Uroe Nyoe Pah Lawan!


JUJUR judul di atas itu inspirasi dari sekian banyak kicauan (Twitter) pagi ini yang bergerak turun di linimasa, pah lawan = musuh yang cocok/pas, begitulah kurang lebihnya artinya.

Lalu apa beda sama Pahlawan? jelas beda dong ya karena yang pah lawan tadi itu ejaan bahasa Aceh dan Pahlawan bahasa Indonesia yang artinya di KBBI adalah orang yg menonjol krn keberanian dan pengorbanannya dl membela kebenaran; pejuang yg gagah berani.

Baiklah, ini bukan tulisan untuk membahas bait-bait arti akan kata-kata, ini hanya orekan sederhana dimana tangan, papan tut, dan jaringan serta kesempatan sedang berpihak pada saya untuk menulis sesuatu di blog ini.

Intinya, 10 November dari ujung Sabang sampai Merauke menjadi hari yang bersejarah diperingati sebagai Hari Pahlawan. Ingat bukan uroe pah lawan dengan tanda spasi ya.

Jadi, disaat seremonial yang kerap diperingati setahun sekali atau mungkin sesuai dengan masanya masing-masing. Makna dari pahlawan dan pah lawan tidak jauh-jauh beda.

Awamnya, disaat mereka berjuang bisa jadi pemberontak di sisi musuh dan ada kalanya menang mereka adalah pahlawan dan pejuang. Begitu juga dengan pah lawan, saat bertemu musuh agak besar, lengkap dengan baret apa kita melawan untuk memberontak atau sebaliknya menghabisinya dan kitalah hero-nya.

Jika hari ini Anda melihat foto di atas, tentunya mereka bukanlah pahlawan. Perhatikan baik-baik, dari chik putik tuha muda (anak sampai orang tua) terjepret dalam foto koleksi Belanda itu.

Ya, mereka bukan pahlawan. Karena mereka hanya membantu sang pemimpin untuk melawan penjajah. Dalam benak mereka dulu, tidak pernah terpikirkan akan adanya hari peringatan bagi pahlawan, tapi hanya satu hari ini pah lawan atawa kita harus mundur untuk bisa menyerang. Sederhananya mungkin seperti itu.

Akhirnya kata, jangan sampai labeli pahlawan itu hanya pada sekumpulan daftar nama-nama dengan tulisan ‘nasional’, toh jauh sebelum ada negeri nenek moyang kita sudah berjuang untuk bisa bertahan dan menjadi seorang pahlawan.

Kini, pahlawan itu ada dimana-mana, dan yang pah lawan juga ada dimana-mana sejauh mata memandang dan sedalam apa Anda memaknainya.

Teringat akan sebuah latar gambar (wallpapers) karya dari si Rajak, salah satu blogger Aceh juga yang jago dalam urusan olah gambar tertuliskan seperti ini:

“Indatuku pejuang, tapi aku tahu kapan harus berperang, dan kapan saatnya untuk damai”

Bagaimana, Anda sudah mendapatkan memori untuk memperingati uroe nyoe pah lawan? Jika belum, selamat mencari pahlawan dan tidak harus jauh-jauh. Karena Anda adalah pahlawan itu sendiri, berbuat baik, berpikir positif, dan lainnya semoga saja nanggroe yang kita pijak dan NKRI yang kita lihat bisa terus makmur dengan mengingat jasa leluhur dulu.

Sekedar tambahan dari sebuah catatan blog yang pernah saya dapat dan baca, di Aceh ada kurang lebih 350 orang yang berstatus pejuang yang (akan) diajukan jadi pahlawan nasional. Ingatlah, pahlawan yang diajukan itu sudah gugur semua dan mereka sudah terputus hubungan dengan manusia. Sehingga, buat pejuang yang masih hidup jangan menunggu lama, berbuatlah dari sekarang untuk menjadikan diri (Anda) sebagai seorang pahlawan dengan bertemu orang-orang yang pah lawan.

Selamat Hari Pahlawan!

10 Responses

  1. semoga kita semua bisa jadi pahlawan ya Oya…paling tidak pahlwan bagi diri sendiri😉

    • Amin, kalau bukan kita tentu siapa lagi ya😉

  2. yup, pahlawan bagi diri sendiri karena kita bertanggung jawab pada diri kita masing-masing

    • setuju, atas tanggung jawab itulah semoga kita juga berguna pada orang-orang disekeliling, hidup pahlawan🙂

  3. sedih kalo liat nasib veteran perang yang hidupnya gak makmur… kurang perhatian dari pemerintah.

    • padahal mereka telah banyak berkorban pada negeri, teringat dengan salah satu foto veteran yang pingsan saat upacara hari pahlawan kemarin itu di Surabaya

  4. wah pahlawan dan pah lawan punya makna berlawanan ya.. jangan sampai salah mengartikan. hehe

    • hehe, khasanah bahasa daerah di Indonesia kaya arti dan makna😀

  5. tulisan nyoe is bereh😀
    quote-nya “setiap kita adalah pahlawan”
    mantap

    • bereh nyan cuma menyoe pah lawan nyang baca, menyoe han sama cit, hana bereh awak nyoe peugah😀

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: