Lebih Sering Baca Koran Beberapa Hari Ini


Sudah tiga kali pagi, selama berlibur ke Banda Aceh saya ‘menyantap’ koran. Selain itu, baru kali ini saya menyempatkan diri untuk  berjumpa langsung dengan para blogger ketenaran di Aceh (ABC‘ers) yang hampir dua ratusan banyaknya (sorry bro, laporan kopdar untuk foto-foto belum bisa upload nih).

Kembali ke topik koran dan koran, berita-berita di koran yang saya baca pun dari hari ke hari tidak jauh-jauh beda. Tidak lepas dari pesta demokrasi, demo, obama (ohpapa), mesum dan lain-lainnya sebagainya.

Nah, yang menjadi ‘tenar’ lagi yakni kata mesum alias khalwat yang hampir setiap hari ada di koran (sungguh luar dibinasa).

Mungkin tulisan ini berisi sedikit ‘cemoohan’ atau juga sekelumit protes anak kecil yang tidak tahu masalah jurnalistik atau media pemberitaan.

Mohon maaf koran yang saya baca tidak saya sebutkan namanya, karena berhubung ini lokal punya jadi sudah bisa ketebak sendiri. Atau silakan anda berangan-angan menebak pikiran saya (menyoe neutem, hana lon paksa).

Melihat judul yang dimanisi dalam tulisan sungguh gempar, heboh dan bombastis apalagi menyangkut yang namanya kategori berita khalwat. Belum lagi para tersangka di cepret atau diceritakan kronologis yang menggelikan.

Belum lagi iklan yang lebih-lebih membosankan, dengan space/ukuran yang juga tidak kalah luar biasa, tidak disetiap halaman melainkan hampir rampung satu halaman penuh dan banyak berita yang layak pakai untuk dikonsumsi masyarakat habis terbuang dengan omset jual dari para pemilik iklan (nyan peng cit).

Tapi ya sudahlah, namanya juga koran. Mereka juga perlu berita sebagai sajian yang ditunggu pemirsa setia hampir di semua waroeng kupi yang tersebar di seluruh nusantara Nanggroe.

Lain lagi melihat, perihal koran yang ada di pulau Jawa dengan segelintir isu Pemilu jadi bahan tandingan antar sesama koran-koran senior. Belum lagi countdown yang mereka asingkan disudut atau halaman lainnya dengan kolom yang penuh dengan berita parpol. Tapi di koran yang ada di Aceh hana that berlomba barang ata meunan.

Kadang menurut saya, berita-berita ringan atau sering tersemat dibagian kolom sungguh memberikan inspirasi dengan celotehan sederhana dan makphum di pahami.

Apalagi kalau ditambah dengan isu pengakaran budaya di media terlebih bagi Aceh sendiri, juga bisa menambahkan keluhuran budaya yang bisa diketahui oleh anak-anak sekarang ini. Banyak (lee that) yang harus ‘dibenah’ kalau mau sukses seperti kelas kakap di pulau-pulau seberang sana.

Tapi, lagi-lagi saya bukan ahlinya. Yang na cit jeut peugah haba, but bek tanyeng. Untuk yang media online saya udah bisa angkat jari, bukan kelingking tapi ya. Jelas jempol untuk beberapa situs online yang bisa diandalkan dan bisa dinobatkan menjadi Portal Berita Terbaik Aceh 2009 (semoga ada yang membuat inisiatif ini, hoka dewan pers atau siapa lah peuget beh).

Berharap nantinya ada portal berita Aceh ada yang bisa e-paper,  semoga mimpi bukanlah lagi kenyataan bagi para pewarta di Aceh. Ehem…hmm yang lagi konferensi, selamat ya semoga bisa membawa hasil yang mujarab bagi umat penikmat jurnal.

Cukup sekian saja lah, ocehan tak bertuan di sudut simpang surabaya ini kuhempaskan dalam ketukan keyboard yang berlayarkan laptop acer dari si empunya warnet. Lee pu ta peugah le meutamah masalah lom euntrek.

>>> menunggu tulisan selanjutnya Top Commentator Blogger

11 Responses

  1. Liburan di Banda Pak Aulia?

  2. Berharap ada portal berita Aceh yang bisa e-paper? Halahh… impian yang sama:mrgreen:

  3. Ka lagee peujabat nyan Tgk…mantap that

    teingat u kota banda
    aleueh beudoh eh…jeb kupi saboh glah ngoen koran seurambi…kabeh mantap

  4. hawa ciet euh tabaca koran Aceh….
    hawa ngen Gam Cantoi….dan Iklan-ikaln yang unik di korannya orang-orang Aceh

  5. Ass, pue haba syedara long yang na disinan????
    Saleum meuturi dari long di Jogja….😀

  6. bagus lah kebiasaan baca koran itu , saya kalo nggak baca koran sehari saja rasa ada yg kurang🙂

    . oh ya saya pikir dengan diberlakukanya hukuman cambuk tingkat kriminalitas, perbuatan amoran dll akan berkurang ???.
    3 hari terakhir ini dilayar televisi berita pemboman salah satu partai lokal di NAD menyeruak .
    oh ya alamat blog saya sudah dikonversi ke

    http://www.evanrama.tk (personal blog)
    dan blog Unsri nya http://www.kampusku.tk

    salam
    Palembang Darussalam

  7. ahh..Serambi berita nya itu itu aja bang..!!
    kalo gak TNI gotong royong, polisi donor darah..!itu aja pun masok koran!!:(

  8. >>> tengkuputeh
    Biasa cuma untuk jak saweu syedara manteng

    >>> Buya Alex©
    makin banyak yang bermimpi, makin cepat bisa terisolir eh tersosialisasi…😀

    >>> Baka Kelana
    so nyan yang kajeut peujabat bang Baka?

    >>> m1qbal
    nyan menyoe kheun awak koran, gam cantoi asoe berita uroe nyoe alias headline news

    >>> Fahrisal Akbar
    Wa’alaikum salam, haba get yang abang meutuah..Sehat-sehat di Jogja rakan-rakan ken…!

    >>> evanrama
    Thanks atas info barunya van! Salam Mahasiswa

    >>> bluedicko
    Itu dia, masak kita-kita gak masuk koran ya…
    Padahal satu banda aceh udah rawon-rawon😉

  9. SOAL EPAPER, LUMPOE….
    Meukoran yg jai iklan pih mantong peu nyum koran. boh pane na cara peupree koran.
    Peace…

  10. baca koran budaya yang sudah jarang sekali gan, soalnya sekarang cenderung serba internet
    salam kenal http://manfaatbersama.blogspot.com

    • Salam kenal kembali MF😀

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: