• Kicauan Terakhir

    • RT @ompian: Melek internet rupanya tak terbatas bagi penderita gangguan jiwa, paket internet lebih penting daripada makan, katanya. 7 hours ago
    • RT @iloveaceh: Gajah Sumatera yang hidup di Hutan Leuser, merupakan Satwa yang harus dilindungi agar tetap terjaga kelestariannya #CareLeus7 hours ago
  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Mesin oven on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on The Light of Aceh – Caha…
    mengejarmimp1 on The Light of Aceh – Caha…
    androidtechnicia on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Safprada on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Kemenangan Iman dan Ilmu di Medan Jihad Ramadhan


Ramadhan / Bigpicture BostonHARI kemenangan baru saja berlalu, jutaan bahkan ratusan juta umat muslim di dunia merayakannya, tak ketinggalan kemeriahan pun muncul di negeri kita tercinta.

Ada rasa gembira dan juga kesedihan, sedih karena Ramadhan telah meninggalkan kita. Namun, berakhirnya bulan yang penuh dengan berkah, ampunan, serta maghfirah tersebut tentu sudah terlewati dengan berbagai macam cara atau seperti kita berjihad di medan perang.

Apakah benar kita telah meraih kemenangan di medan jihad Ramadhan lalu? Atau mungkin kita hanya sebatas tertahan pada rasa lapar dan dahaga saja. Tentu hati kecil tidak akan pernah bohong, kita bisa menanyakan sendiri lewat keimanan yang ada pada diri ini.

Tadarus qur'an / Bigpicture BostonMenyambut Idul Fitri dengan sukacita bukanlah hal yang dilarang, setelah usai bulan Ramadhan dan tampaklah hilal 1 Syawal, maka genapkanlah bulan puasa.

Allah SWT menyediakan suasana dan nuansa ceria pada hari raya Idul Fitri sebagai sarana reses, rekreasi, dan refreshing bagi hamba-hambaNYA dari kelelahan menjalani ibadah puasa. Sungguh, pada setiap suasana bulan puasa Allah juga melengkapi dengan suasana ceria bagi mereka yang berpuasa dengan hadirnya saat-saat berbuka, baik sendiri atau pun bersama keluarga dan famili. Indah sekali bukan.

“… Dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangannya (Ramadhan) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuknya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. “ (QS. Albaqarah: 185)

Indahnya Idul Fitri / Bigpicture Boston

Sejarah Idul Fitri

Untuk pertama kalinya hari raya Idul Fitri dirayakan umat Islam adalah selepas Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan 2 H. Dalam pertempuran itu, umat Islam meraih kemenangan. Sebanyak 319 kaum Muslimin harus berhadapan dengan 1.000 tentara dari kaum kafir Quraisy.

Pada tahun itu, Rasulullah SAW dan para sahabat merayakan dua kemenangan, yakni keberhasilan mengalahkan kaum kafir dalam Perang Badar dan menaklukkan hawa nafsu setelah sebulan berpuasa. Menurut sebuah riwayat, Nabi SAW dan para sahabat menunaikan shalat Id pertama dengan kondisi luka-luka yang masih belum pulih akibat Perang Badar.

Rasulullah SAW pun dalam sebuah riwayat disebutkan, merayakan Hari Raya Idul Fitri pertama dalam kondisi letih. Sampai-sampai Nabi SAW bersandar pada Bilal RA dan menyampaikan khutbahnya.

Menurut Hafizh Ibnu Katsir, pada Hari Raya Idul Fitri yang pertama, Rasulullah SAW pergi meninggalkan masjid menuju suatu tanah lapang dan menunaikan shalat Id di atas lapang itu. Sejak itulah, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat menunaikan shalat Id di lapangan terbuka.

Sebelum datangnya Hari Raya Idul Fitri, umat Islam diwajibkan menunaikan zakat fitrah. Tepat pada 1 Syawal, kaum Muslim disunahkan melaksanakan shalat Id, baik di lapangan terbuka maupun di masjid, sebanyak dua rakaat dan kemudian dilanjutkan dengan khutbah.

Hingga kini, Idul Fitri telah dilakukan kaum Muslimin sebanyak lebih dari 1.433 kali. Di setiap wilayah atau daerah, umat Islam memiliki tradisi masing-masing untuk merayakan dan mengisi hari raya itu. Bahkan, di setiap daerah dan Negara, umat Islam memiliki istilah sendiri untuk menyebut Idul Fitri.

Sejatinya, menurut Prof HM Baharun, hakikat Idul Fitri adalah perayaan kemenangan iman dan ilmu atas nafsu di medan jihad Ramadhan. Setelah berhasill menundukkan nafsu, kaum Muslim yang berpuasa di bulan Ramadhan dapat “kembali ke fitrah” (Idul Fitri), yakni kembali ke asal kejadian. (Republika)

Semoga saja kemenangan yang kita damba itu benar adanya untuk kita mempersiapkan 11 bulan ke depan, kita tak pernah tahu apakah mungkin Ramadhan tahun depan masih bersama lagi, kita berharap Allah SWT terus melimpahkan kita dengan nikmat iman dan Islam serta nikmat umur yang berkah untuk selalu tunduk kepadaNYA. Amin ya Rabbal ‘Alamin.[]

34 Responses

  1. minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir batin🙂

  2. yoi

  3. mantap

  4. wow keren

  5. subhanallah🙂
    nice article😀

    • Terima kasih sudah berkunjung ke OWL🙂

  6. Tapi ada juga yang puasanya cuman mendapatkan lapar dan haus gan

    • Nah itu dia gan yang saya sebutkan di atas.

  7. izin gabung gan dan salam kenal gan

    • Oke deh gan

  8. informasi yang sangat menarik abang, terus update yaa. Banyak juge ye bukunye

    Informasi Pendidikan

    • Terimakasih atas kunjungannya ya🙂

  9. terima kasih info nya gan…:)

    • terima kasih kembali sudah berkunjung ke OWL

  10. Semoga kita bisa bertemu kembali dengan ramadhan selanjutnya.aamiin

    • Amin ya Rabb🙂

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: