• Kicauan Terakhir

  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Miftah Habibi on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Noer on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    morishige on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Muhammad Farhan on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Alfiandar on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    13 Tahun jadi Blogge… on Tersadar Kalau @Twitter Sudah…
    13 Tahun jadi Blogge… on Flying and Blogging with @Word…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Magnet Spritual dalam Sebuah Foto


Gambar dari economist.comSEKILAS foto atau gambar di atas biasa saja, dengan paduan warna putih dan hitam kita melihat adanya sebuah kekuatan.

Foto yang saya temukan di sebuah rubrik situs¬†The Economist¬†yang berjudul “Photography from the Middle East,¬†Camera tricks” memang akan bernilai luar biasa dimata pada penikmat fotografi ¬†atau bagi Anda yang suka dengan sesuatu yang berbau tentang trik memotret. Continue reading

Sosok Kek Abdul Wahab di Mata Mereka


Kek Abdul Wahab (Foto M Iqbal)KABAR duka yang lazim selalu kita dengar tidak pernah ada habisnya, terlahir dan pergi di dunia yang fana ini telah menjadi sebuah bukti bahwa kehidupan ini hanyalah sementara.

Di salah satu sudut kota, sesosok kakek tua dibalik hingar bingar suasana kuta para raja-raja, dulunya ada Kek Abdul Wahab yang setia menjajal dagangan sayur ala kadarnya kepada warga kota.

Tapi kini sosok kakek tua yang berumur lebih dari 82 tahun ini  tidak akan pernah kita  jumpai atau lihat lagi di pusat keramaian kota itu, melainkan kini beliau tenang disisi-NYA. (Amin)

Berita kepulangan kek Wahab kepangkuan Ilahi tersiar Sabtu (14/4) lalu, dan menurut berita serta kabar yang diturunkan oleh salah satu media di Aceh, kek Wahab menghembuskan nafas terakhir ba’da Maghrib di rumahnya Desa Li Eu, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar. Continue reading

‘Na Peng Siribe?’, Inilah Kehidupan


kakek

ADA¬†uang seribu?” itulah arti dari sepenggal judul di atas yang saya dengar, lihat dan keluar dari mulut seorang kakek yang berumur sekitar 70 lebih.

Matahari kala itu masih menyengat, Kamis (26/1), saya lihat jam dinding disebuah warung kopi sudah menunjukkan pukul 14.00 WIB yang pertanda masih siang bolong.

Dari kejauhan sesosok kakek melintasi jalan untuk menyeberang ke arah sebelah, saat itu saya berada di pinggiran jalan Medan – Banda Aceh daerah Krueng Geukuh, Aceh Utara, warung tempat dimana para sopir minibus L-300 beristirahat sejenak untuk makan dan minum.

Konon warung/rumah makan pinggiran jalan Krukuh (sebutan singkat dari Krueng Geukuh, -red) ini memang terkenal sejak lama dengan masakannya, selain layanan bagus, tempatnya pun nyaman. Continue reading

%d bloggers like this: