• Kicauan Terakhir

  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    pekanbola on Ketika #Pesona10001Saman Gayo…
    Aulia Fitri on Gunongan, Tempat Bermainnya Pu…
    Aulia Fitri on Ketika #Pesona10001Saman Gayo…
    Monza Aulia on Ketika #Pesona10001Saman Gayo…
    Elizabeth on Gunongan, Tempat Bermainnya Pu…
    Jual aksesoris handp… on Voucher Diskon Jadi Tren Belan…
    Jual aksesoris handp… on Cara Mencegah Virus #WannaCry…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

  • Advertisements

Ketika Cinta Menjadi Salah Arti


love error

ilustasi dari renaissanceblackwoman.com

Dalam satu jiwa, pasti telah ada sebuah gumpalan daging. Bila daging itu hitam maka hitam lah semua hidup ini, namun sebaliknya bila daging itu bersih maka indahlah semua hidup ini. Daging itu adalah hati, dimana semua rasa dan balutan jiwa bersemi padanya. Kata indah dari anak manusia yang penuh dengan hidup yang berliku bisa saja sirna bila rasa cinta dan mabuknya dunia telah ada bagi segenap asanya.

Melihat dunia dan bangsa sekarang ini, seakan moral yang ada dibangsa kita makin hari makin bisa berujung tanpa ada aturan dan telah tiada, berapa banyak wanita di bangsa kita yang setiap hari dilecehkan, dinodai, diperkosa bahkan disiksa dengan budak nafsu yang sangat biadab. Continue reading

Advertisements

Bukan Dangdut Seperti Yang Dulu Lagi


Melihat acara “Topik Kita” di antv, memang isu hangat tentang goyangan dangdut selama ini menambah panjang tentang permasalah moral bangsa. Dalam acara tersebut tampil bintang tamu dari sebuah group dangdut trio macan yang kebetulan group ini sangat terkenal dengan goyangannya.

Hal menarik dari berbagai pertanyaan yang diajukan dalam acara topik ini selalu bermunculan kata-kata yang umum dari mereka (trio macam, pen) tentang pendapat dan pandangan mereka dalam aksi panggung.

“Semua tergantung…”, seperti itulah ketika ada pertanyaan yang mereka anggap semua kembali ke publik, sempat dalam acara yang sama pula melalui line telepon Walikota Bogor menilai hal ini harus bisa diminimalisir oleh mereka para pen-dangdut (walaupun bukan kata baku) untuk bisa menjaga nilai kesopanan dalam setiap aksi dan gerakan.

Masih banyak sebenarnya pendangdut Indonesia yang berlaku sama seperti trio macam baik itu dari tingkat goyangan sampai dengan kualitas dari hiburan itu sendiri yang makin menjurus dalam pornografi atau pun pornoaksi. Apalagi yang berlaku dalam penyiaran seperti di televisi memang harus melibatkan pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang melakukan sensor terhadap tanyangan yang ada.

Namun hasilnya anda bisa melihat sendiri, berbagai tanyangan konser-konser dangdut hampir semua memiliki rate yang jauh dari perkiraan. Bobroknya moral sebuah bangsa memang tidak harus dilihat dari segi hiburan dangdut saja misalnya, masih banyak celah yang lain. Tapi setidaknya hal tersebut merupakan langkah yang paling manjur untuk mencegah kurangnya budaya malu di bangsa ini yang makin hari makin merosot.

Hal yang paling aneh selama ini terjadi di media adalah adanya artis dangdut yang protes akan tindakannya melalui jalur hukum yang dianggap telah menjegal aktivitasnya sebagai pendangdut. Memang dunia sudah edan, orang menilai sesuatu serba penuh dengan logika saja. Kalau itu enak buat pribadi ya tetap dijalankan saja, bagaimana dengan orang lain terserah mereka yang menilai terlebih harus membawa-bawa nama agama.

Kata-kata seperti itu kerap kita dengar, artis yang menjadi publik figur sebenarnya mempunyai kode etik tersendiri. Dimana harus memberikan contoh yang baik ke masyarakat luas, bukannya hanya memikirkan diri pribadi bahkan hak privasi yang biasanya dilecehkan orang.

Sungguh inilah realita dalam kehidupan di dunia hiburan di Indonesia, negara barat saja seperti Amerika sebenarnya telah menerapkan denda bagi penyanyi yang melakukan aksi tidak senonoh di depan publik. Nah, untuk Indonesia hal seperti ini harus menunggu waktu lama.

Maka sangat jelas hiburan dangdut di Indonesia “Bukan Dangdut Seperti Yang Dulu Lagi” dimana nilai-nilai etika dan moral kian hari makin merosot, apakah hanya musik ber-genre dangdut saja? anda punya jawabannya.

Pornografi dan Pornoaksi


pornografi

Ilustrasi: bagusjefftesavenes.blogdetik.com

PORNOGRAFI atau pornoaksi, sebuah penggalan kalimat yang selalu membuat publik jadi “membabi buta” (pro dan kontra). Sedikit mengutip dari sebuah RUU yang membicarakan hal tersebut, Pornografi adalah substansi dalam media atau alat komunikasi yang dibuat untuk menyampaikan gagasan-gagasan yang mengeksploitasi seksual, kecabulan, dan/atau erotika. Sedangkan pornoaksi adalah perbuatan mengeksploitasi seksual, kecabulan, dan/atau erotika dimuka umum.

Cukup berasalan dengan dua pernyataan diatas bahwa hal ini telah menjadi momok tersendiri akibat Indonesia sudah dicap menjadi negara nomor dua sebagai “surga” pornografi setelah Rusia. Mengutip lagi seperti yang ada di wikipedia yang menyatakan bahwa: Continue reading

%d bloggers like this: