• Kicauan Terakhir

  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Miftah Habibi on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Noer on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    morishige on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Muhammad Farhan on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Alfiandar on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    13 Tahun jadi Blogge… on Tersadar Kalau @Twitter Sudah…
    13 Tahun jadi Blogge… on Flying and Blogging with @Word…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Perjalanan Sang Blogger


way of life

Foto : KOMPAS.COM/Yudistira Bayu A

TANGGAL bisa saja terus berganti, namun seorang pribadi jarang bisa terganti. Itulah kata yang mungkin cocok bagi pribadi saya kini menjalani hidup lebih dari dua dasarwarsa.

Ada sepenggal kalimat yang saya torehkan pada lembaran status mukabuku dengan sebuah tag sederhana yakni, semangathidup23. Kalimat tersebut berbunyi, “SUNGGUH waktu telah berjalan dalam setiap hitungan detik yg berlalu, banyak sejarah yang ikut bersamanya. Walaupun bkn beban yg berat, tapi sebuah tanggung jawab yg melekat pada diri ini untuk bisa memberikan yg tebaik. Perjuangan tdk akan usai begitu saja, banyaknya kerikil yang kadang membuat jatuh ditengah jalan, itulah celah yg harus jd pijakan utama untuk terus berusaha yg tdk lepas dari do’a.”

Jika anda melihat gambar di atas, tentu anda akan memikir sebuah kata  atau kalimat yang mungkin akan sangat sederhana walaupun banyak orang akan menafsirkan secara berbeda-beda. Seorang yang berjalan di atas rel kereta api, lihatlah kedepannya rel yang tidak begitu lurus, namun ada saja belokan kecil dan kadang antara satu rel yang lain menyatu dalam satu rel lainnya. Continue reading

Perjalanan Hidup dan Mati


hidup dan mati

Ilustrasi oleh by applemintred I batman

TAK ada yang menduga bahwa akhir dari perjalanan kita nanti sebuah kematian. Sesuatu yang sering melintas disemua pikiran anak manusia yang telah dewasa dan tahu hidupnya.

Secarik kertas mungkin bisa digoresi tinta, namun melalui sebuah postingan ku mencoba melukiskannya itu, walaupun tidak semua bisa terucap sampai ke jari-jari ini.

Pelepas dari segala perjalanan, dari mulai kita hidup sampai akhir ajal dan menemui kata terakhir untuk pergi meninggalkan dunia yang fana ini (mati).

Saat-saat dunia makin lemah
Ku melihat berbagai karma menghujamnya
Sang Pemimpin dengan segala titahnya
Si miskin dengan upaya menahan perutnya
Berseru dan menyeru untuk sebuah kuasa dan daya Continue reading

%d bloggers like this: