• Kicauan Terakhir

    • RT @ompian: Melek internet rupanya tak terbatas bagi penderita gangguan jiwa, paket internet lebih penting daripada makan, katanya. 7 hours ago
    • RT @iloveaceh: Gajah Sumatera yang hidup di Hutan Leuser, merupakan Satwa yang harus dilindungi agar tetap terjaga kelestariannya #CareLeus7 hours ago
  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Mesin oven on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on The Light of Aceh – Caha…
    mengejarmimp1 on The Light of Aceh – Caha…
    androidtechnicia on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Safprada on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Diantara Keistimewaan dan 4 Desember


Daerah Istimewa

BANYAK dari kita yang kerap mengingat hari lahir, hari jadian, atau hari-hari yang memang begitu indah jika dilewatkan. Namun, salahkan kita jika melupakan hari jadi daerah? ya kalau boleh dibilang ini sesuatu yang berkaitan dengan kecintaan pada negeri yang sering dikenal nasionalisme.

Jika merunut sejarah tempo dulu, Indonesia (NKRI, -red) mempunyai dua daerah istimewa dan salah satunya adalah DI (Daerah Istimewa) Aceh yang hari jadinya jatuh pada tanggal 7 Desember 1956 atau setara 55 tahun Dista Aceh sebutan lazimnya telah diakui di Indonesia sejak kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945.

Sejenak jika kita melihat kondisi Aceh pada bulan Desember 2011 ini, memang yang terbayang hanya sekilas miladnya Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang tidak lebih sudah berumur 35 tahun pada tanggal 4 Desember yang lalu.

Lalu dimanakah ingatan masyarakat Aceh tentang sejarah 55 tahun yang silam itu? atau memang pemberian hak DI itu telah terkikis diantara momen konflik yang meletus pada 35 tahun yang lalu?

Membiarkan tanda tanya ini memang bukan urusan sepele, toh buktinya ada media yang menurunkan tulisan terkait perihal momentum hari jadi DI Aceh yang mencuat atau lebih spesifiknya poh sampeng Pemerintah Aceh. Lagi-lagi itu menjadi urusan lain mungkin, karena media punya kuasa untuk menyentil, mengingat atau bahkan memprovokasi orang-orang penting di Aceh.

Tapi kembali pada hakikat sejarah di atas, bukan sekedar tanggal-tanggal indah yang harus dirayakan. Melainkan ada hal lain yang memang masyarakat sendiri harus banyak berbenah. Seremonial kadang sering hanya menjadi ritual biasa, memaknai hari jadi juga menjadi bagian formalitas saja.

Jauh dari semua itu peran masyarakat sendiri dalam membangun atau mengembangkan sesuatu yang jadi istimewa pada dirinya untuk bangsanya sendiri, berkontribusi positif yang bisa melahirkan sesuatu berguna. Saya kadang sering merasa resah disaat berbagai tulisan mengecap sesuatu itu harus selalu dimulai dari atas (baca: pemerintah) lalu orang-orang di bawah hanya menunggu saja.

Watak yang terlihat dari peristiwa keistimewaan di atas itu memang kini terkikis oleh rasa cinta dan bangga dengan ‘pemberian sendiri’, yah dalih-dalih DI untuk Aceh itu hanya pemberian dari Indonesia dengan sejarah panjang Presiden Soekarno bersama kisah klasiknya di Aceh pada waktu itu, lalu diberangus dengan deklarasi 4 Desember yang meluap olah hasil karya atau buah tangan sendiri yang berakhir kata dan suasana damai.

Ah jika diingat ini memang sekelumit sejarah yang tidak pernah habis untuk diurai, hanya perlu memilah dan mempelajari dengan santun, tanpa harus memojok pihak-pihak yang kena getah. Namun, ada sesuatu yang paling bernilai adalah memberikan sebuah wawasan untuk merefleksikan sejarah bagi anak cucu kelak, dengan harapan mereka tidak buta atau bahkan lupa dengan identitas dimana tanah dia berpijak bagi negeri ini. Semoga![]

~ Ditulis ditengah kegaulauan akan pertanyaan ada apa dengan 7 Desember dan 4 Desember. Ini bukan tulisan pencerahan, hanya orekan yang masih membutuhkan banyak asupan dari Anda semua.  

Ilustrasi oleh http://sejarahastrologimetafisika.blogspot.com

24 Responses

  1. ada lagi yang spesial.. tapi 5 desember (2009)
    saya jadian sama cewe terakhir saya,, tapi sekarang udah pegat.
    dan sekarang saya joms

    • Ah om guru bisa aja, pasti momen indah itu kan😀

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: