Puasa Itu Capek Pakai Banget


Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Dok. PribadiPERCAYA atau tidak, puasa itu capek. Yang namanya godaan akan terus menghantui, selain haus dan lapar yang secara fisik akan terasa, godaan yang paling nyata lagi itu adalah godaan non-fisik.

Salah satunya adalah lisan. Selain itu juga capek untuk ‘berperang’ dengan nafsu dan godaan –yang terlihat oleh mata– wanita-wanita yang terlihat di jalanan atau tempat umum dengan pakaian yang aduhai. Continue reading

Advertisements

Kisah Syariat di Negeri Atas Angin


Tgk H Mustafa Ahmad - Kisah Syariat di Negeri Atas AnginJUJUR ini tulisan bukan kisah atau sejarah, apalagi mau mengungkap soal negeri di atas angin itu. Ini hanya sepenggal nasihat dari Abu yang berkesempatan memberikan pemahamannya kepada jamaah sekalian.

Hari Jum’at, (13/2/2015) lalu tepatnya di Masjid Jamik Peusangan yang bertindak sebagai khatib, yakni Tgk H Mustafa Ahmad atau akrap disapa Abu Paloh Gadeng. Continue reading

Perempuan Aceh dan Arti Sebuah Kata ‘Ngangkang’


Aaaaappaaaaa (Foto dari dw.de)SEBENARNYA saya ingin memberikan judul postingan ini “Perempuan Aceh Ngangkang”, tapi justru saya merasa itu tidak etis memberikan judul demikian demi menarik simpatisan pembaca yang kerap dilakukan oleh media dalam hal melorotin pembaca demi sebuah trafik.

Apa lagi nanti sudah mengundang hal-hal yang negatif, baca judulnya sudah syur. Terus isinya tidak dibaca lagi. Continue reading

Media: Provokasi Aceh Lewat Momen Natal


BBC IndonesiaJIKA bukan tentang syariat Islam, ujung-ujungnya Hak Asasi Manusia (HAM) yang diangkat, jika tidak bisa tembus juga barangkali isu toleransi yang coba digulirkan oleh media.

Ya, bertepatan dengan tanggal merah 25 Desember yang jatuh pada hari Natal ini saya mencoba membaca beberapa berita terkait hari besar umat nasrani di media daring. Tidak lama berselang, salah satu laman media Inggris terkenal BBC  News kanal Indonesia memberitakan tentang perayaan natal. Continue reading

Berdalih HAM, Lalu Menyerang Syariat?


Muslim

Ilustrasi: ddhongkong.org

SEBUT saja mereka aktivis, ya mereka adalah aktvitas nomor wahid dalam membela setiap manusia yang tertindas. Tertindas oleh masa, peraturan, maupun oleh uang yang mungkin sedang bergerak dibelakang layar.

Lagi-lagi, Aceh menjadi objek yang tak pernah habisnya untuk terus diuji. Setelah diporak-porandakan oleh musibah tsunami “ie beuna” tahun 2004 lalu, baru-baru ini juga (tahun 2011) dihebohkan dengan merebaknya aliran sesat nan bergejolak, dan yang terbaru saat ini adalah aktivis yang berdalih HAM kini ingin/sedang menyerang syariat Islam. Benarkah demikian?

Berbagai kolerasi jika ditelisik satu persatu antara berbagai lembaga, non-goverment organizatiaon (NGO) atau apa pun itu yang bergerak dengan membawa “lambang” HAM (Hak Asasi Manusia) cukup beragam. Islam dan HAM, menurut hemat saya adalah masalah fitrah yang ingin selalu ditegakkan. Continue reading

Wow, Ada JIL di Aceh


Pluralis

Ilustrasi : Google Images

INI bukan barang baru, tapi bagi saya adalah hal baru saat tahu yang bernama JIL itu ada dipelosok negeri bersyariat Islam, Aceh.

Barangkali yang kita tahu JIL itu Jaringan Islam Liberal, yang boleh dikata (baca: menurut pandangan orang JIL) bukan aliran sesat atau ajaran sesat seperti yang telah dilansir oleh berbagai media, bahwa di Aceh sudah ada 14 jenis ajaran yang telah menyimpang dari syariat Islam, namun disana tidak terdapat nama JIL yang tertera.

Bukan masalah aliran sesat yang kali ini ingin saya umbar, bukan pula mengungkap tentang JIL yang sudah banyak dikenal orang. Namun, satu hal yang saya baru tahu karena pemikiran dari JIL telah merogok ke dalam media lokal di Aceh pada khususnya. Continue reading

Syariat Islam di Negeri Serambi Mekkah


syariat islam

Ilustrasi: acehdesain.wordpress.com

ENTAH apa yang terpikirkan atau terbayangkan oleh mereka atau pun Anda yang menonton tayangan ditelevisi saat Aceh disorot dari Syariat Islam, Gempa dan Tsunami, Ganja atau pun lainnya.

Tentu beragam perasaan dan hayalan tentang “kekejaman”, kesedihan, kemegahan si daun jari menjadi satu yang kadang sulit dipisahkan.

Tapi apa daya saat syariat disorot, berbagai media di dunia nyata atau maya kian kepincut. Tentu ini adalah bahan lama alias cerita klasik (hangat-hangat kuku kalau tidak mau dibilang taik ayam), saat diangkat semua terbakar emosi, sibuk membicarakan, bahkan menuduh tanpa alasan dan paling parah menodai sampai ke arah SARA, yakni agama rahmatan lil’alamin.

Sungguh sedih, saat membaca beragam suara warga yang mungkin terwakilkan lewat twitter yang sangat mengiris hati atau mereka yang berbicara tanpa ada hati mungkin. Continue reading

%d bloggers like this: