Mulut Tanpa Lidah?


Lidah BunglonPERNAH Anda membayangkan kalau mulut tanpa lidah yang tak bertulang itu, apa jadinya?

Jangankan itu mulut sariawan saja kita akan susah untuk makan minum, apalagi kalau bicara sungguh tidak nyaman.

Kali ini saya merasakan lidah terluka, lagi-lagi buat bicara saja tidak jelas mirip-mirip bicaranya orang cadel atau lebih tepat ngomong seperti orang kumur-kumur tidak jelas.😆

Kejadian yang menimpa pinggiran lidah saya entah kapan kurang ingat, sampai-sampai pas mengecek di cermin ternyata luka seperti terkupas (isitilah awam). Sungguh tidak nyaman, jangankan untuk makan enak dan enak makan, buat bicaranya saja kadang terkendala.

Setelah sehari mengalami hal ini, biasanya madu menjadi obat ampuh. Toh madu menjadi obat yang aman untuk dikonsumsi tanpa bahan pengawet apalagi zat kimia.

Namun setelah kroscek ke lemari persiapan obat-obat, madu tidak ada stok lagi. Yah nasib juga harus mencoba mencari alternatif obat lain apalagi kalau bukan larutan bla bla.

Apa Jadi Mulut Tanpa Lidah

Tiba-tiba hari ini saya teringat sambil melihat aktivitas blogging dan blogwalking ke berbagai blog. Apa jadinya ya mulut tanpa lidah? bisa jadi ada orang yang tercipta dengan organ ini tidak sempurna.

Ada orang yang mempunya lidah pendek, mungkin bisa diusahakan lewat medis untuk bisa bicara dengan sempurna dan tentunya bisa makan dengan gampang. Tapi saya malah teringat, segini saja luka di lidah sudah sakit dan kurang nyaman bagaimana orang yang biasanya tersakiti dengan lidah kita.

Ini benar-benar begitu saya camkan, adakalanya apa yang kita rasa ini bisa jadi pelajaran untuk kita kembali mengingat organ yang sering kita gunakan setiap hari ini.

Karena setiap hari, setiap gerakan tubuh, panca indra yang kita miliki sebenarnya selalu punya waktu untuk merenung. Namun, justru kadang kita yang lupa untuk mengingatkan diri pada setiap panca indra tersebut.

Teringat juga kata-kata ini, “manusia dilahirkan dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut. Karana mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa menggoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan.”

Cuma satu hal yang membuat mulut itu bisa bicara, berkata dan berucap, yakni saat hadirnya lidah. Jadi, sudah siapkah kita untuk menjaga lidah dengan baik?

Begitu pentingnya menjaga lidah, sampai Rasulullah berpesan: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata-kata yang baik atau diam!”. Beliau hubungkan keimanan kepada Allah dan hari akhir dengan menjaga lidah. Ini adalah isyarat bahwa kualitas keimanan seseorang dapat dilihat dengan jelas –diantaranya– dari kesungguhannya menjaga lidah. Orang yang beriman pastilah menjaga lidahnya dengan berkata atau diam pada tempatnya. Karena ia yakin bahwa setiap kata yang ia ucapkan diketahui oleh Allah dan akan dipertanggungjawabkan di hari akhir. (Jaga Lidah, Saifurrahman)

Jika suatu hari Anda ditakdirkan tanpa lidah? semoga saja tidak membuat Anda lekas putus asa. Apalagi sariawan dan sakit di mulut, lekas-lekas Anda harus ingat bahwa mulut kita sedang butuh perhatian.🙂

Ilustrasi dari saranainformasi.co.cc 

48 Responses

  1. i like it
    kita bisa b’tukar info d web kmi http://unsri.ac.id

    • ah cuma like2 aja😦

  2. kalo mulut tanpa lidah mungkin jd kaya tentakel,..bukan menggigit tp menghisap,hee..
    bersyukur bahwa kita ada sesempurna sempurnanya makhluk😀

    • benar sekali karena syukur adalah hal yang harus kita lakukan sebagai hamba🙂

  3. […] Mulut Tanpa Lidah? […]

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: