• Kicauan Terakhir

  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Miftah Habibi on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Noer on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    morishige on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Muhammad Farhan on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Alfiandar on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    13 Tahun jadi Blogge… on Tersadar Kalau @Twitter Sudah…
    13 Tahun jadi Blogge… on Flying and Blogging with @Word…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Disaat Energi Positif (Bisa) Berkembang


The power of positive energyKETERTARIKAN atas sesuatu yang baru atau hal yang belum pernah dirasakan, ternyata sekilas akan menjadi energi positif untuk berkembang.

Ini bukan sebuah teori berdasarkan analisa mendalam, namun hanya rasa yang bisa kita temukan dalam keseharian. Mencoba dan mendengarkan apa yang orang kehendaki, meresapi setiap kata-kata yang dilontarkan dan berakhir menjadi sebuah instropeksi diri. Continue reading

Ketika Mimpi Membuyarkan Ide


MIMPI bisa buyar, atau mimpi membuyarkan ide. Begitulah, karena beberapa hari lalu sebelum tidur mengingatkan topik menarik (menurut saya) untuk dituliskan di blog.

Namun, hal yang manusiawi menimpa pikiran dan topik itu pun telah terbawa mimpi. Tidak begitu jauh-jauh tentang jejaring sosial alias social media yang saat ini sedang butuh perhatian besar melihat ekses pengguna (mutual friends) yang sudah amburadul.

Barangkali nanti, jika mimpi itu kembali akan saya tuliskan lagi. Percaya atau tidak kadang mimpi itu bisa kembali, malah kembali saat kita mau merebahkan badan. Continue reading

Film Tsunami Aceh Hadir di Layar Lebar


Mesjid Baiturrahim pascatsunami 2004 (Credit blog Anak Medan)

Mesjid Baiturrahim pascatsunami 2004 (Credit blog Anak Medan)

SAYA awalnya gak yakin novel saya difilmkan, apalagi saya kan akuntan. Bahkan dalam mimpi tak pernah terpikir. Saya belum pernah ke Aceh, tapi saya yakin setiap orang akan mengingat bencana itu. Sebagai penulis saya ingin mengenangnya. Semoga lebih banyak orang bisa dapat hikmah.”

Itulah sepenggal kalimat yang dilontarkan oleh Tere Liye yang tidak lain adalah sang penulis novel “Hafalan Shalat Delisa” seperti dikutip dari Kapanlagi.com, Rabu (21/12).

Novel yang membuat pembaca menitikkan air mata ini memang sekilas bisa menggambarkan apa yang terjadi pada saat tsunami dan gempa bumi mengguncang serta meluluhlantakkan sebagian Aceh. Apalagi kisah yang diangkat dalam novel ini menjadi sebuah titik temu, dimana perjalanan hidup keluarga sederhana di pesisir pantai nan indah, Lhoknga, Aceh Besar. Continue reading

%d bloggers like this: