• Kicauan Terakhir

    • RT @ompian: Melek internet rupanya tak terbatas bagi penderita gangguan jiwa, paket internet lebih penting daripada makan, katanya. 7 hours ago
    • RT @iloveaceh: Gajah Sumatera yang hidup di Hutan Leuser, merupakan Satwa yang harus dilindungi agar tetap terjaga kelestariannya #CareLeus7 hours ago
  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Mesin oven on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on The Light of Aceh – Caha…
    mengejarmimp1 on The Light of Aceh – Caha…
    androidtechnicia on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Safprada on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Melihat Nasib Facebook Lewat IPO dan Iklan


ANDA pengguna Facebook? mungkin rata-rata akan menjawab iya begitu juga dengan saya.

Situs yang membesarkan nama Mark Zuckerberg ini setelah peluncuran initial public offering (IPO) pada pertengahan Mei 2012 lalu kian tidak menentu.

Beragam laporan dari pengamat ekonomi dan teknologi menilai Facebook bisa-bisa jatuh pamor, yang semestinya bisa lebih mantap di atas puncak klasemen situs-situs penguasa jagad maya, malah bernasib sebaliknya.

Awal-awal bulan Juni lalu berita tentang situs jejaring berlogo “F” ini kian banyak disorot, karena melihat pergerakan saham situs dengan kode FB di bursa saham kian melemah. Tapi tidak dengan sekarang seperti yang dimuat oleh Suara Merdeka (Senin, 25 Juni 2012), saham Facebook akhirnya bangkit setelah sebulan terakhir mengalami koreksi. Dalam dua pekan terakhir ini, saham perusahaan Mark Zuckerberg itu melaju 21 persen.

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, saham Facebook ditutup naik 3,8 persen ke level US$ 33,05. Tapi sahamnya memang memang masih di bawah harga penawaran perdana alias initial public offering (IPO) US$ 38 per lembar.

Dengan demikian, sejak IPO di 18 Mei lalu, saham raksasa jejaring sosial itu sudah naik 13 kali dan turun 12. Ini pertama kalinya juga jumlah penguatannya lebih banyak daripada melemah.

Sejak IPO pertengahan bulan lalu, saham Facebook sempat mencapai titik terendahnya di US$ 25,52 per lembar. Padahal pada hari pertama perdagangan sempat mencapai titik tertinggi di US$ 45, namun ditutup flat di US$ 38 per lembar.

Iklan di Facebook

Lalu bagaimana dengan persaingan Facebook dengan rivalnya saat ini si raksasa Google? tentu menarik untuk diikuti. Facebook yang ingin berada di atas tentu Google menjadi saingan satu-satunya, terlebih lewat Google Adsense yang buat Facebook kewalahan untuk mengejarkan.

Namun, Facebook dengan ranah jejaring sosial memang tidak pernah kehabisan akal. Fitur permainan (games) yang mendominasi di situs ‘biru’ itu tetap menjadi andalan mereka dalam meraup untung. Sehingga setiap yang iklan yang tampil di Facebook itu adalah pelanggannya setia dan kita sebagai pengguna (user) adalah produk dari Facebook sebenarnya. Disinilah yang membedakan pelanggan dan pengguna di Facebook.

Bagaimana Facebook mengkreasikan pendapatannya untuk menantang sang raja mesin pencari –Google– tersebut, Anda bisa baca lebih rinci di tulisan Yatecno.

Nasib Facebook Kini

Banyak perusahaan besar yang beberapa petingginya minggat, salah satunya seperti CEO dari Yahoo!, Jerry Yang. Tidak hanya itu bos, orang-orang ahli di Yahoo! juga banyak yang mundur karena ekses masalah manajemen.

Langkah-langkah dari pemegang bagian-bagian krusial di situs-situs besar itu tentu punya alasan tersendiri untuk mingkat dari perusahaan yang telah membesarkannya, dan lagi-lagi mereka mendirikan atau membangun ‘usaha’ baru yang lebih relevan dengan keinginan dan minatnya.

Nah, baru-baru ini di Facebook juga terjadi hal yang serupa. Chief Technology Officer (CTO) Facebook, Bret Taylor juga hengkang dari si ‘muka buku’ tersebut.

Ya, alasanya karena ingin mengembangkan usaha barunya yang tidak dipaparkan secara detail usaha apa itu. Jadi, nasib Facebook kini memang patut dikategorikan jenis labil, karena bisa saja sewaktu-waktu prediksi orang-orang yang mengatakan Facebook akan raib tahun 2020 kemungkinan bisa terjadi.

Buktinya Google yang mengemas jejaring sosial Google Plus hingga saat ini belum ditimpa kasus-kasus internal (?), walaupun berita-berita perbandingan Google+ vs Facebook banyak dijumpai. Lagi-lagi dua jejaring sosial ini memiliki segmentasi pengguna yang sangat berbeda.

Dan kedua perusahaan besar ini juga punya cara sendiri dalam menghidupi para pekerjanya, selain IPO dan iklan tentu inovasi-inovasi baru akan terus bermunculan, semoga saja persaingan tersebut bisa dinilai oleh pribadi setiap pengguna yang mencermati dunia teknologi ini.[]

Foto dari memobee.com

20 Responses

  1. iklan yang banyak bertaburan di fb jadi memberatkannya untuk diakses, saya jadi jarang deh sekarang ni buat buka akun fb..

    • walaupun begitu untuk Indonesia saat ini akses Fb memang diakui lebih cepat ketimbang G+, tapi yg paling cepat tetap Twitter😀

  2. […] Melihat Nasib Facebook Lewat IPO dan Iklan […]

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: