• Kicauan Terakhir

    • RT @kemristekdikti: 4) Inilah peringkat 100 Besar Perguruan Tinggi Non Politeknik (universitas, institut, dan lainnya) di Indonesia tahun 2… 3 hours ago
    • RT @Zulhidayat_AY: Aceh wakilkan 3 dari 6 wasit futsal tingkat nasional (2 Pidie, 1 Bna) di Kejurnas FFI Championship 2017 yg digelar di Me… 3 hours ago
  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    keptenaz on Demi Masa: Empat Kriteria Oran…
    Ketika #Pesona10001S… on Menunggu Kepastian Dihelatnya…
    Aulia Fitri on Sekedar Tips dari Twitter untu…
    Aulia Fitri on Serbuan Komentar Togel Banjiri…
    harga laptop on Serbuan Komentar Togel Banjiri…
    ultrabook acer on Sekedar Tips dari Twitter untu…
    kamus jenius on Voucher Diskon Jadi Tren Belan…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Diam Bukan Berarti Tidak Ada Jawaban


singa vs anjing ilustrasi dari 500px.com

SABAN hari belakangan ini saya membuka Twitter, mungkin bisa dibilang terhitung sejak malam minggu (10/12) mencoba melihat perkembangan yang ada di linimasa yang penuh hiruk pikuk beragam lintasan kicauan.

Sayang beribu sayang, dimana tanah saya pijak sekarang (Aceh, -red) membanjiri saluran (channel) di Twitter. Padahal lazimnya setiap hari saya selalu sempatkan waktu mengecek saluran pembicaraan/informasi dari seluruh dunia, namun entah kenapa beberapa hari belakangan sampai tulisan ini saya buat memberikan kesan bahwa ada yang tidak beres.

Entah saya yang kurang paham, entah orang lain yang sibuk dengan urusan dunia. Saya pun melihat perkembangan yang bernama berita, disana pun aliran begitu keras dan semakin menjadi atau bisa dibilang lebay seperti kata anak ABG dewasa ini. Continue reading

Wow, Ada JIL di Aceh


Pluralis

Ilustrasi : Google Images

INI bukan barang baru, tapi bagi saya adalah hal baru saat tahu yang bernama JIL itu ada dipelosok negeri bersyariat Islam, Aceh.

Barangkali yang kita tahu JIL itu Jaringan Islam Liberal, yang boleh dikata (baca: menurut pandangan orang JIL) bukan aliran sesat atau ajaran sesat seperti yang telah dilansir oleh berbagai media, bahwa di Aceh sudah ada 14 jenis ajaran yang telah menyimpang dari syariat Islam, namun disana tidak terdapat nama JIL yang tertera.

Bukan masalah aliran sesat yang kali ini ingin saya umbar, bukan pula mengungkap tentang JIL yang sudah banyak dikenal orang. Namun, satu hal yang saya baru tahu karena pemikiran dari JIL telah merogok ke dalam media lokal di Aceh pada khususnya. Continue reading

Lebih Sering Baca Koran Beberapa Hari Ini


Sudah tiga kali pagi, selama berlibur ke Banda Aceh saya ‘menyantap’ koran. Selain itu, baru kali ini saya menyempatkan diri untuk  berjumpa langsung dengan para blogger ketenaran di Aceh (ABC‘ers) yang hampir dua ratusan banyaknya (sorry bro, laporan kopdar untuk foto-foto belum bisa upload nih).

Kembali ke topik koran dan koran, berita-berita di koran yang saya baca pun dari hari ke hari tidak jauh-jauh beda. Tidak lepas dari pesta demokrasi, demo, obama (ohpapa), mesum dan lain-lainnya sebagainya. Berita masalah koran >>>

PB Yang Telah Lalu


Saya Telah Pergi PB08

Edited by hack87

Yang telah berlalu kini berlalu, seperti pada judul postingan disitus resmi PB2008 adalah Cerita Pesta Blogger, akhirnya saya postingkan juga sebagai bentuk dari apresiasi untuk para blogger semua dalam melihat, merasakan, bercerita, berbagi bahagia, duka bahkan kritik pun dan segala macam jenisnya.

Ini juga mewakili dari sekian banyak tanya dan permintaan dari teman-teman, khususnya untuk mereka yang selalu saya rindukan di Nanggroe Endatu tercinta Aceh Blogger Community yang insya Allah kemarin sabtu (22/11) bisa tampil juga di Profil Komunitas Blogger daerah yang ditayangkan oleh panitia pb08. Continue reading

Kecaman Workshop Anggota Dewan


Front Mahasiswa dan Pemuda Aceh Jeumpa (Jeumpa Mirah) menyesalkan sikap anggota dewan perwakilan rakyat Bireuen yang melaksanakan workshop ke Medan, beberapa hari lalu. Khairil M selaku pelaksana tugas Jeumpa Mirah dalam siaran pers kepada Serambi, Selasa (20/2) mengatakan, setahun lalu mereka (DPRD Bireuen) juga pernah membuat kesalahan dengan melakukan studi banding ke luar daerah, sekarang mereka mengulang lagi kesalahan yang serupa.

Sebagaimana diberitakan dua hari lalu, hampir seluruh anggota DPRD Bireuen mengadakan workshop di hotel ternama di Medan. Mereka dibahani beberapa undang-undang baru, mulai dari pengelolaan keuangan daerah, penyusunan APBD, dan Lembaran Kerja Pertanggungjawaban Jabatan (LKPJ), berlangsung Minggu (18/2) di Medan.

Kecaman itu, tulis Khairil M, karena workshop diadakan di Medan, kenapa tidak diselenggarakan di Bireuen saja. Seharusnya, selaku wakil rakyat. Jika mereka memikirkan kegiatan yang menelan dana jutaan rupiah berlangsung di Bireuen, maka dengan sendirinya pendapatan hotel di Bireuen bertambah.

Biasakanlah memakai fasilitas yang ada di daerah masing-masing. Jangan menghamburkan uang dan pikirkan keadaan rakyat sendiri yang masih banyak membutuhkan uluran tangan,ungkapnya.

Khairil M menambahkan, masyarakat miskin secara filosofi tidak membutuhkan pidat, tetapi mereka memerlukan uluran tangan karena kehidupan mereka belum seluruhnya bangkit dari keterpurukan akibat konflik Aceh, beberapa tahun lalu.Cobalah Bapak-bapak wakil rakyat turun ke lapangan, barak penampungan dan dengarkan keluhan mereka, masyarakat miskin tidak ubahnya seperti anak ayam kehilangan induk, tulis pelaksana Jeumpa Mirah itu.(yus/am)

%d bloggers like this: