Pesta Blogger dan Esensi Hari Blogger Nasional


I'am Blogger

Ilustrasi oleh laladz.blogdetik.com

MASIH ingat dengan semangat dan semarak Pesta Blogger (PB) tahun 2007 silam? jika merujuk pada mesin pencari tema PB 2007 waktu itu adalah “Suara Baru Indonesia”.

Tahun 2007 silam memang menjadi hari bersejarah untuk narablog (blogger) Indonesia, tepatnya tanggal 27 Oktober Pesta Blogger perdana pun di gelar. –itulah sepenggal kata yang saya tulis di situs Aceh Blogger hari ini untuk menyambut dan memperingati Hari Blogger Nasional.

Tulisan yang berjudul Hari Ini, 4 Tahun Sudah Hari Blogger Nasional memang saya ramu dalam waktu singkat, mengingat ditengah pagi buta linimasa Twitterland sudah mulai dibanjiri dengan tweet dan hastag #HariBlogger dan Blogger Nasional.

PB memang terbilang cuma bertahan 4 tahun terakhir belakangan ini, namun yang ‘menyeramkan’ malah terjadi di tahun 2011 ini. Kata-kata menyeramkan ini bukan bermakna bahwa PB telah hilang kepopulerannya, melainkan ada makna dan esensi hilang dari benak blogger Indonesia (dalam hal ini saya pribadi dan beberapa orang lainnya).

Semenjak pagi saya mencoba mencari kata kunci ‘Hari Blogger Nasional’ di mesin pencari Google serta lewat Google News, yah alhasil tidak ada satu pun yang saya dapat, ternyata berselang setelah hampir 6 jam berbagai postingan yang mengangkat Hari Blogger Nasional pun mulai ada di mesin pencari.

Namun sebelum jauh meranjak, memang saya hanya menemukan sebuah tulisan tentang hari blogger ini yang sudah ada sejak tanggal 24 Oktober silam yang diposting oleh blogger Bandung, Ikhlasul Akmal dengan judul Menyonsong Hari Blogger Nasional, seperti saya kutip dari blog Akmal menulis sebagai berikut:

Untuk kali ini, tahun 2011, Pesta Blogger, yang seharusnya dihelat kelima kali, tidak ada. Sejak sekitar bulan Juli-Agustus lalu, seingat saya bersamaan dengan Ramadan, terdapat perubahan besar: Pesta Blogger berganti menjadi On|Off. Keributan sempat terjadi di Twitter saat itu dan berlanjut dengan beberapa tulisan di blog yang bersuasana sentimental. Sesuatu yang wajar, jika diingat kelompok dan seksi sibuk yang telah mengupayakan Pesta-pesta sebelumnya dan di banyak tempat, jika sudah berhubungan dengan penggalangan massa, romantisme menjadi pengikat.

Memang perbedaan dan esensi dari tulisan di atas telah mengarah, lebih lanjut blogger Makassar, Daeng Gassing pun ikut larut dalam tulisannya yang berjudul Hari Blogger Nasional ; Dulu, Kini Dan Nanti, beliau sempat menulis seperti saya kutip dibawah ini:

Buat saya, semua sudah berbeda. 4 tahun lalu Hari Blogger Nasional dicetuskan lewat sebuah ajang yang mempertemukan para blogger se Indonesia. Namanyapun Pesta Blogger. Empat tahun berselang, pesta itu bubar, pesta itu tenggelam oleh gegap gempita para pelaku social media lainnya. Tak sepenuhnya bubar kalau melihat website ajang baru itu, tapi setidaknya kasta pesta itu diturunkan menjadi hanya sebuah bagian dari sebuah pesta para penikmat dan pelaku social media.

Lagi-lagi bentuk sikap yang hampir serupa dengan di antara dua blogger daerah tersebut, kini PB sudah –sirna– hilang dan berganti dengan muka baru dari Blogger Nusantara yang tepatnya mengambil momen Sumpah Pemuda, besok (28/10) sampai dengan minggu akan digelar di Sidoarjo yang digawangi oleh beberapa blogger asal daerah.

Sebenarnya Aceh Blogger pun ikut ambil bagian dalam event yang diadakan oleh Blogger Nusantantara tersebut, lewat perwakilan blogger di Malang, Aceh Blogger telah mewakilahkan (diwakilkan) untuk hadir dalam acara Kopdar 1000 Blogger Nusantara.

Kembali ke PB, kembali ingat ucapan Pak Nuh, “Hari ini saya nyatakan sebagai Hari Blogger Nasional!”, tegas mantan Menkominfo empat tahun yang silam.

Tapi, lagi-lagi waktu berjalan empat tahun dan sampai sekarang apa yang diucapkan oleh Pak Nuh hilang esensi, terlebih itu ucapan datang pada saat PB pertama kali digelar.

Namun, yakinlah esensi hari blogger ini adalah salah satu bagian dimana setiap diri (dari Anda, -red) yang telah menyematkan diri sebagai blogger dan suka menulis terlepas dari profesi apa pun masih tetap konsen untuk terus menyumbang tulisan, sekecil apa pun itu dan apa pun jenis/kategori blog kita.

Karena berkarya akan lebih mudah, saat kata-kata bisa terarsip dengan tepat dan tidak hilang oleh waktu seperti mengingat slogan Aceh Blogger yang kini masih didengungkan, “Ayo!, menulis Aceh di Internet!” semoga blogger jaya terus dan terus jalin silaturrahmi ala blogger alias blogwalking + kopdar.[]

70 Responses

  1. Sip gan! kunjungi balik blog ane ya

    • oke juragan Azys😀

  2. […] dunia blogging sering beranggapan bahwa itu hanya aktivitas sesaat dan ujung-ujungnya akan hilang esensi secara […]

  3. […] ini 27 Oktober 2012 adalah hari blogger nasional. Sejak 27 Oktober 2007 pemerintah melalui menkominfo Muhammad Nuh menaruh perhatian khusus pada […]

  4. Mantap artikel nya

    • Ajarkan saya SEO guru😀

  5. sip keren boss mantep

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: