Kisah Syariat di Negeri Atas Angin


Tgk H Mustafa Ahmad - Kisah Syariat di Negeri Atas AnginJUJUR ini tulisan bukan kisah atau sejarah, apalagi mau mengungkap soal negeri di atas angin itu. Ini hanya sepenggal nasihat dari Abu yang berkesempatan memberikan pemahamannya kepada jamaah sekalian.

Hari Jum’at, (13/2/2015) lalu tepatnya di Masjid Jamik Peusangan yang bertindak sebagai khatib, yakni Tgk H Mustafa Ahmad atau akrap disapa Abu Paloh Gadeng. Continue reading

Keberadaan Allah di Setiap Kejadian


Ilustrasi dari ruanghati.comINI sebenarnya tulisan lama, tulisan yang dari tahun 2010 masih berbekas di draft blog ini. Saya juga sudah tidak tahu persis akan arah atau isi judul ini, tapi setidaknya dulu sempat terpikirkan bahwa keberadaan Sang Pencipta itu memang tidak lepas dari sisi kehidupan yang terus kita jalanani saat ini. Lalu bagaimana keberadaanNYA itu?

Lewat ‘Salam’, Kita Diajarkan Arti Sebuah Kedamaian


salam

KETIKA kita belum banyak tahu, kita akan mencari tahu. Nah, begitulah yang sering terjadi disaat kemampuan kita terbatas, padahal kapasitas input yang bisa kita terima belum tentu bisa muat lebih banyak dalam menerapkannya.

Jum’at (5 September) kemarin, khutbahnya memang terbilang familiar, karena apa? karena topik itu tentang salam. Salam ini dalam artian sebagai tanda akhir dari pelaksanaan shalat dan salam pada umumnya. Continue reading

Ngedakwah itu Gak Cuma Tugas Da’i Lho


Ukhuwah dan Dakwah

MENDENGAR kata dakwah mungkin bagi sebagian kita sudah membayangkan seseorang naik mimbar, podium, panggung lalu berbicara di depan orang banyak.

Ya, mungkin itulah sebuah opini pemikiran yang lazim kita temukan sekarang. Atau pun istilah ngetren sekarang, ada ustadz gaul, ustadz cinta, dan sebagainya (aduh ntah apa itu).

Tapi disini bukan mau ngedikte para pembaca kok, judul di atas memang nyentrik dengan harapan setelah membaca ini bisa menjadi konstruksi pemikiran dan wawasan kita tua dan muda untuk mengenal dan lebih dekat dalam berdakwah. Continue reading

Muharram, Satu dari Empat Bulan Haram


Muharram

Ilustrasi oleh iswandibanna.com

TAK terasa seiring berputar waktu, bulan dilangit pun menuntun garis edarnya dengan segala kuasa dan karya Maha Agung, tepatnya Minggu (27/11) yang lalu kita pun memasuki tahun baru 1 Muharram 1433 H.

Berbicara masalah waktu, memang sering membuat kita tanpa sadar terlewatkan. Dan seiring waktu itu pula umurnya kita bertambah serta tak kurang jatah kita untuk berada di dunia yang serba fana ini pun makin mendekati ke alam berikutnya.

Pada hari jum’at (25/11) beberapa waktu lalu sempat mengingat beberapa petikan dari isi khutbah, dimana sang khatib kembali memberikan sebuah nasehat yang tentunya menyambut tahun baru yang sarat kita peringati sesuai dengan ketentuan yang telah banyak dicontohkan dalam Al-Qur’an maupun sunnah. Continue reading

Do’a Yang Tanpa Hijab


Ilustrasi hijabDALAM sehari semalam, bagi kita yang muslim akan terus berada dalam indahnya bertemu dengan sang Pencipta minimal lima kali, namun belum lagi jika ibadah yang sunnah lain kita kerjakan.

Bertepatan dengan bulan Ramadhan, seluruh pintu kebaikan untuk memperbanyak amal sangat terbuka, dari mulai amal yang sunnah diganjar dengan pahala yang wajib, keutamaan-keutamaan dalam berpuasa bahkan dengan do’a-do’a yang senantiasa akan diijabah oleh Allah SWT.

Nabi Musa dengan segala mukjizat yang telah diberikan Allah, baik itu diberikan kemudahan untuk menyembuhkan orang yang sakit, menghidupkan orang yang sudah meninggal bahkan sekali pun bisa berbicara dengan Allah SWT, walaupun pembicaraannya itu terhalang dengan tujuh pulu ribu hijab (pembatas). Continue reading

Mereka Bilang Liberal


liberal dictionary

image by blog.beliefnet.com

Cerita yang berlalu di hari jum’at telah ku tepis dengan sebuah coretan untuk mengingatkan bahwa tulisan ini sebenarnya sudah kepublish, namun sayang hilang begitu saya akibat faktor x dan y serta z .

Berikut kutipan yang kutulis sementara di halaman Mereka Bilang Liberal, menunggu update sebenarnya.

Sudah capek nulis panjang-panjang eh si browser malah ngadat, jadi hilang deh tulisan saya yang ‘bagus’ ini. :D

Kapan-kapan nulis lagi deh, gak dikomentarin juga gak apa-apa. Kecewa saya, sebenarnya sudah bisa kesimpan di draft, inilah cobaan. Sabar dan sabar!!!

Intinya sih cuma mau bilang kalau liberal itu gak gampang, butuh pengorbanan dunia akhirat untuk mempertanggungjawabkannya (kosa kata yang panjang).

Tulisan ini memang tidak jarang telah banyak beredar di berbagai media online, ada yang mengkritisi bahkan mengejek serta mengganggap diri paling hebat di antara umat yang lain. Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,651 other followers

%d bloggers like this: