• Kicauan Terakhir

  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Miftah Habibi on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Noer on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    morishige on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Muhammad Farhan on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Alfiandar on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    13 Tahun jadi Blogge… on Tersadar Kalau @Twitter Sudah…
    13 Tahun jadi Blogge… on Flying and Blogging with @Word…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Kaum Yang Hilang Akibat Dosanya


Laut Mati

Ilustrasi: Google Images

Baru kali ini menyempatkan kembali waktu untuk menulis sebuah uraian singkat dari apa yang saya lewati jum’at (16/01) yang lalu, maklum keadaan dan waktu serta kesempatan yang ada untuk mempublikasikan tulisan singkat yang mungkin serba kekuragan ini tidak begitu mendukung.

Mari kita lihat apa yang menjadi topik penting khutbah jum’at kali ini disaat saya masih berada dalam suasana menikmati liburan akhir semester ini.

Satu potong ayat Al Qur’an yang berada pada juz ketujuh yakni surat Al An’aam ayat ke 6 yang mempunyai arti “Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.”

Bisa dibaca lagi >>>

Tiga ‘Is’


renungan

Ilustrasi: Google Images

Tiga ‘Is’ bukan merupakan ejaan bahasa Inggris, tapi melainkan sebuah khutbah singkat jum’at yang sebenarnya sudah lama ingin saya tulis. Karena berbentur dengan waktu serta padatnya kegiatan lain, maka baru kali ini saya sempatkan diri untuk menulisnya.

Langsung saja mengenai apa sih itu Tiga ‘Is’, Is pertama adalah Istighfar, seperti yang saya kutip dalam wikipedia mempunyai pengertian tindakan meminta maaf atau memohon keampunan dari Allah. Hal ini adalah salah satu bagian yang penting dalam Islam. Tindakan ini pada umumnya dilakukan dengan mengulangkan perkataan Arab astaghfirullah, yang bermakna “Saya meminta keampunan Allah“. Continue reading

Istiqamah


istiqamah

Ilustrasi: Google Images

Sidang jamaah jumat yang dirahmati Allah SWT, lantunan sapaan yang kerap ini alhamdulillah masih bisa saya dengarkan lagi pada pertemuan jum’at kali ini, tentunya dengan segala nikmat iman dan nikmat kesehatan yang diberikan oleh-Nya.

Jum’at kali ini sang khatib membawa khutbah singkatnya dengan tema Istiqamah, barang tentu kita sudah sangat familiar dengan kata tersebut. Banyak ayat dalam Al Quran yang telah Allah firmankan, diantaranya seperti yang saya kutip dalam surat Al Ahqaaf ayat 13 ,“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita”.

Dalam kehidupan sehari-hari pun kita selalu memohon dalam shalat agar selalu ditunjukkan jalan yang lurus (Ihdinash shiraathal mustaqiim) sebanyak 17 kali dalam sehari semalam minimal. Jalan yang telah diridhai Allah dengan yang benar-benar hakiki mutlak yang harus kita jalankan.

Selain dalam Al Quran pun, masih banyak hadist dan contoh yang telah Nabi perlihatkan pada umatnya. Seperti yang Nabi lakukan ketika mengambil tongkatnya untuk menyatakan kepada para sahabat tentang hal yang satu ini yakni istiqamah. Continue reading

%d bloggers like this: