Betapa Kau Menyukai Mereka


paku pohon

Paku di pohon/Foto: oh.blogombal.org

INI bukanlah romansa baru, tapi sebuah pesan lama yang kadang kita lupa dengan keberadaan si pendahulu jejaring sosial yang lazim kita sebut dengan social media, yakni Friendster (FS).

Perubahan jaman memang telah menggantikan pendahulu dengan yang baru di tahun berikutnya. Saatnya FS dinyatakan akan segera “tutup” pada akhir Mei 2011 ini, saya termasuk salah satu orang yang melakukan backup data profil dan segala emblemnya.

Hasil yang sudah backup, tentunya bisa kita nikmati kembali sembari offline. Nah, dari sinilah saya kembali memborkar-bongkar berbagai kenangan lama di FS, salah satunya yang terkenal di FS dulu selain fitur sapa “testimonial” juga ada yang nama Pesan Berantai yang dari hari ke hari sering diteruskan (forward) oleh banyak teman.

Setelah melihat dan membaca, salah satu pesan yang saya temukan tentang sebuah kesabaran. Mungkin judul di atas “Betapa Kau Menyukai Mereka” tidak begitu cocok, karena potongan kalimat tersebut tersisip dalam tulisan tersebut, saya kira semoga Anda juga bisa mencocokkannya, berikut “pesan berantai” ala FS yang saya dapat pada tanggal 4 September 2007:

***

Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku,dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang dipagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untukmenahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.
Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar.

Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata :

“Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar.”

“Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka.”

“Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya sama perihnya seperti luka fisik.”

“Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka.”

“Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat.”

“Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu.”

“Tunjukkanlah kepada teman- temanmu betapa kau menyukai mereka.”

***

Saya yakin bagi sebagian pengguna FS sudah pernah membaca tulisan singkat di atas, tapi yang belum saya yakini bahwa apakah kita semua termasuk saya sendiri paham betul dengan isi dan pesan tersebut. Sungguh tamsilan paku dan pohon itu bisa menggambarkan bagaimana kita memberlakukan orang lain dalam kehidupan ini, sadar atau tidak setiap kita punya kesalahan yang kadang kita sendiri luput dari kesalahan itu kalau kita telah melakukannya pada orang lain.

Orang lain tidak hanya sebatas teman, kawan, sahabat, tapi juga orang-orang yang tidak kenal dalam dunia nyata atau dunia maya, namun Anda sering menyapa lewat mention, retweet, dan sebagainya. Pertemanan kini sudah sangat mudah terbina lewat media alias jejaring sosial, semoga yang namanya menghargai bisa kita miliki seperti cerita Ayah dan Snaknya di atas. Semoga[]

20 Responses

  1. Salam .. Ini adalah kunjungan pertama saya. Artikel yang Anda tulis sangat menarik.
    Jangan lupa mampir ke blog saya dan berikan komentar serta kritiknnya.
    Terima kasih

    • salam kenal juga Isal🙂
      Terima kasih atas kunjungannya😉

  2. Cerita menarik dengan pesan yang mendalam, sebuah lubang akan tetap meganga walaupun kita coba tambal tapi akan tetap terlihat tambalannya…

    • benar sekali mba susi, bekas itu susah untuk hilang🙂

  3. Salam kenal dari Hajarabisdotcom..artikel dan postingan yang unik…sukses selalu..

    http://www.hajarabis.com

  4. idhe blom pernah baca neh tulisan aul.. baru ne dhe baca. benar jg katany2. bgitu mengagumkan. alangkah qt bs idup tanpa menyakiti orang lain..”hmm..”

    tq dah mamip ke matahari-siank ^^

    • sama-sama dhe, jarang sekali sepertinya dhe kelihatan di blogeshpere😀

  5. Lintasberita says : baru sekali ini mas baca, bener2 menyentuh, selama ini kita ga sadar kadang kata maaf saja tidak cukup untuk menutupi luka seseorang.

    • benar mba, maaf itu sebagai syarat kita melepaskan apa yg pernah terjadi dan intinya memaaf itu adalah ikhlas. Namun, utk bekas itu selalu akan ada.

  6. salam mas aul, apa kabar?

    • kabar baik mas van, ah lama tidak bersua kita di blog😉

      • begitulah, sempat kehilangan sense of blogging akibat beban pekerjaan, hehe

      • semoga dengan kehadiran kali ini bisa terus terselamatkan jiwa dan semangat ngeblognya🙂

        *keep blogwalking

      • so pastiii, sekarang sudah full power of blogging😀

  7. Info yang saya dapat, katanya FS bukan mau ditutup, tapi mau dilakukan perubahan besar-besaran, FS bakal menghapus semua data, makanya kita disuruh backup semua data kita🙂

    • benar sekali, ada link di atas yang saya sisipkan pada tulisan🙂

  8. punya saya gak tak bek ap,..tp g p2, toh g ada hal yg penting,..sekedara kelabilan masa muda:mrgreen:
    teman2 fs masih dpt sy tmui djejaring yg lain kok😀

    • hehehe, ternyata masa mudahnya ada di FS ya😀
      pasti sangking tenar FB tuh jadi terkover semua, iya kan Cit?

  9. Salam kenal.🙂

    Benar sekali. Saya teringat pantun Banjar:

    Sapu tangan babuncu ampat
    sabuncunya dimakan api
    luka nang di tangan kawa dibabat
    luka nang di hati dibawa mati

    (saputangan bersudut empat
    satu sudutnya dimakan api
    luka yang di tangan bisa dibalut
    luka yang di hati dibawa mati)

    kisah ayah dan anak di atas mengingatkan bahwa sebaiknya kita berhati-hati dalam berteman. menjaga dan menghargai siapa pun yang berinteraksi dengan kita. sebab jika sudah menyakiti hati, luka itu akan meninggalkan bekas betapapun kita sudah minta maaf dan yang kita lukai sudah memaafkan, tetapi hati yang sudah terluka bisa saja masih perih setiap kali teringat saat di mana kita melukainya. menandakan luka hati masih meninggalkan bekas yang tidak juga hilang.

    • terima kasih ya Ummu sudah berbagi pantun Banjar, jadi tambah wawasan deh🙂

      Benar sekali kata pantun itu, ibarat pertemanan seperti lingkaran atau juga saputangan, namun saat sapu tangan itu sobek, bekas tempelan dan jahitan akan tetap kelihatan juga.

      salam kenal Ummu Kamilah!

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: