• Kicauan Terakhir

    • RT @iaialmuslimaceh: “Mohon doanya semua ya, semoga Nisa bisa membawa baik nama kampus di tingkat provinsi dan menjadi semangat untuk kita… 4 days ago
    • RT @iaialmuslimaceh: Mahasiswi Kampus Paya Lipah Institut Agama Islam (IAI) Almuslim Aceh Nisa Nurazizah kembali masuk nominasi tiga besar… 4 days ago
  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Miftah Habibi on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Noer on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    morishige on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Muhammad Farhan on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Alfiandar on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    13 Tahun jadi Blogge… on Tersadar Kalau @Twitter Sudah…
    13 Tahun jadi Blogge… on Flying and Blogging with @Word…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Gunongan, Tempat Bermainnya Putroe Phang


PAGI yang terbilang masih menyengat, tidak banyak bicara, hanya sesekali kali saya interupsi dengan lawan bicara disaat mendengar cerita dan sejarah Pak Yahya (72), salah satu petugas yang mengabdi untuk menjadi komplek Gunongan, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

Ceritanya begitu dalam, tidak ada buku tebal dihadapannya hanya saja ingatan yang telah direkam lama olehnya saat menjelaskan asal mula Gunongan, Leusong, Kandang serta Pinto Khob. Continue reading

Rebranding untuk Pariwisata Aceh


BEBERAPA hari lalu kata-kata rebranding/re-branding kerap terbaca di media-media lokal di Aceh, tapi tidak lama saya menyangkal ini pasti terkait menyambutnya tahun kunjungan wisata Aceh tahun 2013 (Visit Aceh 2013, -pen) dan akhirnya teraminkan juga perihal berita tersebut. Continue reading

Cita Rasa dan Aroma “Bebek Kuntilanak” Desa Turam


Jadi beginilah hidangan sederhana ala bebek kuntilanak desan Turam

BICARA soal makan memang tidak ada habisnya, tidak hanya makanan atau pangan jenis baru melainkan yang lama pun masih tetap saja begitu menggoda.

Begitulah cita rasa yang ditawarkan oleh “bebek kuntilanak” ala desa Turam, Peukan Biluy Kabupaten Aceh Besar ini.

Kari bebek khas masakan Aceh Rayeuk ini memang tidak ada nama resmi, namun sebutannya pun hanya beredar dari mulut ke mulut.

“Ayah”, itulah sebutan juru kunci pemilik kuliner bebek yang hanya buka di malam hari tersebut dari pukul 19.00 WIB sampai menjelang larut malam sekitar pukul 3.00 WIB pagi dan itu pun jika masih tersisa, kadang bisa lebih awal tutupnya.

Maka tidak heran kuliner dengan aroma u teulheue/u neulheu (kelapa gonseng gilingan) ini bisa mendapat julukan bebek kuntilanak. Pasalnya cuma ada di malam hari dan lorong masuk ke rumah Ayah terkenal cukup gelap, jadi ada baiknya pergi tidak sendirian bisa-bisa disambet kunti benaran kesasar. Continue reading

%d bloggers like this: