, Faaizin, Andi Saputra M, Hafidh Daiyana, Putra Hidayat, Zulfikri (teman-teman kelas 2).

Merekalah yang telah menemani saya selama dua tahun penuh di sebuah SMA daerah Kampung Mulia, saat kami kelas tiga mereka juga ada sebagian besar masih bersama disudut bangunan kelas paling ujung (kini sudah tiada). Kenangan ini sungguh luar biasa, layaknya masa-masa paling indah di SMA.

Selamat jalan pahlawan muda, semoga jiwa dan raga kalian mendapat kemuliaan disisi-Nya.Amiin. Do’a kami untuk semua jiwa yang telah pergi. Allahu Akbar.[]

%d bloggers like this: