• Kicauan Terakhir

  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Miftah Habibi on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Noer on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    morishige on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Muhammad Farhan on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    Alfiandar on 13 Tahun jadi Blogger, Kini Pe…
    13 Tahun jadi Blogge… on Tersadar Kalau @Twitter Sudah…
    13 Tahun jadi Blogge… on Flying and Blogging with @Word…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Lewat Jejaring Sosial, Cut Dewi Ungkap Siapa Cut Farah


Ilustrasi oleh littlemikhael.wordpress.com

SUDAH lama sekali tidak menulis dengan kategori “pulitek” politisasi di blog ini, tapi sebuah tulisan yang bertebaran di jejaring sosial membuat saya harus membaca sekilas demi sekilas, karena jika serius saya bukan ahli untuk hal politik. 😀

Apa yang terjadi di Aceh saat ini menurut beberapa blogger dalam status “hot”, begitulah kata salah seorang panglima blogger Aceh regional VI yang tidak bisa disebut namanya.

Alhasil peran media dalam pemberitaan pemilukada Aceh pun sangat jor-joran dengan beragam informasi yang bisa kita temukan dihampir seluruh media massa cetak/online baik lokal dan nasional, tentunya dengan beragam pandangan dan beragam cara.

Kepopuleran jejaring sosial memang saat ini begitu mewabah, wabil khusus di Aceh. Begitu banyak akun para politisi bermunculan disaat sedang “hot” seperti ini, walaupun terlihat dibalik layar akun tersebut bukannya mereka sendiri yang mengelola melainkan tim (ada juga yang dikelola secara pribadi). Continue reading

Berdalih HAM, Lalu Menyerang Syariat?


Muslim

Ilustrasi: ddhongkong.org

SEBUT saja mereka aktivis, ya mereka adalah aktvitas nomor wahid dalam membela setiap manusia yang tertindas. Tertindas oleh masa, peraturan, maupun oleh uang yang mungkin sedang bergerak dibelakang layar.

Lagi-lagi, Aceh menjadi objek yang tak pernah habisnya untuk terus diuji. Setelah diporak-porandakan oleh musibah tsunami “ie beuna” tahun 2004 lalu, baru-baru ini juga (tahun 2011) dihebohkan dengan merebaknya aliran sesat nan bergejolak, dan yang terbaru saat ini adalah aktivis yang berdalih HAM kini ingin/sedang menyerang syariat Islam. Benarkah demikian?

Berbagai kolerasi jika ditelisik satu persatu antara berbagai lembaga, non-goverment organizatiaon (NGO) atau apa pun itu yang bergerak dengan membawa “lambang” HAM (Hak Asasi Manusia) cukup beragam. Islam dan HAM, menurut hemat saya adalah masalah fitrah yang ingin selalu ditegakkan. Continue reading

Negeriku Kadang Lebai


nasionalisme

Ilustrasi : desaingrafisindonesia.wordpress.com

FENOMENA negeri ini yang terus diliputi isu dan wacana, bahkan sampai masalah serius pun, kadang tak urung rakyat bersikap pesimis terhadap bangsanya sendiri. Tidak pelak, fenomena lain juga timbul seiring waktu berjalan dengan umur kedewasaan bangsa Indonesia yang telah memproklamirkan kemerdekaannya yang sudah lewat dari setengah abad ini–untuk membuktikan sebuah bangsa yang besar dan bermartabat serta terbebas dari atas segalan penindasan dan penjajahan bangsa luar.

Kembali pada sebuah kosakata yang belum terakreditasi pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yakni kata “lebai”. Mungkin ada banyak orang mengenal kata tersebut dengan tulisan lebai, namun ketika kata kunci (keyword) ini dicari pada mesin pencari akan dirujuk pada sebuah kata yang bertuliskan lebay. Yang penting dari kata tersebut adalah dari artinya yang mencoba tetap merujuk pada satu hal yang sama, yakni bermakna berlebihan atau membuat sesuatu/hal untuk dibesar-besarkan apa pun itu konteksnya. Continue reading

%d bloggers like this: