• Kicauan Terakhir

    • RT @ompian: Melek internet rupanya tak terbatas bagi penderita gangguan jiwa, paket internet lebih penting daripada makan, katanya. 7 hours ago
    • RT @iloveaceh: Gajah Sumatera yang hidup di Hutan Leuser, merupakan Satwa yang harus dilindungi agar tetap terjaga kelestariannya #CareLeus7 hours ago
  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Mesin oven on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on The Light of Aceh – Caha…
    mengejarmimp1 on The Light of Aceh – Caha…
    androidtechnicia on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Safprada on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Warkop, Bulog, dan Tadarus Indahnya Ramadhan di Aceh


RAMADHAN sebuah keinginan yang sudah lama belum saya tuntaskan untuk menulisnya, padahal sebelum-sebelumnya tentang Ramadhan sudah sering diperbincangkan.

Tapi tidak apalah, karena setiap Ramadhan itu tetap menjadi bulan yang paling berkesan dan menjadi lebih berkesan dengan menulis sedikit tentang apa yang terjadi dalam kehidupan sosial sehari-hari.

Melihat dan menyaksikan apa yang terjadi di linimasa Twitter atau dinding-dinding ratapan Facebook, sebenarnya kita telah melihat apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Begitu juga dengan Ramadhan kali ini, berbagai aktivitas dan rutinitas dari teman-teman dan kolega kita setiap hari bisa kita saksikan lewat media yang serba memberi kemudahan itu.

Bulog

Mushalla Assajidin kantor Bulog Banda AcehBadan Urusan Logistik (Bulog), pasti itulah yang terlintas bukan? Tapi percayalah kantor Bulog di Aceh sungguh terkenal di bulan Ramadhan. Mushalla Assajidin mungkin tidak begitu populer namanya karena yang sering diketahui masyarakat Banda Aceh itu cuma sebutan Masjid Bulog. Entahlah!

Konon tempat ibadah di Bulog ini terkenal karena dikalangan anak muda, dengan beragam alasan yang intinya untuk beribadah tidak masalah.

Nah, yang menarik kata Bulog atau masjid Bulog ini di awal-awal malam Ramadhan sampai 10 malam pertama sangat ramai diperbincangkan di linimasa, berhubung beberapa hari ini saya simak lambat laun ternyata Bulog sudah mulai redup dari wara-wiri percakapan anak muda-mudi, semoga saja tidak tinggal tua-tui.

Warkop

warung kopi ulee lheue Banda Aceh (theglobejournal.com)Ke Aceh gak ngopi itu sama saja boong, jadi ya harus ngopi dong! Warung kopi (warkop) di Aceh khususnya di Banda Aceh bertebaran dimana-mana sampai ke lungkiek-lungkiek (sudut-sudut) kecamatan. Jadi, tidak usah heran jika ba’da shalat tarawih warkop ‘diserbu’ pengunjung.

Tapi dan tapi, sebelum ba’da tarawih warkop juga sudah ‘diburu’ oleh jamaah sebenarnya, lebih tepatnya lagi jamaah terselubung diantara jamaah yang sedang tarawih.

Pemilik warkop pun seperti tidak mau peduli, lagi-lagi masih dalam kepentingan money and money. Jadi, mau dibilang apa kalau beralasan “geutanyoe ken tamita raseuki cit, ka uroe hana tabuka watee malam ka jatah buka (kami kan cari rezeki juga, sudah siang hari tutup malam kan jatah untuk buka)”, mungkin alasan seperti ini sudah klasik.

Namun jika sang pemilik warkop dan segenap stafnya tahu akan nilai rezeki, sungguh aktivitas semacam ini tutup total saat shalat tarawih. Kenapa begitu? “ka hana raseuki menyoe meunan (sudah gak dapat rezeki kalau begitu)” kalimat seperti juga akan menghiasi opini termasuk para penikmat kopi.

Jadi apa solusinya? buka saja warkop setelah tarawih di masjid terdekat sudah selesai. Kalau bingung patokan saja pada Bulog setidaknya sudah menghormati sesama dalam mencari rezeki. (Bingung kan? resapi sendiri sambil ngopi)

Tadarus

Tadarus qur'an malam hari di bulan RamadhanKegiatan yang namanya mengaji ba’da tarawih ini sepertinya sudah jadi adat dan budaya di Aceh, minimal dua orang pasti dari setiap balee, meunasah, sampai ke masjid suara lantunan ayat suci tidak pernah berhenti dan menjelang sahur firman-firman Allah masih terus didedungkan untuk semesta.

Lalu kini, tadarus juga sudah tergerus. Bisik riuh sampai dengan suara-suara tidak jelas malah muncul dari warkop. Tidak hanya sampai larut malam, malah kadang menandingi anak-anak kecil yang terbata-bata saat membaca dan melafazkan asmaNYA itu.

Warkop, Bulog, dan Tadarus itu semua terbaca dari interaksi sosial, interaksi lewat media yang tergabung dalam sebuah saluran sosial media. Sisi yang sudah dilazimkan, kehidupan yang sudah diaminkan bagi sebagian kelompok dengan kemunafikan, berteriak lantang dengan sesekali menyeret syariat.

Sungguh bulan Ramadhan, hanya datang dalam setahun sekali. Mengatakan sebatas introspeksi diri juga kadang tidak begitu indah lagi, disudut humanisme sosialis, terperangkap sudah.

Tapi yakinlah, indahnya Ramadhan di Aceh masih bisa kita jumpai. Tidak perlu jauh-jauh di setiap titik kota masih ada gampong-gampong. Dengar dan rasakan apa yang terlihat di gampong, yang bernilai lebih ambillah jadi pelajaran dan yang melalaikan diri tinggalkan.

Bukankah sudah ada janji, dimana mereka yang menang akan menjadi laallakum tattaqun (semoga kalian bertaqwa). Semoga mengerti kata taqwa ini bukan hanya dari sekedar kata, lebih dari itu. Dalam setiap minggu kata-kata itu pasti khatib selalu mengingatkan.

Selamat menikmati sisa-sisa Ramadhan, karena kita belum tentu bisa menemukan Ramadhan di tahun depan dan barangkali kita juga belum bisa berjumpa dengan hari penuh kemenangan. Semoga Allah Ta’ala memberkahi umur kita. Wallahu’alam[]

29 Responses

  1. kopi aceh enak banget ya gan??

    • kalau urusan kopi tetap asyik gan di Aceh🙂

  2. pengen banget ngrasain budaya di aceh….interesting

    • ayo mas john ke Aceh🙂

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: