• Kicauan Terakhir

    • RT @ompian: Melek internet rupanya tak terbatas bagi penderita gangguan jiwa, paket internet lebih penting daripada makan, katanya. 7 hours ago
    • RT @iloveaceh: Gajah Sumatera yang hidup di Hutan Leuser, merupakan Satwa yang harus dilindungi agar tetap terjaga kelestariannya #CareLeus7 hours ago
  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Mesin oven on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on The Light of Aceh – Caha…
    mengejarmimp1 on The Light of Aceh – Caha…
    androidtechnicia on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Safprada on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Akamai Kurang Obyektif Nilai Koneksi di Indonesia


Lembaga Riset AkamaiADA yang menarik beberapa hari ini dari beberapa berita seputar Internet di media massa dan daring, salah satunya terkait informasi yang dilansir oleh lembaga riset Akamai tentang koneksi jaringan Internet di Indonesia.

Kehebohan ini tentu mengundang tawa, bahkan pula ejekan dari netizen. Kenapa tidak, menurut lembaga riset yang bermarkas di Amerika Serikat tersebut menyebutkan kecepatan koneksi internet rata-rata di Indonesia sekitar 772 Kbps, itu data pada Mei tahun 2005. Sehingga, menurut Akamai kecepatan koneksi internet tersebut dinilai masih jauh dari kecepatan internet di global yang mencapai 2,3 Mbps.

Masih di bulan yang sama, menurut Akamai kecepatan koneksi internet di Indonesia juga tertinggal dengan negara-negara di kawasan Asia. Misalnya, kalah dengan Malaysia 1,7 Mbps, Thailand 3 Mbps, Filipina 1 Mbps, Vietnam 1,5 Mbps, Kamboja 1,2 Mbps, dan Laos 956 Kbps. Lebih lanjut disebutkan bahwa Indonesia hanya lebih baik dari Timor Leste (260 Kbps) dan Papua Niugini (693 Kbps). Pakistan dan India juga lebih baik dari Indonesia, masing-masing 787 Kbps dan 839 Kbps.

Oktober ini, Akamai juga merilis hal yang sama dan hampir semua media massa dan daring menyebutkan judul yang sangat serius, misalnya “Kecepatan Internet Indonesia Paling Lemot Se-ASEAN”, jadi kita harus bilang wow sambil guling-guling gitu, ya gak juga sih.😆

Dikutip dari situs Akamai, Senin (22 Oktober) kemarin seperti dilansir Okezone.com, dari kecepatan rata-rata internet di ASEAN, koneksi internet di Indonesia hanya 770 Kbps. Negara di ASEAN yang memiliki kecepetan internet “paling ngebut” ialah:

  • Singapura dengan kecepatan koneksi internet rata-rata 5,127 Kbps,
  • Thailand 3,376 Kbps (3,3 Mbps),
  • Malaysia 2,173 Kbps (2,1 Mbps),
  • Myanmar 1,944 Kbps (1,9 Mbps),
  • Vietnam 1,594 Kbps (1,5 Mbps),
  • Kamboja 1,376 Kbps (1,3 Mbps),
  • Filipina 1,201 Kbps (1,2 Mbps),
  • Brunei 1,188 Kbps (1,1 Mbps),
  • Laos 1,097 (1 Mbps),
  • Posisi buncit Indonesia dengan 770 Kbps.

Sementara itu untuk Asia, negara yang cukup menorehkan prestasi dari rata-rata kecepatan koneksi internet di dunia, di mana Korea Selatan masih menjadi negara yang “super cepat” koneksi internetnya dengan rata-rata 14, 207 Kbps (14,2 Mbps).

Meski begitu, Negeri Gingseng itu mengalami penurunan kecepatan rata-rata koneksi internet bila dibandingkan dengan data yang dirilis pada kuartal pertama 2012 yang mencatatkan 15,749 Kbps (15,7 Mbps).

Di poisisi kedua ditempati Jepang dengan catatan 10739 Kbps (10,7 Mbps) pada kuartal kedua 2012, angka ini cukup stabil dari data yang dikeluarkan pada kuartal pertama tahun ini, di mana Negeri Sakura mencatatkan 10,919 Kbps (10,9 Mbps). Dan pada posisi ketiga ditempati Hong Kong dengan kecepatan internet rata-rata 8,9 Mbps.

Kurang Obyektif

Menariknya, Pakar Telematika Ruby Alamsyah berpendapat bahwa data yang dikeluarkan Akamai kurang obyektif karena hanya melihat dari presentase dari populasi pengguna internet di setiap negara. “Itu kan presentase dari keseluruhan pengguna internet, jelas saja Indonesia bila dari presentasi koneksi internet lebih rendah dengan negara lain karena jumlah penduduk Indonesia relatif cukup besar ketimbang Korea Selatan,” jelasnya Senin kemarin.

Ruby menerangkan bahwa jumlah penduduk Korea Selatan yang mencapai 48 juta jiwa dengan total penetrasi pengguna internet 40 juta lebih atau sekira 82,7 persen, maka pantas bila Negeri Gingseng menjadi negara yang memiliki presentase koneksi internet lebih cepat.

Sementara itu, Indonesia dengan total penduduk 237 juta jiwa lebih dengan penetrasi internet hanya 22,4 persen atau sekira 55 juta pengguna per Desember 2011, maka tak heran jika secara presentase kecepatan koneksi internet Indonesia sangat rendah ketimbang dengan negara lain yang memiliki jumlah penduduk lebih kecil.

Tentu jika dilihat dari yang diutarakan Ruby menarik, saya pun tidak menemukan parameter lengkap dari data Akamai tersebut. Setidaknya data bulan Mei dan Oktober, posisi koneksi Indonesia hanya berkisar 770 Kbps sampai 772 Kbps. Jadi, apa kabar operator penyedia telekomunikasi di Indonesia?

Data sebaran penduduk dan penetrasi padahal hemat saya menjadi salah satu faktor penentu dalam menilai koneksi jaringan internet, belum lagi faktor dari penyedia telekomunikasi dan masih banyak hal lain pastinya.

Padahal jika dilihat data dari Wearesocial (rilis Oktober 2012) penetrasi internet global untuk Indonesia (22 persen) berada di atas Myanmar (1 persen). Sedangkan untuk internet user di Indonesia mencapai 55 juta sesuai dengan di atas, sedangkan Korea Selatan hanya 40,3 juta.

Walaupun secara koneksi kita tetap akui, Korsel tetap raja di Asia untuk urusan koneksi, sedangkan tingkat average connection speed (Mbps) secara umum hanya 2,6 Mbps.

Intinya masih banyak PR yang mesti diselesaikan untuk urusan koneksi di Indonesia, program cyber city saja memang tidak cukup jika dukungan masyarakat sering ‘melalaikan’ jaringan yang tidak digunakan. Jika pun dikatakan lelet, buktinya beberapa operator seluler di Indonesia menawarkan data broadband yang jauh lebih cepat.

Lalu bagaimana dengan koneksi di tempat Anda, seberapa leletkah?

Ilustrasi dari motionpoint.com

15 Responses

  1. tmpt sya msh lelet bin lemot…

    • bang ben pake provider atau jaringan publik? karena pita 3G saat ini memang belum merata di pelosok provinsi😀

  2. Ini aku lemot banget pake smart. Mau posting blog aja tadi harus dengan hati seluas samudera *halah*

    • Maklum saja, pengadaan pita 3G kini satu blok capai 500 miliar lebih bisa bayangkan berapa banyak kota di Indonesia😀

      Semoga ke depan bisa lebih baik, kini yang paling tinggi akses di Indonesia rata-rata mobile🙂

  3. lumayan cpat sih..Dengan memakai indosat ya kcepatannya stabil, dan lbh kencg ketika mendpt jaringan hsdpa…
    jdi saya krang stju jg dngan akamai…

    • beberapa provider termasuk indosat memang terbilang stabil, dgn infrastruktur backbone-nya saat ini untuk wilayah kota/kabupaten dan kota besar tidak begitu kecewa sebanding dengan yang dimiliki oleh Telkom.

  4. malah di sini lebih lemot dari angka 700 an kbps itu, walo pake operator terbesar tanah air dengan speed up to 3 mbps itu… huhuhu….

    • masak sih Surabaya (kota) masih di bawah 700Kbps? dan kayaknya jangan sampai terkecoh sama speed up to 3Mbps, karena itu cuma menjangkau area blok 3G saja alias HSDPA, kalau tidak pasti kenanya tetap EDGE atau WCDMA😀

  5. Benar, jaringan internet di tempatku sering error, malah seminggu sekali😦

    • bisa seminggu sekali, jangan-jangan udah jadi langganan tuh mesti ditanya kejelasan sama operator🙂

  6. oh gitu toh. gak nyangka thailand bagus juga ya inetnya. kirain kondisi disana beda tipis ama indo.😆 saya dapet diatas 200kbps aja udah bersyukur. tapi ini pake esia aha lumayan.

    • asyek dah, AHA di lokasi mana mas?

      • medan mas

  7. Sy ga tau bagaimana sistem perhitungan detailnya tapi jujur saja si kalau secara rata2 memang masih lelet, ga usah jauh2 ke pelosok di pulau jawa aja kalau ke kampung pasti koneksi inetnya beda jauh sama dikota, dan dikota pun begitu masih sering lemotnya dibanding lancar kecuali mau merogoh kocek dalam2🙂

    • Mungkin pihak Akamai juga hanya melihat kota besar di Indonesia, dalam setiap survei memang kerap menggunakan metode sampling demikian🙂

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: