Kejahatan Dunia Perbankan


cyber crime

Ilustrasi oleh computersafetytips

MELIHAT fenomena yang ada disekitar kita, ternyata cukup rawan dengan berbagai tindak kejahatan. Jika modus penipuan melalui undian telah biasa, kini giliran dunia perbankan yang menjadi isu tangan-tangan jahil tidak bertanggung jawab.

Walau terkesan saya telat informasi, ternyata dunia kejahatan di perbankan jauh hari sudah santer diperdengungkan oleh para nasabah. Ada beberapa poin yang ingin saya kemukakan dan berbagi bersama rekan-rekan netter semua terkait isu dan gejala yang saat ini berjalan.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa bank itu terdiri dari milik swasta dan pemerintah, apalagi bank century (no politik). Semalam ketika saya mendengar sebuah radio dipagi buta bahkan ayam pun belum berkokok, sang penyiar membawa acara tentang kejahatan di ATM (Anjungan Tunai Mandiri).

Nah, dari acara tersebut yang konon tidak banyak orang yang mendengar, pada malam hari menjelang pagi buta, banyak hal-hal yang menarik untuk disimak dari para pendengar seperti kasus pembobolan rekening melalui ATM dengan cara yang sangat unik dan cukup canggih. Tentu ini telah merujuk pada kejahatan kriminal alias cyber crime tentu bila ketahuan akan terjerat UU ITE.

Jika kita melakukan pembukuan disebuah bank tertentu, yang terbagi dari Kantor Pusat, Kantor Cabang Pembantu, Kantor Cabang Unit sampai dengan Kantor cabang di pedesaan. Ternyata tidak semua bank yang berada di unit pedesaan, sebutlah begitu memiliki jaringan yang terhubung ke pusat alias daring (online). Dari sinilah, kehatian-hatian dari setiap calon nasabah patut diperhatikan sebelum menjurus ke hal-hal yang lebih runyam.

Tidak bisa disangkal juga bahwa, banyak juga permainan  pihak dalam di kantor cabang/unit yang tanpa memiliki koneksi (online) ke pusat bisa mempermainkan isi tabungan rekening kita. Ingat, setiap kejahatan bisa terjadi kapan dan dimana saja bahkan dalam sebuah instansi seperti perbankan ini dan disinilah dibutuhkan sebuah kepercayaan antara bank dan nasabah.

Kasus menarik lainnya, ada cerita bahwa seorang office boy (OB) sebuah bank mengaku bisa menarik sejumlah uang dari rekening orang lain dengan memanfaatkan kartu ATM yang ada (ini salah satu pengakuan dari OB).

Banyak istilah yang beredar bahwa teknik kejahatan yang dilakukan melalui skimming, hijacking via mobile banking atau mungkin bisa juga dengan teknik tradisional dengan memanfaatkan orang dalam di bank tersebut.

Sudah lama, beberapa ATM telah menganjurkan bagi para pengguna untuk menggantikan PIN dengan 6 digit standard dari sebelumnya 4 digit. Namun, dibeberapa pihak mengharapkan model akses PIN ini tidak diterapkan lagi, melainkan diganti dengan cara sidik jari (fingerprint). Tapi belum dapat dipastikan juga bahwa teknik sidik jari juga bisa dibobol melalui metode lainnya.

Begitulah kisah-kisah yang terjadi, lagi-lagi nasabah menjadi tumbalnyanya. Selain dibutuhkan keseriusan pemerintah dan juga bank yang terkait, ini juga merupakan berkembangkan teknologi yang tidak dapat disalahkan begitu saja.

Kejahatan yang terjadi memang tidak pernah terpikirkan oleh kita, ketika teknik ini tidak bisa lagi, tentu si tangan jahil bakal mencari teknik lainnya. Bahkan banyak sekali video-video di internet beredar tentang bagaimana cara melakukan kejahatan, walaupun terkadang isu terkesan trik atau tips yang tentunya bisa merugikan pihak lain.

Akhir kata, sering-seringlah ke bank untuk mencetak isi buku rekening anda dan perlu diingat apakah bang tersebut terhubung secara online. Jika tidak, ada baiknya anda mempertimbangkan lagi untuk menabung di bank tersebut.

Semoga teknologi yang semakin canggih, tidak membuat orang enggang menabung ke bank, atau mau lebih aman tabung di rumah dan masukkan uang ke bambu atau dalam peti (kembali ke masa dulu). So berhati-hatilah para nasabah.[]

35 Responses

  1. repot meski semakin canggih teknologi, tapi orang jahat juga ga mau ketinggalan.

    masih aman waktu ibu saya muda, nyimpen uang di atas bantal aman ,,,,

    salam

    • jelas aman, cuma resiko saat terjadi musibah…
      kayaknya kita kembali ke jaman dulu aja untuk masalah simpan menyimpan…

      salam kenal kembali ofaragil🙂

  2. sebaiknya kudu waspada aja para nasabah. ganti pin secara periodik agar aman yach…….
    Hehehehe… ( itu hanya saran )

    • selama hal ini belum belum terselesaikan dengan baik ada betulnya mengganti pin secara periodik walaupun tidak menjamin akan hal tersebut dan tergantung banknya juga lo🙂

  3. saya buruan ganti pin jadinya,,,
    hask hask..

    • walaupun kita ganti pin, kita juga harus tahu beberapa trik dan tips terlebih untuk BCA yang mempunyai identifikasi transaksi berulang kali untuk security malah menjadi lemah jika hal di atas terjadi🙂

  4. atau gunakan uang untuk investasi. menggunakan uang di sektor riil bisa lebih menguntungkan daripada diendapkan di tabungan. ada berbagai pilihan investasi aman dan murah. tinggal disesuaikan dengan kecenderungan kita.🙂

    • takutnya banyak orang berinvestasi lagi-lagi disimpan di bank, kecuali investasi tepat guna seperti yang dijelaskan tadi sesuai dengan kecenderungan kita dan harus menyimpan di tempat yang rahasia untuk sementara waktu sebelum diinvestasikan.🙂

  5. oya, salam kenal, terima kasih telah berkunjung ke blog saya. ijin untuk menjalin tali silahturahim dengan bertukar link.
    terima kasih.🙂

    • salam kenal kembali, siap deh akan saya masukkan ke bagian My Links🙂

  6. walau kejadian nya sdah begni kita tetep tidak usah takut yang penting waspada…..

    • yup, kewaspadaan memang sangat dibutuhkan ditengah berkembangnya teknologi seperti ini.

  7. Iya kejahatan paling kotor adalah kejahatan perbankan. Ironisnya sebenarnya itu dilakukan para bankir dan tidak terpantau…

    • maka dari itu kita tetap peduli dengan lingkungan sekitar, sehingga hal ini bisa membuat trust masyarakat lambat laun berkurang terhadap perbankang.

  8. wah saya mendingan nabung di bawah kasur aja!! minimal kalo ada yang mau maling ada sedikit perlawanan!!

    • betul juga tuh, kembali ke jaman dulu..🙂
      mempertahankan harga itu harus daripada tanpa perlawanan😉

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: