Film Tsunami Aceh Hadir di Layar Lebar


 

dari cumicumi.comSAYA awalnya gak yakin novel saya difilmkan, apalagi saya kan akuntan. Bahkan dalam mimpi tak pernah terpikir. Saya belum pernah ke Aceh, tapi saya yakin setiap orang akan mengingat bencana itu. Sebagai penulis saya ingin mengenangnya. Semoga lebih banyak orang bisa dapat hikmah.”

Itulah sepenggal kalimat yang dilontarkan oleh Tere Liye yang tidak lain adalah sang penulis novel “Hafalan Shalat Delisa” seperti dikutip dari Kapanlagi.com, Rabu (21/12).

Novel yang membuat pembaca menitikkan air mata ini memang sekilas bisa menggambarkan apa yang terjadi pada saat tsunami dan gempa bumi mengguncang serta meluluhlantakkan sebagian Aceh. Apalagi kisah yang diangkat dalam novel ini menjadi sebuah titik temu, dimana perjalanan hidup keluarga sederhana di pesisir pantai nan indah, Lhoknga, Aceh Besar. Continue reading

Advertisements

Di Balik Kontroversi Film 2012


2012

ilustrasi: webwombat.com.au

FILM ‘2012′, yang disutradarai Roland Emmerich, pria asal Jerman, ini memang tidak lepas dari kontroversi, khususnya di Indonesia.

Film 2012 yang mendapat sorotan khusus dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Malang dan Front Pembela Islam (FPI) ternyata tidak menyurutkan minat penonton untuk menyaksikan film ini.

Kamis (19/11) kemarin, Ketua MUI Pusat, Amidan juga telah menjelaskan kepada sejumlah wartawan bahwa MUI Pusat tidak mengharamkan film 2012, sejauh film tersebut tidak sepenuhnya meresahkan masyarakat.

Seperti di Jakarta, dari amatan acehkita.com tidak pernah habis-habisnya para penonton yang mengantre untuk mendapat tiket masuk. Padahal untuk setiap harinya, khusus film 2012 rata-rata dibuka 2 studio oleh pengelola bioskop. Continue reading

Facebook Difilmkan


Jesse Eisenberg

Jesse Eisenberg image by ones2watch4.com

Kisah sukses situs jejaring sosial yang didirikan Mark Zuckerberg akan segera diangkat ke layar lebar. Baru-baru ini dikabarkan, rumah produksi Columbia Pictures akan segera merilis film yang berjudul “The Social Network”.

Film yang disutradarai David Fincher ini mengambil lokasi syuting di kampus Harvard University. Di kampus inilah, Mark Zuckerberg mulanya melahirkan dan mengembangkan situs jejaring yang telah mempunyai anggota 350 juta lebih itu.

MTV News melaporkan, untuk pemeran utama yang memainkan peran pendiri Facebook Mark, pihak produksi telah memilih Jesse Eisenberg yang berhasil lolos casting. Film ini dijadwalkan akan segera diproduksi pada bulan Oktober 2009, namun belum ada kepastian kapan film ini akan diluncurkan secara massal.[AK]

Film ‘ML’ Maluin


Kehebohan yang lagi bikin ML (baca: Ma Luin), kini melanda bangsa tercinta ini. AAC yang sukses dengan jumlah penonton terbanyak 4 juta orang membuat produser film lain sepertinya memiliki “rasa iri” dalam persaingan pasar.

Berikut sinopsi singkat yang dikutip dari situs 21Cineplex; Wisnu, mahasiswa tampan sinematografi namun belum pernah pacaran, sedang menyelesaikan tugas akhir berupa film dokumenter tentang pergaulan bebas di kalangan mahasiswa. Tinggal serumah dengan Mario dan Askar yang penuh dengan kisah asmara yang bebas, menjadi bahan film dokumenter Wisnu. Lama-kelamaan Wisnu jengah dengan kehidupan sex bebas teman-temannya. Sementara Mario sangat khawatir dengan Wisnu yang dingin dengan wanita. Continue reading

Fitnah “Besar” Kembali Lagi


Di negara penghasil gandum terbesar di dunia, kabar duka membuat umat di hampir seluruh negara geram dan bersuara. Fitna, ya itulah sebuah nama film yang dibuat oleh seorang anggota parlemen dari Partai Kebebasan di Belanda, film yang berdurasi 15 menit seperti yang diperlihatkan dari awal film itu berlangsung membuat para umat-umat agama di negara ini mengelus-eluskan dada.

Film yang digarap sudah lama oleh seorang politikus ini ternyata baru dirilis hari kamis waktu setempat dan dipublis di media-media seperti internet pada hari jum’at waktu Indonesia. Tidak berlama pun isu itu telah tersebar bak air yang mengalir di sungai yang memasuki liku-liku bebatuan.

Sebelum film ini dirilis pada publik pada waktu setempat, perdana menteri Belanda telah meminta Geert Wilders si pembuat film dokumenter ini untuk tidak menyebarkannya di negara Belanda apa lagi ke negara-negara lain. Mengingat anggota parlemen termasuk PM Belanda tidak setuju terhadap isi dari film tersebut yang terlalu menyudutkan agama lain.

Ternyata harapan mereka dari parlemen, disia-sia oleh Wilders. Film tersebut dengan sangat santainya memasuki internet melalui situs-situs sharing video (youtube, live leak, dsb). Berbagai aksi kekerasan dalam film yang berdurasi 15 menit disampaikan Welders dengan menyandang berbagai ayat-ayat suci Al-Quran. Tak luput dari itu, Welders secara gamblangnya menerjemah ayat-ayat suci tersebut dengan “sebutan” yang anarkis, hal terlihat dari sudut pandang dia mengambil ayat-ayat berisikan tentang perjuangan atau jihadnya umat Islam.

Selain ayat-ayat yang dipaparkan dalam tanyangan tersebut, Wilders juga mengambil rekaman-rekaman orasi, eksekusi dari berbagai kalangan-kalangan pejuang Islam yang menggambarkan betapa semangatnya mereka meneriakkan (jihad, red) agama sambil menghunuskan pedang, dan lagi-lagi si Wilders melecehkan akan isi dari orasi tersebut.

Lalu apa yang terjadi sekarang ini di berbagai belahan dunia atas reaksi dari film yang berdurasi 15 menit tersebut? Jawabannya hanya satu yakni teriakan keras untuk menuntut Wilders dari perbuatannya yang dinyatakan sangat bersalah. Dan tentu teriakan-teriakan lainnya masih ada, namun itulah yang paling umum kita lihat dan dengar sekarang.

Berbagai media cetak dan elektronik kian gempar dengan berita tersebut, tidak ketinggalan suara-suara dari para ulama, pejabat, ormas dan lain-lain sebagainya terhampar di media. Mungkin bagi media ini adalah fokus utama dari memberikan rate/hit dalam berita. Namun, sebaliknya media internet seperti situs-situs sharing video tidak ketinggalan pun mengalami dilematis atas reaksi tersebut, youtube.com yang terkenal dengan media sharing salah satunya mendapat reaksi keras untuk ditutup dari berbagai pihak dengan adanya tanda flag video (video-video yang bernilai tidak layak publish) dari para penonton yang menilainya.

Bagaimana dengan si pembuat film saat ini? yang jelas dia telah dilepas (pecat) dari parlemen Belanda dari keanggotaannya. Memang Indonesia yang mayoritas muslim menilai hal ini adalah cobaan bagi agama dari serangan secara non physically melainkan metode baru dalam peperangan ghazwul fikri.

Kesabaran yang diuji merupakan salah satu jalan untuk bertaqarrub kita kepada Allah dari segala musibah dan cobaan. Memohon doa, jangan hanya teriakan saja. Allah cinta akan hamba-Nya ketika hamba-Nya selalu ingat dan selalu memohon ampun dengan penuh kerendahan untuk mendapat ridha Allah SWT.

NB: Tulisan ini sudah dipublikasikan di SeNat (Selembar Nasehat) FUKI tanggal 3 April 2008

%d bloggers like this: