Ketika #Pesona10001Saman Gayo Kembali Mendunia


Foto Hendra MurdaniSAAT orang menyebut Saman, secara langsung orang-orang akan ingat Aceh. Dimana pun kita berada, kekuatan ikon Saman telah melekat kuat dengan nilai kearifan lokal beserta sejarah yang panjang hingga menjadi salah satu Daftar Representatif Budaya Tak benda Warisan Manusia dari UNESCO.

Setelah sempat tertunda dan tertunda dalam hitungan jari, akhirnya Ahad (13/8/2017) telah menjadi sejarah baru dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) bahwa penampilan Saman massal berhasil mencapai angka 12.262 penari terbanyak selama ini mengalahkan hajatan sebelumnya pada tahun 2014 silam sebanyak 5.057 penari. Continue reading

Advertisements

Setelah #Penas2017 Saatnya Menanti Even Atraksi


Penas Petani Nelayan XV 2017 Pembukaan oleh Presiden Jokowi_Kantor Staf PresidenSELAMA satu pekan belakangan ini, pemberitaan Pekan Nasional Petani – Nelayan XV 2017 di sejumlah media cetak, elektronik hingga media sosial kian berlomba-lomba, tak ayal nama Aceh pun kembali melambung di jagad maya.

Puluh ribu mata tertuju ke Aceh dan tepatnya Banda Aceh yang Madani menjadi tuan rumah menyambut tamu-tamu dari sejumlah provinsi yang ada di tanah air ini hingga orang nomor satu di Republik Indonesia. Continue reading

Menunggu Kepastian Dihelatnya Saman Rekor Dunia


Foto Wanda Haris PurnamaTIGA tahun yang lalu, masih membekas dalam ingatan kita, dataran tinggi Gayo menjadi perhatian dunia, bukan karena legitnya “si hitam” Arabika melainkan 5.057 orang ikut menari pecahkan rekor dunia di pagelaran Saman Massal.

Tahun ini, giliran Gayo Lues yang akan kembali menarik perhatian dunia, pasalnya isu 10.001 orang penari yang nantinya kembali pecahkan rekor dunia di Blangkejeren. Continue reading

Indonesia Bisa (Menang) di World Halal Tourism Awards 2016


ayo-menangkan-aceh_2RASA optimis untuk menangkan Indonesia di kompetisi pariwisata halal dunia, World Halal Tourism Awards (WHTA) 2016 memang tidak boleh patah arang. Mengingat netizen negara kepulauan ini termasuk paling besar di Asia Tenggara.

Dalam salah satu kesempatan bersama Humas se-Aceh saya pernah menjabarkan bahwa populasi dan penetrasi pengguna media sosial aktif di Indonesia terus meningkat, menurut data yang dilansir wearesocial per September 2016, ada 80 juta netizen aktif dari Sabang hingga Merauke dari total 80,1 juta pengguna aktif Internet. Continue reading

Dukung Wisata Halal, Aceh Gelar Festival Rapa’i


Dukung Wisata Halal, Aceh Gelar Festival Rapa'i InternationalACEH yang mendapatkan posisi sebagai destinasi wisata halal terus melakukan persiapan dalam rangka pentas wisata halal dunia.

Setelah branding The Light of Aceh – Cahaya Aceh yang telah dikenalkan ke publik beberapa waktu lalu oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, semangat untuk wisata halal pun semakin menyatu dengan menggerakkan ragam komunitas beserta stakeholder untuk menyukseskan kompetisi pariwisata halal nasional. Continue reading

The Light of Aceh – Cahaya Aceh


The Light of AcehBRANDING wisata Aceh saat ini mulai digencarkan kembali, mengingat Aceh masuk dalam salah satu provinsi yang dipilih oleh Kementerian Pariwisata RI sebagai daerah tujuan wisata halal.

Sebelumnya, wara-wiri logo Visit Aceh yang hadir sejak tahun 2013 akhirnya akan tergantikan dengan yang baru lebih muda dan segar dalam menyasar pasar global atau internasional. Continue reading

Negeri Pasie Karam, dari Masa Kerajaan hingga Meulaboh


Foto salah satu ulee balang di Meulaboh sekira tahun 1894 (Dok. KITLV)KEBIASAAN saya menelusuri hal-hal yang berbau sejarah memang terbilang masih sangat baru di dunia daring, namun soal ke-Aceh-an hampir di setiap waktu saya sisihkan sedikit waktu diantara kesibukan rutinitas keseharian.

Mencari, memahami, dan membaca adalah sesuatu yang kerap dan sering kita lakukan, tapi yang pasti juga tidak boleh ketinggalan untuk menulisnya kembali, seperti asal muasal Negeri Pasi Karam yang kini dikenal sebagai Meulaboh, di Kabupaten Aceh Barat. Simak kisah selanjutnya!

%d bloggers like this: