• Kicauan Terakhir

  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Miftah Habibi on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Noer on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    morishige on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Muhammad Farhan on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Alfiandar on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    13 Tahun jadi Blogge… on Tersadar Kalau @Twitter Sudah…
    13 Tahun jadi Blogge… on Flying and Blogging with @Word…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Demokrasi Indonesia Untuk Internet


internet

Ilustrasi dari kimrichter.com

TAK lengkap rasanya jika memulai aktifitas dunia maya tanpa membuka twitter, berselang beberapa jam muncul beragam link di dunia kicauan tersebut muncul dengan berbagai corak dan latar belakang twitterati. Nah, dari kesekian link yang terjaja dengan bebas itu salah satu adalah konten masalah RPM (Rancangan Peraturan Menteri) Kominfo Tentang Konten Multimedia.

Aksi pun beraksi, begitulah kata yang pantas jika kita menjejaki dunia jejaring sosial atau tepatnya social media di dunia maya. Tak hanya itu saja, sekian pengguna mulai mengawali dengan melakukan penolakan alias boikot dengan trending topic #tolakrpmkonten.

Lalu, jika kita simak secara seksama atau secara sekilas saja mungkin dari RPM Konten ini akan tersirat makna yang lagi-lagi menghalang masyarakat Indonesia untuk bergerak hanya sesuai batas sempit, masyarakat Indonesia itu adalah netter (pengguna Internet) dengan berbagai profesi dan minatnya. Continue reading

We Need Unlimited Internet


evolusi_flash_dari_tahun_ke_tahun

Evolusi jagoan Flash dari masa ke masa

Entah berapa banyak suara di luar sana yang telah berbusa-busa menuntut kebijakan dari apa yang telah diperbuat oleh Telkomsel, sudah berapa banyak media massa yang memberitakan hal ini dan begitu khasnya mereka tetap diam (Telkomsel, -red).

Tidak ketinggalan juga para netter maniak (konsumen Tsel, -red) yang membuat petisi online (http://www.petitiononline.com/NoLimit/petition.html) untuk menyalurkan hak-haknya. Apa arti sebuah materai yang bernilai Rp. 6000,- (enam ribu rupiah) dan apa artinya Depkominfo bila sudah mengatakan bahwa tahun 2009, akses Internet di Indonesia akan diturunkan harganya. Continue reading

Aksi Untuk UU ITE


Berbagai pesan melalui chattingan saya hari ini pada jam 17.40 WIB masuk dengan statmen-statmen yang begitu keras dan memberontak dalam arti kata tidak setuju terhadap UU-ITE.

Semenjak Pak M. Nuh Depkominfo bertemu dengan para blogger Indonesia beberapa hari yang lalu, Pak Nuh mengatakan para Blogger adalah keluarga (our family). Pertemuan yang diadakan pada senin malam itu terkait halnya keberadaan situs youtube.com yang disinyalir akan ditutup (blokir) karena memuat video-video yang berbau dengan film fitna yang sempat hit beberapa minggu ini.

Akibat dari itu, pihak youtube.com pun sudah diberitahukan untuk tidak mengedarkan atau mem-publish video tersebut berhubung suasana ancaman terhadap dalangnya film tersebut Geets Wilders makin memuncak.

Tidak ada sesuatu yang khusus sebenarnya terkait dengan UU ITE dengan si GW tersebut, namun entah kenapa aksi dan isu-isu yang menolak ITE semakin hari semakin semeraut. Lihat saja berita-berita yang ada di berbagai media cetak maupun elektronik, semua pasti ada judul yang berhubungan dengan ITE sampai dengan seruan untuk terus diminta direvisi dan dikoreksi untuk lebih bijak dan sosialis terhadap negara ini.

Pasal demi pasal dalam UU ITE pun kian rancu dimata-mata orang yang berkepentingan. Lain lagi dengan masalah pemblokiran situs-situs ternama di internet menambah hangat masalah UU yang satu ini.

Youtube.com, Multiply.com, Rapishare.com, dan masih banyak lainnya yang akan dilist untuk menjadi objek pemblokiran karena dianggap melanggar dari UU ITE. Hasil forward dari chattingan hari ini pun membawa isu Google, Friendster bahkan sampai YM (Yahoo Messanger) akan menjadi list berikutnya.

Jelaslah bahwa pesan chattingan begitu seru dengan aksi untuk mendemo Depkominfo, untuk meminta kejelasan tentang isu-isu yang akan diblok beberapa situs-situs unggulan para pecinta dunia cyber apalagi kalau bukan seperti mbah google, friendster dan lain-lain sebagainya.

Perlukah aksi ini bergulir kedepan untuk kembali terjun ke “lapangan” lagi, apakah tidak cukup hanya sebatas pertemuan para netter seperti yang dilakukan senin malam tersebut oleh Depkominfo? atau emang rakyat ini harus bangun dari meleknya teknologi. Bersama kita bisa!

%d bloggers like this: