• Kicauan Terakhir

  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Miftah Habibi on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Noer on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    morishige on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Muhammad Farhan on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Alfiandar on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    13 Tahun jadi Blogge… on Tersadar Kalau @Twitter Sudah…
    13 Tahun jadi Blogge… on Flying and Blogging with @Word…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Pliek U, Penganan Unik dan Nikmat dari Aceh


plik u teulheuBENTUKNYA terbilang biasa saja, beberapa daun yang dicincang terlihat begitu jelas menyatu dengan tumbukan kasar dari patarana (pliek u), namun yang tak ketinggalan cabai rawit pun menjadi pelengkap dari penganan unik yang satu ini.

Penasaran bagaimana bentuk dari keunikan makanan yang satu ini? Beberapa waktu lalu, saya menyempatkan diri untuk mengunggah foto ini ke jejaring sosial Facebook, ada beragam komentar yang bermunculan. Apa tanggapan mereka?

Masakan Aceh, Belum Jadi Ikon Kuliner Indonesia


Kuah Plik UADA 30 ikon kuliner tradisional Indonesia (IKTI) atau masakan khas Indonesia yang tahun ini wajib diajarkan di seluruh sekolah pariwisata. Selain itu, ikon kuliner ini juga disebutkan mencirikan sebagai khas daerah masing-masing.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu ada banyak sekali kuliner di Indonesia. Ia mengaku, sangat sulit juga menentukannya, dimana harus melibatkan sejumlah juru masak dan tata boga di Indonesia seperti William Wongso dan Chef Bondan Winarno, untuk berdiskusi alot hingga bisa menentukan 30 IKTI. Apa sajakah 30 ikon kuliner Indonesia ini?

Cita Rasa dan Aroma “Bebek Kuntilanak” Desa Turam


Jadi beginilah hidangan sederhana ala bebek kuntilanak desan Turam

BICARA soal makan memang tidak ada habisnya, tidak hanya makanan atau pangan jenis baru melainkan yang lama pun masih tetap saja begitu menggoda.

Begitulah cita rasa yang ditawarkan oleh “bebek kuntilanak” ala desa Turam, Peukan Biluy Kabupaten Aceh Besar ini.

Kari bebek khas masakan Aceh Rayeuk ini memang tidak ada nama resmi, namun sebutannya pun hanya beredar dari mulut ke mulut.

“Ayah”, itulah sebutan juru kunci pemilik kuliner bebek yang hanya buka di malam hari tersebut dari pukul 19.00 WIB sampai menjelang larut malam sekitar pukul 3.00 WIB pagi dan itu pun jika masih tersisa, kadang bisa lebih awal tutupnya.

Maka tidak heran kuliner dengan aroma u teulheue/u neulheu (kelapa gonseng gilingan) ini bisa mendapat julukan bebek kuntilanak. Pasalnya cuma ada di malam hari dan lorong masuk ke rumah Ayah terkenal cukup gelap, jadi ada baiknya pergi tidak sendirian bisa-bisa disambet kunti benaran kesasar. Continue reading

%d bloggers like this: