Simbol Hexagram Lebih Tua Umurnya dari Bani Israel


Masjid Agung Baitul Makmur MeulabohKABAR di era teknologi memang begitu cepat tersebar, dan hal yang paling menjadi-jadi itu saat beredar luas kepada pengguna yang suasana hati galau dengan tidak karu-karuan juga ikut bertanya-tanya dan pastinya beragumentasi seribu macam alasan, mengapa dan bagaimana.

Salah satu berita terkait simbol yang kali ini diperbincang di BlackBerry Messanger (BBM), yakni seputar kaca hiasan (patri) di salah satu kubah Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Aceh Barat.

Foto yang beredar sebanyak 6 scene tersebut juga menyebutkan Bintang David. Siapa David dan kenapa mempunyai simbol bintang? Justru pertanyaan seperti ini malah banyak dari sekian pengedar BBM tidak tahu menahu sejarah sebelumnya.

Saya pun mulai mencari tahu lebih lanjut, ternyata beberapa kejadian yang serupa juga terjadi di masjid lainnya di Indonesia. Sebut saja Masjid Raya Al Mashun Medan yang terdapat simbol bintang bergambarkan sisi segi enam di atas mihrab, ada juga Masjid Agung Al Munawar Tulungagung Jawa Timur, dan masih banyak lainnya tentu yang terlewat dari pantauan kita.

Namun, ada penjelasan menarik dari seseorang yang mencoba mencari tahu hal tersebut lewat kolom konsultasi yang juga menimpa salah satu tempat ibadah di kampungnya. Berikut saya kutip jawaban dari pertanyaan tersebut.

Simbol Hexagram dan Matahari merupakan dua simbol kuno yang sebenarnya bukan berasal dari kaum Yahudi. Simbol Matahari dan Hexagram malah lebih tua umurnya ketimbang umur Bani Israel. Simbol Hexagram atau bintang bersudut enam pertama kali dipakai sebagai simbol para pendeta penghitung bintang di langit, para “astronom kuno”, yang terdapat di Babylonia maupun di Mesir kuno.

Dalam perjalanannya, simbol ini dipakai oleh King David (Daud a.s.) sebagai simbol kerajaannya sehingga simbol hexagram tersebut dikenal sebagai Seal of David atau Bintang Daud/David. Sebab itulah, Bani Israel kemudian mengadopsi simbol ini menjadi simbol gerakannya. Simbol yang awalnya tidak menakutkan ini kemudian menjadi simbol yang begitu “hitam” disebabkan simbol tersebut oleh kaum Yahudi Talmudian dijadikan simbol utama dalam ritual pemanggilan roh halus, sebagaimana yang dilakukan oleh kelompok-kelompok esoterik-paganis semisal Illuminati dan Freemasonry.

Sedangkan simbol Matahari yang memiliki versi yang tidak tunggal, antara lain berbentuk bunga matahari, usianya jauh lebih tua lagi. Manusia-manusia penghuni bumi generasi awal kehidupannya sangat tergantung pada matahari. Mereka baru bisa bekerja siang hari ketika bumi terang-benderang oleh sinar matahari, berbeda dengan malam yang gelap pekat dan menakutkan. Matahari juga dianggap sebagai tuhan kehidupan atau Yang Memberi Kehidupan, berlawanan dengan konsep malam yang dianggap mewakili kekuatan jahat. Sebab itu, berbagai macam suku bangsa purba di seluruh dunia menjadikan matahari sebagai dewa yang utama.

Bangsa Mesir kuno menyebut Ra sebagai Dewa Matahari yang menempati tempat tertinggi ketimbang dewa lainnya. Sedangkan orang-orang Babylonia menyebutnya Ba’al. Orang Yunani menyebutnya Helios. Orang Jepang menamakannya sebagai Dewi Amaterasu. Di Amerika Latin disebut Virachoca atau Kukulkhan, dan orang India menamakannya Btara Surya.

Ritual penuhanan terhadap Matahari membawa konsekuensi tersendiri dengan tersebarnya simbol-simbol “tuhan matahari” di seluruh dunia. Ada yang berbentuk simbol matahari secara langsung, ada pula yang disimbolkan dengan tubuh manusia yang sempurna plus ikon bulatan di atas kepalanya, dan ada pula yang menggambarkannya dengan bentuk bunga matahari.

Kedua simbol ini, matahari dan bintang david, sekarang sudah menyebar ke seluruh dunia dalam berbagai macam benda. Simbol-simbol ini bisa dengan mudah kita lihat diselipkan sebagai ragam perhiasan pakaian, seni kaligrafi, ragam hiasan arsitektural bangunan termasuk masjid, dan banyak lagi termasuk ragam hias sajadah bagi umat Islam.

Nah, pertanyaannya adakah hal itu dilakukan dengan sengaja, dilakukan oleh sekelompok orang yang memang ingin menyebarkan dua simbol pagan ini ke seluruh dunia? Jawabannya bisa ya bisa pula tidak. Saya percaya memang ada sekelompok orang yang demikian, namun saya juga yakin jika banyak manusia yang jahil terhadap simbol-simbol ini dan ikut menggunakannya tanpa pengetahuan yang memadai.

Hanya saja jika sang arsitek masjid memang sengaja menyusupkan simbol bintang david dan matahari ke dalam masjid (karena sebagai seorang arsitek dia pasti telah belajar berbagai simbol dan artinya), apa yang dia lakukan menjadi tanggungjawabnya pribadi.

Dan simbol-simbol tersebut, walau ada di dalam masjid, saya yakin tidak memiliki daya dan kekuatan apa pun terhadap ibadah yang dilakukan di dalam masjid. Islam tidak akan hancur atau berkurang sedikit pun hanya karena adanya simbol-simbol tersebut. Walau mungkin afdholiyatnya, mungkin sebaiknya, simbol-simbol tersebut tidak ada di tempat suci ini. Hal itu harus kita yakini.

Semoga saja yang terjadi dengan kaca patri di Masjid Agung Meulaboh juga cepat tersadari. Dalam hal ini tentu jamaahlah yang harus memberitahukan kepada pengurus masjid untuk memperhatikannya, terlebih pada bulan Ramadhan setiap hari orang datang ke rumah Allah ini. Wallahu’alam

28 Responses

  1. tambah pengetahuan baru ini.. makasih atas infonya mas..

    • sama-sama mas Juanda🙂

  2. namun semoga ini kebetulan saja bro…karena banyak kok ya…orang kita yang justru gak ngerti soal hal ini..
    dan keberadaannya di sana pun semoga gak punya pengaruh apa-apa….

    • Yup, kita berharap demikian juga sob🙂

  3. Bukannya berarti seharusnya Bani Israel/Israil tetap lebih tua dibandingkan lambang bintang David? Karena Bani Israil (keturunan Nabi Ya’qub as) jelas ada lebih dulu dibandingkan Nabi Daud as.
    Terima kasih.

    -Yusuf Muhammad-

    • Bisa jadi demikian, kalau tidak salah perlu melakukan penelusuran lebih jauh karena bicara soal simbol hexagram seperti yang disebutkan di atas penggunaan pada masa Mesir kuno hingga dengan Kerajaan Nabi Daud ada runutan sejarah, dimana sebutan Bani Israil bertransformasi menjadi sebutan simbol kepemilikan kaum Yahudi, dari sini mungkin celah kepemilikan simbol yang diklaim oleh suatu kaum yang kini dikenal oleh seluruh dunia.

      Terima kasih juga atas pencerahannya bang Yusuf🙂

  4. saya suka dengan artikelnya,
    bagus berbagi informasi sehingga jadi banyak orang yg tw

    • Terima kasih sudah berkunjung🙂

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: