Kisah Syariat di Negeri Atas Angin


Tgk H Mustafa Ahmad - Kisah Syariat di Negeri Atas AnginJUJUR ini tulisan bukan kisah atau sejarah, apalagi mau mengungkap soal negeri di atas angin itu. Ini hanya sepenggal nasihat dari Abu yang berkesempatan memberikan pemahamannya kepada jamaah sekalian.

Hari Jum’at, (13/2/2015) lalu tepatnya di Masjid Jamik Peusangan yang bertindak sebagai khatib, yakni Tgk H Mustafa Ahmad atau akrap disapa Abu Paloh Gadeng. Continue reading

Aceh Baru Punya 57 Ribu Entrepreneur, Lalu?


Bayu, Finalis WMM Wilayah I asal Aceh dengan usaha Seurungken Art asal Blangbintang, Aceh Besar (Foto IST)POTENSI wirausaha memang tidak bisa ditebak begitu saja, walaupun harus mendasar lewat data-data dan angka, tapi setidaknya saya mulai terbuka untuk menggali potensi ini.

Kisah itu berawal dari aksi ‘coba-coba’ saya untuk menekuni bidang entrepreneur alias wirausaha bersama teman-teman yang selama ini punya visi ingin memajukan Aceh lewat pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tentunya berpotensial kedapan. Continue reading

Menabuh Genderang Diawal Tahun


All ghostAWAL tahun 2015 sebenarnya saya tidak begitu berkesan, apalagi sejumlah media khususnya di Aceh seulawet ini juga mulai menunjukkan taring kelabaian.

Tapi yang namanya tahun baru tetap saja tidak saya lewatkan berhubung ada merah tanggalnya, setidaknya menjadi hari istirahat sejenak dari rutinitas bersama tim kerja dan keluarga. Sungguh indah! Continue reading

Jika “Mayam” Tergantikan dengan Giok Aceh


Batu Giok Aceh Indocrease (Foto @Iqbal_Mhd)KALAU Anda sering berkunjung ke Aceh ataupun pernah mendengar kata-kata “mayam” berarti Anda sudah familiar dengan tatanan sosial masyarakat setempat.

Mayam, dalam bahasa Indonesia berarti mahar. Fenomena dolar dan mahar yang identik dengan emas murni di Aceh memang bukan hal yang lapuk ditelan masa. Kegirangan lelaki sejati dan romantis yang mendambakan seorang putroe (putri) cantik nan eksotis bisa saja luluh jika dihadapkan pada persoalan mahar. Apa itu mayam?

Pliek U, Penganan Unik dan Nikmat dari Aceh


plik u teulheuBENTUKNYA terbilang biasa saja, beberapa daun yang dicincang terlihat begitu jelas menyatu dengan tumbukan kasar dari patarana (pliek u), namun yang tak ketinggalan cabai rawit pun menjadi pelengkap dari penganan unik yang satu ini.

Penasaran bagaimana bentuk dari keunikan makanan yang satu ini? Beberapa waktu lalu, saya menyempatkan diri untuk mengunggah foto ini ke jejaring sosial Facebook, ada beragam komentar yang bermunculan. Apa tanggapan mereka?

Semangat dan Ide yang Terlahir dari Komunitas


seleksi publik cipta media selulerDELAPAN tahun yang lalu, mungkin saya tidak begitu terbayang dengan apa yang disebut dengan komunitas. Mungkin, kata-kata itu baru begitu populer beberapa tahun lalu, ya sekira tahun 2010, itu pun kalau saya tidak salah ingat.

Bicara soal komunitas sama halnya kita bicara dalam kontek kehidupan dalam bermasyarakat, walaupun secara faktanya banyak komunitas terlahir dikehidupan dunia maya alias daring (online) karena hobi, visi, dan juga keberagaman lainnya di internet. Continue reading

Negeri Pasi Karam, dari Masa Kerajaan hingga Meulaboh


Foto salah satu ulee balang di Meulaboh sekira tahun 1894 (Dok. KITLV)KEBIASAAN saya menelusuri hal-hal yang berbau sejarah memang terbilang masih sangat baru di dunia daring, namun soal ke-Aceh-an hampir di setiap waktu saya sisihkan sedikit waktu diantara kesibukan rutinitas keseharian.

Mencari, memahami, dan membaca adalah sesuatu yang kerap dan sering kita lakukan, tapi yang pasti juga tidak boleh ketinggalan untuk menulisnya kembali, seperti asal muasal Negeri Pasi Karam yang kini dikenal sebagai Meulaboh, di Kabupaten Aceh Barat. Simak kisah selanjutnya!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,597 other followers

%d bloggers like this: