Olimpiade Kali Ini


Dalam sepekan ini, cerita ‘pertarungan’ kembali saya jalani. Walaupun tak sendiri, namun sungguh berarti bagi hidup ini. Cerita ini ibarat sebuah pertarungan yang mungkin tak akan kita jumpai lagi, karena kesempatan hanya datang sekali.

Kisah yang sangat memberikan senyum dan tawa dari semua waktu yang terlewati, pahit dan getir dari sebuah perjuangan yang kami warnai disini (Fasilkom UI, -pen). Puncak dari segalanya ketika kita melewati yang kita anggap itu tidak mungkin untuk bisa dilalui. Continue reading

Berakhir Sudah


Young HeroSelamat datang Pahlawan Muda, kata-kata ini sungguh berarti jika tahun baru ajaran sudah mulai bergeming. Diberbagai sudut dan pojok, tulisan sapaan ini akrab kita baca. Yah, seperti itulah keadaan UI saat ini.

Bahagia dengan kedatangan keluarga baru, dan semangat membara semakin terbuka untuk mereka yang muda. Perjalanan mereka untuk hari ini telah berakhir sudah, berakhir dengan masa pendaftaran ulang bukan berarti ini selesai juga. Continue reading

An Naml – Semut


http://rumametmet.com

ilustrasi oleh rumametmet.com

“Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”. (QS An Naml ayat 30). Itulah petikan khutbah jum’at kali ini (20/6) yang khatib sampai di Mesjid Ukhuwah Islamiyah Kampus UI Depok.

Disuasana yang begitu agak sepi jamaah (berhubung mahasiswa sudah liburan), khatib menyampaikan sebuah ayat dimana dalam surat An Naml terdapat dua buah ayat yang melafadzkan Basmalah terlebih pada bagian ayat 30 (innahu min sulaymaana wa-innahu bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi).

Memang dalam hal ini, Allah SWT telah memberikan sebuah keistimewaan dengan nama surat yang berarti Semut. Dalam Al Quran sendiri terdapat 6 buat surat yang artinya berupa binatang, yakni Al Baqarah (Sapi Betina), An Nahl (Lebah), Al ‘Ankabuut (Laba-laba), Al ‘Aadiyaat (Kuda) dan Al Fiil (Gajah). Continue reading

Memaknai Bangkitnya Bangsa Ini


Setelah sekian lama, khutbah jum’at hari ini akhirnya bisa muncul juga. Dalam beberapa pekan bahkan hampir 3 bulan belakangan ini, postingan untuk khutbah jum’at tidak pernah diangkat lagi. Berhubung dengan berbagai macam alasan dan keperluan serta waktu yang kadang-kadang tidak memungkinkan.

Tema jum’at kali ini masih dengan isu kebangkitan nasional yang dikenal dengan 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Tidak lepas begitu saja, sang khatib juga mengingatkan bahwa momen dan peristiwa yang terjadi pada bulan Mei 2008 ini sungguh luar biasa banyaknya. Hal ini sudah pernah saya tulis pada postingan 21 Tahun Yang Lalu. Continue reading

Sertiam


Sekilas kata diatas bukanlah makna biasa, berawal dari kata Serah Terima Amanah membuahkan arti singkat Sertiam. Pertama kali sms dapat, langsung teringat ada apa dengan sertiam kali ini yang pasti jelas beda, sebuah tulisan melelahkan juga ikut serta pada publikasinya yakni long march dari kampus Fasilkom Depok sampai Cibubur (+/- 15 km) tempat kemah Buperta.

Mungkin awal yang paling terkesan dari Sertiam FUKI bagi ikhwan untuk tahun 2008 ini adalah long march, acara yang berlangsung kamis malam ini di kampus Fasilkom Depok berawal dari istirahat bersama hampir 3 jam untuk persiapan jalan. Tepat jam 1 pagi, Pak Yans dan Mr Agung mengomandani semua peserta untuk siap-siap berangkat, sebelum berangkat pun peserta yang hadir sebanyak 24 orang dibagi menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok diberangkatkan secara resmi plus foto-foto bersama dengan memberikan beberapa maklumat untuk tetap selalu dalam kawanan sampai tujuan.

Selain pembagian kelompok, 2 orang yang mengomandani ini pun memberikan beberapa penjelasan untuk sampai ke Cibubur dengan melakukan titik akses (check point) diantaranya adalah titik akses Jln Juanda Depok, kemudian simpang 3 Gas Alam Cimanggis Depok dan yang terakhir di Buperta Cibubur. Walaupun kenyataan yang ada, masih banyak titik akses lainnya yang secara manusiawi terbuat sendiri khususnya ketika shubuh menjelang di Mesjid Jami’ At Taubah dan beberapa titik lainnya.

Mengingat hal tersebut merupakan hal yang wajar, suasana keakraban yang ada pun tidak pupus begitu saja. Capek, lelah, pegal dan sejenisnya bukan rintangan untuk melaluinya, ini terlihat dari beberapa rekan dengan semangat keras melawan rasa ngantuk dan melek terus membuahkan hasil yang akhirnya sampai juga pada tujuan.

Huuuuhh, perjalanan yang melelahkan ternyata tidak berakhir sampai ditujuan. Sempat-sempatnya dipagi hari yang cerah semua peserta menyempatkan diri untuk bermain bola. Wow, luar biasa, seakan perjalanan semalam suntuk tidak membuat beban bagi mereka untuk menyerahkan haknya pada kaki-kaki yang telah kecapean dan kelelahaan. Memang semangat juang angkatan muda (AM) FUKI dan yang sudah “uzur” dari kepengurusan tidak luntur begitu saja.

Sebuah kebanggaan bagi saya, bahwa hal seperti ini menjadi saksi bahkan pengalaman seumur hidup dapat merasakan kebersamaan yang kokoh selama masa bakti di FUKI dengan sedikit membawa suasana yang lain dari yang lain. Mungkin ketika membaca dan melihat perjalanan ketika Nabi dulu hijrah, tidak seberapa bila dibandingkan Depok ke Cibubur. Ketika jalan-jalan yang dilewati saat malam-malam semakin sunyi, indahnya bintang dan bulan yang melengkung dengan sabitannya membuat mata ini memandang luas atas karunia dari Allah.

Walaupun perjalanan itu adalah sebuah rasa kehadiran, tentunya semua kita sudah menyatukan niat yang sama, kesenangan dan manfaat yang dirasakan sangatlah sulit untuk digambarkan atau pun diungkapkan dengan kata-kata. Ada sebuah rasa dimana hal itu menjadi nilai yang sangat berarti ketika hati dan bathin ini mengatakan “iya” dan asyik karenanya.

Prosesi demi prosesi di Buperta Cibubur tidak lepas dari merasakan kesejukan alam ditengah pagi yang beralaskan embun malam membuat kaki-kaki ini seakan terpancar kekuatan baru, rasa ngantuk yang menghantui selama perjalanan terganti dengan keringat hentakan bola tangan alis Rugby katanya Agung. Tidak itu saja santapan nasi uduk di pagi hari membuahkan sentuhan yang nikmat untuk disantap dengan awalan yang ketat dari satu dan dua snack hadiah dari Bapak Anto.

Indah dan begitu indah, akhir dari sebuah waktu yang berjalan semua tertumpahkan di bumi Cibubur untuk kesaksian FUKI 0708 selama ini. Penampilan kekayaan dari para investor yang tidak ada batasnya untuk masing-masing negara atas 5 grup juga jadi awalan untuk berhayal lebih tinggi (ingat jangan maruk serta jangan mem-faruki….hahahaha).

Tawa dan senyum indah terlihat dari raut muka jiwa muda saat Halang Pintu (istilah betawi), ketika duel antara Pak Ketua Lama dan Pak Ketua Baru (PKL vs PKB) dengan jubirnya masing-masing Chandra dan Ridho juga aksi pitung ala Chamat dengan si jet lie ala Ringgo yang memukau perhatian, serta tak kalah menarik aksi tarik suara dari saya sendiri tentunya.

Satu hal yang inti adalah ucapan kata-kata terakhir (wada’) dari Habib Al Anjaru Cahya Al Kamaru alis Pak Anjar menjadi akhir dari peletakan amanah. Tak ketinggalan pun dengan simbolisasi penempatan pin untuk AM/FM FUKI resmi dilantik sebagai barisan terdepan untuk FUKI selanjutnya serta sekapur sirih dari Pak Faruk disekian banyak umat (peserta sertiam maksudnya) yang hadir untuk pertama kalinya.

Diakhir acara pun sebagai penutup indahnya pertemuan untaian kata-kata dari Akh Haris yang berbalut do’a kepada pencipta mahkluk ini Allah SWT tidak lupa memohon maaf atas segala tindak tanduk yang selama ini sedikit banyaknya tidak tersadari. Semoga Allah mengampuni kami dan memberikan petunjuk serta hidayah-Nya untuk FUKI dan umat muslim/ah diseluruh dunia pada jalan yang telah di ridhai-Nya. Amiin.

%d bloggers like this: