• Kicauan Terakhir

  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Miftah Habibi on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Noer on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    morishige on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Muhammad Farhan on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Alfiandar on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    13 Tahun jadi Blogge… on Tersadar Kalau @Twitter Sudah…
    13 Tahun jadi Blogge… on Flying and Blogging with @Word…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Mempertahankan Peradaban Aceh


perang

image by antipemurtadan.wordpress.com

DALAM kesempatan kali ini saya akan mengulas sedikit tentang peradaban Aceh, seperti yang pernah termuat dalam sebuah buku “Sejarah Peradaban Aceh” karangan Abdul Rani Usman (A. Rani Usman, -pen) salah satu putra Aceh yang lahir di Ulee Ateueng, Simpang Ulim, Aceh Timur.

Buku yang mengulas peradaban Aceh tersebut, saya peroleh dari hasil pencarian sederhana melalui jaringan internet yang berada di perpustakaan pusat Universitas Indonesia, dan setelah saya lihat-lihat dari daftar isi buku tersebut, ternyata membuat saya agak sedikit tertarik untuk bisa membaca dan mengulas lebih dalam. Continue reading

Kaum Yang Hilang Akibat Dosanya


Laut Mati

Ilustrasi: Google Images

Baru kali ini menyempatkan kembali waktu untuk menulis sebuah uraian singkat dari apa yang saya lewati jum’at (16/01) yang lalu, maklum keadaan dan waktu serta kesempatan yang ada untuk mempublikasikan tulisan singkat yang mungkin serba kekuragan ini tidak begitu mendukung.

Mari kita lihat apa yang menjadi topik penting khutbah jum’at kali ini disaat saya masih berada dalam suasana menikmati liburan akhir semester ini.

Satu potong ayat Al Qur’an yang berada pada juz ketujuh yakni surat Al An’aam ayat ke 6 yang mempunyai arti “Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.”

Bisa dibaca lagi >>>

4 Tahun Yang Lalu


Tangis dan air mata

Tangis air mata atas kebesaran Mu Ya Allah/foto by HA

EMPAT tahun yang lalu di ujung pulau Sumatera, deras air mata dan tangis telah membasahi. Empat tahun yang lalu juga musibah tsunami telah menjadi kenangan yang tak pernah terlupakan di alam jagad raya ini.

Banyak yang telah terlewati dan seiring waktu berjalan, segala perubahan yang ada membuat yang lama menjadi bekas yang tidak hilang dari sejarah.

Semua yang dirasakan oleh mereka dan saya juga salah satu diantaranya merupakan hal yang tak bisa terlupakan begitu saja. Detik-detik yang meluluhlantakkan seisi kota dan bagian negara menjadi teriakan yang tak berdaya anak manusia. Continue reading

%d bloggers like this: