Menabuh Genderang Diawal Tahun


All ghostAWAL tahun 2015 sebenarnya saya tidak begitu berkesan, apalagi sejumlah media khususnya di Aceh seulawet ini juga mulai menunjukkan taring kelabaian.

Tapi yang namanya tahun baru tetap saja tidak saya lewatkan berhubung ada merah tanggalnya, setidaknya menjadi hari istirahat sejenak dari rutinitas bersama tim kerja dan keluarga. Sungguh indah!

Kembali lagi pada judul tulisan ini, pasalnya saya telah keterlaluan melewati masa kevakuman untuk menulis di blog. Alasan klisenya pun sangat banyak, jika mau diuraikan tentunya ini bakal panjang kali lebar.

Intinya dari tulisan ini adalah sebagai pemicu saja, mungkin lebih tepat juga disebut dengan pemantik. Aceh hari ini, dimana sudah terlalu pelik untuk saya ceritakan. Sudah ada bunyi genderang yang samar-samar saya dengar, terkedang jelas besar dan kecil bunyinya.

Genderang perang juga bisa terjadi, bukan perang lewat senjata tajam atau panas, tapi ada cerita lainya yang sangat menarik ketika mengakhir akhir tahun 2014 lalu.

Selamat menempuh tahun baru yang penuh genderang, kiri kanan serta depan dan belakang. Ada banyak kategori cerita yang belum saya tuntaskan, berbagi, menyedot inspirasi, dan tentunya berbuat lebih untuk daerah dimana saya dibesarkan.

Ingatkan saya untuk happy blogging, dan jangan terfokus untuk berevolusi.[]

Semangat berilmu dan beriman

21 Responses

  1. Semoga tahun baru, semua harapan akan terwujud

    • Amin, terima kasih Luthfi🙂

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: