• Kicauan Terakhir

    • RT @ompian: Melek internet rupanya tak terbatas bagi penderita gangguan jiwa, paket internet lebih penting daripada makan, katanya. 7 hours ago
    • RT @iloveaceh: Gajah Sumatera yang hidup di Hutan Leuser, merupakan Satwa yang harus dilindungi agar tetap terjaga kelestariannya #CareLeus7 hours ago
  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Mesin oven on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on The Light of Aceh – Caha…
    mengejarmimp1 on The Light of Aceh – Caha…
    androidtechnicia on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Safprada on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Belajar dari Keterbatasan dan Kekurangan


KALAU ditanya keterbatasan hampir semua dari kita memilikinya, ini bukan pertanda bahwa dengan keterbatasan atau kekurangan kita tidak bisa berbuat apa-apa.

Banyak hal yang bisa kita lakukan pastinya, tidak melulu hal yang besar dan wah. Melainkan dari hal kecil sampai hal besar yang seyogyanya berguna untuk kita dan lingkup sesama.

Merencanakan sesuatu yang tidak dilaksanakan itu memang perkara dan beban semata, ide-ide kecil yang muncul laksana mentari yang naik dari arah timur dan terbenam ke arah barat.

Ulang tahun ke-2 @iloveaceh atau #2thoniloveaceh misalnya, memang terbilang acara dengan agenda yang besar mulai dari donor darah (sempat tertunda), seminar, sampai dengan stand up comedy dengan penghujung acara pembagian Awards.

Banyak hal dan pelajaran yang bisa diambil dari acara #2thoniloveaceh tersebut, dimana banyak memunculkan inspirasi dan ide-ide baru dalam bergerak bersama komunitas. Seperti halnya linimasa yang kadang dipenuhi dengan beragam tweet, di dunia nyata kita perlu juga aksi.

Mengebiri istilah NATO (No Action Talk Only) memang sering dan sangat banyak ditemui di ranah jejaring sosial, baik itu Facebook, Twitter, BBM, dan lainnya. Dimana yang namanya pergerakan untuk aksi nyata setidaknya menjadi harapan dimana kita benar-benar dalam lingkaran social movement.

Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal yang namanya silaturrahmi, mungkin lebih gaulnya nongkrong bersama kerabat dan teman-teman. Hal semacam ini memang terjadi dimana-mana, tidak mesti dalam bentuk komunitas atau perkumpulan, melainkan juga terjadi secara personal antara satu individu dengan individu lain.

Ilustrasi oleh rumpitekno.com

Tapi, banyak yang terjadi fakta di lapangan di antara orang-orang yang jauh bisa membuat kita lebih dekat lewat bantuan social media, sungguh disayangkan jika hal ini berlaku sebaliknya malah membuat lebih jauh.

Hal ini yang memisahkan jarak kedekatan untuk saling berbagi dan berdiskusi, namun kita atau Anda terperangkap kembali dalam jejaring sosial.

Warkop (warung kopi), ya itulah dia salah satu tempat yang memang sangat familiar di Aceh. Disinilah berbagai rutinitas diskusi dimulai, dari topik kecil sampai yang mendunia pun ada.

Bisa jadi apa yang telah terjadi selama ini, ruang gerak dengan adanya keterbatasan telah menepis seiring munculnya gadget yang membuat kita lebih tahu berbagai informasi –setidaknya– lebih cepat dari yang lain, tapi disatu sisi kita perlu kehidupan yang nyata.

Teringat dengan acara #2thoniloveaceh, dimana saya sangat mengapresiasikan terimakasih kepada seluruh panitia atau koordinator acara yang ikut serta tanpa mengenal rasa pamrih. Dengan segala kekurangan, tidak ada garis komando yang pas, kehilangan (miss) komunikasi dan berbagai hal lain menjadi sebuah acuan dimana ada hal lain yang harus menjadi perbaikan bersama untuk ke depan.

Dari segala keterbatasan dan kekurangan tersebut, sudah sepatutnya ke depan bisa memberikan lebih baik dalam kebersamaan bersama teman-teman komunitas, termasuk kepada pengunjung blog ini yang telah setia membaca dari awal sampai akhir bahkan menitipkan satu atau dua patah komentar dalam kolom yang tersedia untuk saling menyemangati.🙂

Happy blogging

This slideshow requires JavaScript.

Foto oleh Muhammad Iqbal (@Iqbal_Mhd)

35 Responses

  1. tahun depan harus ikutan nihh..

    • ikut tarkam ya😀

  2. dibalik semua kekurangan pasti banyak kelebihan nya ,,,

    • pastinya demikian gan🙂

  3. wauuu postingan bagus dan aku suka itu
    ada lebihn baiknya lagi kunjungi aja websiti kami di http://ict.unsri.ac.id
    terima kasih.

  4. hanya manusia terpilih yang akan tergerak hatinya,..
    semoga makin bermanfaat!smgt!!

    • sama-sama mba Citra terimakasih atas semangatnya ya🙂

  5. Ketika manusia itu dalam kondisi keterbasan menurutku itu adalah saat dia mengeluarkan kemampuan optimalnya untuk keluar dari jurang keterbasan tersebut

    • setuju, titik terlemah untuk optimal adalah disaat keterbatasan. Yg penting semangat dan tetap pikir positif🙂

      • huuuumt ship tetep semangat

  6. […] Belajar dari Keterbatasan dan Kekurangan […]

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: