• Kicauan Terakhir

  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Miftah Habibi on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Noer on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    morishige on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Muhammad Farhan on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Alfiandar on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    13 Tahun jadi Blogge… on Tersadar Kalau @Twitter Sudah…
    13 Tahun jadi Blogge… on Flying and Blogging with @Word…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Perjalanan Sang Blogger


way of life

Foto : KOMPAS.COM/Yudistira Bayu A

TANGGAL bisa saja terus berganti, namun seorang pribadi jarang bisa terganti. Itulah kata yang mungkin cocok bagi pribadi saya kini menjalani hidup lebih dari dua dasarwarsa.

Ada sepenggal kalimat yang saya torehkan pada lembaran status mukabuku dengan sebuah tag sederhana yakni, semangathidup23. Kalimat tersebut berbunyi, “SUNGGUH waktu telah berjalan dalam setiap hitungan detik yg berlalu, banyak sejarah yang ikut bersamanya. Walaupun bkn beban yg berat, tapi sebuah tanggung jawab yg melekat pada diri ini untuk bisa memberikan yg tebaik. Perjuangan tdk akan usai begitu saja, banyaknya kerikil yang kadang membuat jatuh ditengah jalan, itulah celah yg harus jd pijakan utama untuk terus berusaha yg tdk lepas dari do’a.”

Jika anda melihat gambar di atas, tentu anda akan memikir sebuah kata  atau kalimat yang mungkin akan sangat sederhana walaupun banyak orang akan menafsirkan secara berbeda-beda. Seorang yang berjalan di atas rel kereta api, lihatlah kedepannya rel yang tidak begitu lurus, namun ada saja belokan kecil dan kadang antara satu rel yang lain menyatu dalam satu rel lainnya. Continue reading

Jeratnya Dunia


Ternyata dalam hitungan dua minggu, ujian akhir alhamdulillah selesai juga. Banyak sekali waktu yang sudah terlewati dari mulai mempersiapkan ujian sampai selesai seperti ini. Satu arti bahwasanya hidup akan selalu berputar dan berputar tanpa ada yang bisa menghentikannya, kecuali Lillahi Rabbi.

Dari sekian pekan yang telah saya lalui, sangat terasa aktivitas di dunia maya ini ternyata tidak surut begitu saja. Walaupun ujian dan kesibukan tugas lainnya masih sempat barang 5 menit melihat dan mengucapkan “say hello” walau pun hanya pertemuan itu bukan nyata.

Aktivitas yang berlalu seakan hanya dari akademik ke akademik saya, maklum organisasi yang kini ada melekat pada diri saya pun sudah tidak begitu ada lagi. Walaupun begitu mereka yang di sana, tetap masih betah untuk saya lirik. Karena ini adalah konsekuensi untuk masa depan. Continue reading

Do’a dan Hubungan


Doa

SEGALA puji dan syukur tak lupa saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah senantiasa memberikan nikmat sehat dan nikmat iman untuk bisa terus menunaikan ibadah wajib shalat jum’at berjamaah. Hari ini jum’at tanggal 10 Agustus 2007 bertepatan dengan hari registrasi Maba Fasilkom UI 2007 yang bertempat di gedung PAU (waduh gak nyambung). Langsung to the point saja, mengingat banyak yang harus di utara disini.

Kebetulan hari ini tema sang khatib untuk khutbah singkat jum’at adalah seputar shalat mengingat besok tanggal 11 Agustus 2007/27 Rajab 1428 merupakan peringatan hari Isra’ Mi’raj Nabi kita Muhammad SAW yang telah 11 tahun setelah Muhammad diangkat menjadi Nabi adalah puncak pristiwa yang dialami Nabi Muhammad dalam perjuangan mengembangkan agama Islam.

Pada kesempatan ini, sang khatib menyampaikan beberapa uraian tentang pentingnya shalat bagi mereka yang benar-benar shalat dalam arti etimologi yang dibagi dua yakni “doa” dan “hubungan”. Adapun arti shalat yang bermaknakan “doa” adalah sebuah perpaduan gerakan, ucapan untuk memanjatkan dzikir dan terus mengingat Allah SWT dimana pun dan kapan pun karena itu tidak ada alasan untuk dapat meninggalkan shalat, sedangkan dari arti “hubungan” tidak lain merupakan sebuah wujud tanda penghambaan diri langsung menghadap Rabb.

Itulah kurang lebih yang disampaikan, kemudian juga mengenai shalat itu sendiri sang khatib mencoba untuk bisa merenungi sejauh mana kita telah benar-benar mendirikan shalat selama ini, ataukah hanya sebagai ritual/pelaksanaan yang tidak memberikan sebuah makna dalam kehidupan ini. Karena secara hakikatnya dalam mengerjakan shalat terdapat dua ikatan baik secara sosial dan pribadi mulai dari niat sampai salam.

Ketika pribadi kita mengerjakan shalat, dalam beberapa ucapan kita memohon secara pribadi untuk diri sendiri yakni hablum minallah, namun selaras dengan itu pula kita juga telah melakukan sebuah hubungan hablum minannas yang berwujud dalam doa baik di awal maupun di akhir. Ini merupakan sebuah keistimewaan yang sangat luar biasa kalau bisa kita kaji. Wallahu ‘Alamu Bish-Shawaab

Ilustrasi 5892nieyna.blogspot.com

%d bloggers like this: