• Kicauan Terakhir

    • RT @ompian: Melek internet rupanya tak terbatas bagi penderita gangguan jiwa, paket internet lebih penting daripada makan, katanya. 7 hours ago
    • RT @iloveaceh: Gajah Sumatera yang hidup di Hutan Leuser, merupakan Satwa yang harus dilindungi agar tetap terjaga kelestariannya #CareLeus7 hours ago
  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Mesin oven on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on The Light of Aceh – Caha…
    mengejarmimp1 on The Light of Aceh – Caha…
    androidtechnicia on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Safprada on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Lihat dan Laporkan Pelanggaran di Sosial Media


FACEBOOK bukan lagi fenomena yang wah di tahun ini disaat begitu menjamurnya sosial media atau jejaring sosial, karena beberapa layanan komunikasi instan ini pun terlihat sangat berbeda dari tahun ke tahun. Bukan saja dari fitur yang dihadirkan, melainkan juga dari sisi pengguna yang semakin bebas dan yang paling mengejutkan adalah pelanggaran etika kerap terjadi.

Tanpa berpanjang lebar, saya pun ingin mempaparkan salah satu kasus yang mungkin sudah sering kita lihat di Facebook, baik itu hanya sekedar isengan belaka atau pun tingkat aneh yang menyerempet pada batas-batas etika atau pelanggaran seperti menjurus pada SARA, pornografi, penipuan, dan masih banyak lainnya.

Kamis (25/4) malam, saya melaporkan seseorang pengguna Facebook kepada pihak yang berwajib (bukan polisi) melainkan pihak Facebook itu sendiri. Dalam kasus ini pelaporan saya itu adalah jenis konten atau media foto, berhubung melanggar menurut hemat saya.

“Facebook memberi kemampuan kepada orang di seluruh dunia untuk mengisahkan ceritanya masing-masing, melihat dunia melalui perspektif orang lain, serta terhubung dan berbagi di mana pun mereka berada. Percakapan yang terjadi di Facebook – dan pendapat yang diungkapkan di sini – mencerminkan keragaman orang yang menggunakan Facebook,” begitulah tulis Facebook pada laman Standar Komunitas.

Terkait hal pelaporan dari pengguna, Facebook memang merujuk pada aturan mereka buat sendiri. Dan pengguna sendiri memang harus tunduk di bawah aturan mereka (hal seperti ini atau TOS memang jarang dibaca oleh pengguna di Indonesia).

“Kami menggunakan Standar Komunitas untuk mengevaluasi laporan, dan berusaha sebaik-baiknya untuk menangani laporan dalam waktu 48 jam,” sebut Facebook dalam laporan lainnya.

Dalam Standar Komunitas Facebook sendiri disebutkan ada 13 kategori konten yang mereka peringatkan kepada pengguna untuk melaporkan. Ingat sekali lagi, banyak sekarang yang terjadi pengguna Facebook malah mengumbar atau membagi balik di jejaring sosial link atau konten tersebut yang membuat pelanggaran makin melebar. Tapi lakukan (do it!) pelaporan.

Namun, tidak semua pelaporan yang kita lakukan akan mendapat apa yang kita harapkan. Dalam kasus di atas, dari dua pelaporan saya dengan konten yang sama, hanya satu diloloskan atau dihapus (baca: dihapus untuk publik).

“Terima kasih atas laporan Anda Kami telah meninjau foto yang Anda laporkan, namun tidak menemukan pelanggaran terhadap Standar Komunitas Facebook tentang ketelanjangan dan pornografi,” begitulah pernyataan atau rincian dari Facebook jika pelaporan kita tidak memenuhi harapan.

Sementara itu, jika laporan kita lolos, pihak Facebook pun akan merahasiakan privasi kita sebagai pelapor. “Terima kasih atas laporan Anda Kami telah meninjau foto yang Anda laporkan. Karena foto ini melanggar Standar Komunitas Facebook tentang ketelanjangan dan pornografi, kami menghapusnya. Kami memberi tahu (yang bersangkutan) bahwa fotonya telah dihapus, namun tidak mengungkapkan pelapornya. Facebook tidak pernah mengungkapkan pengirim laporan,” bunyi pelaporan yang telah dihapus kontennya oleh Facebook.

Tindakan ini mengingatkan saya pada diskusi Polisi Siber beberapa waktu lalu bersama MIT Indonesia dan komunitas online/offline di Banda Aceh. Untuk melakukan hal-hal kecil yang bisa membantu dan menjaga ketentraman netizen, tidak perlu susah payah bergerak apalagi harus repot-repot. Hal di atas itu bisa dilakukan oleh siapa saja (baca: netizen), asal ada niat dan aksi (action) bukan NATO (No Action Talk/Tweet Only).

Untuk pedoman menjadi polisi siber swadaya tanpa dibayar, Anda bisa membaca ini jika ingin melaporkan suatu konten di Facebook. Begitu juga pada sosial media atau jejaring sosial lainnya, hampir setiap layanan ini diberikan tempat pelaporan. Kini tinggal Anda saja beraksi dari sesuatu yang kecil.[]

Pertanyaannya adalah sudahkah Anda menjadi polisi siber bagi diri sendiri di sosial media?

19 Responses

  1. sayapun ketika menggunakan fb sampai detik ini belum pernah membaca TOS yang ada… tks infonya..

    • nah mesti mulai jeli tuh mba Artie🙂

  2. facebook jg kadang dimanfaatkan orang utk merup untung mas..🙂

    • Nah itu dia Mas, ibarat pisau tajam semua bisa dilakukan di jejaring sosial semisal Facebook. Kehati-hatian dan waspada tentu menjadi hal utama kita dalam berselancar pasti harus siap siaga🙂

  3. Berguna nih fasilitas dari facebook ini.

    • Semoga bisa dimanfaatkan ya🙂

  4. Itu yang dihapus isi kontennya ya, bukan Fb si empunya (yang melanggar)?

    • Tergantung yang kita laporkan apa kak, kalau kita laporkan si pengguna tentu harus butuh dukungan banyak orang. Kalau untuk gambar/konten itu cukup satu orang dan dinilai melanggar akan dengan mudah dihapus.

      • Oh begitu. Soalnya banyak saya temukan grup-grup di FB yang saling mencaci agama. Parah banget caciannya. Maunya grup begituan dihapus

      • betul, itu memang harus sabar kita dan paling penting kita punya teman-teman yang searah. Sehingga mudah untuk diprotes bahwa grup/pengguna itu telah melanggar aturan di Facebook🙂

      • Hmm
        *angguk-angguk

  5. hahaha ada TOS nya jga ya…
    kyak sy memang gk pernah baca…
    klo gitu sy baca dulu….

    • Pastinya ada, karena setiap sosial media atau pun situs wajib menyertakan TOS biar gak dituntut oleh pengguna🙂

  6. Benar sekali, Mas, kita tidak boleh tinggal diam bila membaca status yang menghasut, foto atau gambar yang sudah masuk pornografi, atau pelanggaran hak cipta. Tinggal lapor saja kepada admin jejaring sosial tersebut, dalam hal ini Facebook, misalnya. Sungguh, ini juga tanggung jawab kita bersama.

    • ohya ada yg terlupa, akun facebook saya: Akhmad Muhaimin Azzet

      • Baik ustadz akan segera saya koneksikan lewat Facebook saya🙂

    • Memang ustadz, terkadang kesadaran kita saat ini lebih dititik beratkan pada peran orang lain. Maka dari itu untuk mendobrak kebersamaan itu harus kita lakukan lewat berbagai cara termasuk hal kecil di sosial media ini🙂

  7. Sekarang banyak banget spam yang nyebar di fb -_-”

    Zodiak Hari Ini

    • Maka dari itu berhati-hatilah🙂

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: