Dari Linimasa Hingga Dunia Nyata


Pesawat CASA 212-200 yang ditemukan di lereng Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara/Foto: Antara

KABAR duka masih saja membalut hati para keluarga korban, kabut dan asap masih tetap berada di pelosok jurang pegunungan Bahorok, Langkat, Sumatera Utara.

Sebuah linimasa atau lebih sering disebut TL di Twitterland sempat terbaca oleh saya Kamis (29/9) lalu. Berita yang memang sungguh kerap terjadi pada transportasi udara, sebuah pesawat dengan tipe CASA 212-200 milik PT. Nusantara Buana Air harus mengalami nasib naas jatuh di dalam hutan rimba.

Lini per lini saya simak, saya ikut dengan seksama. Media-media pun berhamburan berita, headline, bahkan suara-suara orang penting.

Entah apa gerangan kamis itu begitu asing, dada ini sempat meringis dan merasakan kalau ajal manusia kini hadir di tengah-tengah hutan penyambung Aceh dan Sumatera Utara itu, yakni Lauser.

Disebagian penjuru dan sektoral pun sibuk dengan koordinasi membantu korban, cuaca yang serba ekstrim pun alasan terkuat.

Angin bahorok bukan main-main, ditengah malam bukan sesuatu menarik untuk dijejaki lewat heli atau pun pesawat lain. Masih butuh serangkain lini nyata yang tak hanya ada di dunia maya. Merekalah tim yang terjun ke lapangan dan harus menemukan orang-orang yang terperangkap dalam gelapnya hutan rimba.

Yah, begitulah kadang ini yang harus terjadi di negeri ini. Sebuah musibah yang semua orang tidak ingin dihadapi atau ada bagi kita semua.

Namun, yang memilukan itu disaat begitu banyak informasi yang hadir di depan kita. Masyarakat awam seperti saya kadang terimbas pada kelatahan beberapa orang yang berada dibalik sisi atau layar-layar media.

Musibah ialah musibah, teori, fakta dan konsekuensi semua bisa terjadi. Tetapi berita bukanlah berita tanpa ada apa yang belum terjadi.

Mungkin ini kegaulaan yang kini sedang trend di linimasa, saya merasakan itu. Tidak ada maksud menyerang siapa dan mengapa, ini hanya pandangan awam saat saya merasakan berita duka masih menyelimuti keluarga korban.

Masih sangat memberikan apresiasi besar bagi mereka yang terus “menghamburkan” do’a-do’a di linimasa sebagai bentuk duka cita dan keprihatinan, masih sangat memberikan tanda “Like” bagi si pulan yang masih mau peduli dengan sesama manusia disaat orang lain terjepit.

Inilah bukannya tulisan berat untuk dicerna oleh siapa pun yang membaca, kadang kita masih butuh ketulusan dalam memberikan apa yang bisa kita berikan dan lakukan pada sesama. Menjaga batas-batas yang memang lazim untuk kita hormati dan tidak membuahkan keruh dan perbedaan lainnya yang ada.

Sekali lagi, turut berduka dengan musibah pesawat CASA 212-200 dan semoga para korban mendapat tempat yang layak disisi-NYA. Serta tetap tabah untuk para keluarga korban dan bisa ikhlas atas semua kejadian ini. Dimana musibah hadir sebagai pengingat setia manusia dalam setiap kelalaian, semoga kita menjadi orang-orang yang bisa saling membantu dengan kekuatan yang selalu kita miliki.

Terima kasih buat semua tim gabungan, buat semua masyarakat yang telah ikut serta membantu tanpa harus menyebut identitas, kesukuan dan pangkat. Semua itu adalah catatan baik yang kelak DIA telah menyaksikan lewat catatan para Malaikat-NYA. Wallahu’alam

Penghujung malam, dikala judul sebuah kabar membuat saya risih akan pengertian bagi masyarakat awam.


30 Responses

  1. sedih gan katanya ada anak kecil yg ditinggal ama ibuk bapaknya…..:(

    • benar, malah ada yg bayi 2 orang😦

  2. terakhir saya melihat kabar ini pas dikasih kabar kalo semua awak kapal meninggal, karena masih terikat di tempat duduknya.. turut berduka..

    • benar Dhenok, kalau tidak salah itu amatan dari tim bantuan yang sudah berhasil masuk ke lokasi, rata-rata masih terikat semua

  3. musibah itu datang kapan saja, kita yang harus senantiasa bersiap

    • siap dengan segala resiko dan selalu berhati-hati🙂

  4. ikut berduka cita aja.. salam kenal thank’s infonya …

    • salam kenal kembali mba Herti

  5. kisah yang mengharukan.
    memilukan semesta alam.

    • begitulah Pardi, sedari hati kita harus belajar saling menghargai sesama untuk berdo’a kepada mereka

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: