Hidup Itu Ada Dimana-mana


anak desa

Keceriaan anak manusia/Foto: buttercholic.blogdetik.com

ADA banyak cerita dari kehidupan disekitar kita, berbagai kisah hidup yang layak kita lewati dan tanpa tersadari. Disaat-saat kepenatan jiwa menikmati hari-hari yang terus berlalu sama, sadar atau tidak kadang kita melupakan satu sisi dalam hidup, sisi kecil yang orang sebut sosial.

Ya, itulah sosial. Sesuatu yang tidak harus selalu kita wujudkan dalam bentuk perbuatan, perkataan, namun tercermin lewat makna-makna yang terpecah, yang bisa kita satukan dalam setiap liku-liku yang ada.

Disebuah sore yang ceria, bus 183 AC melaju dari bilangan Blok M, Jakarta menuju ke Tangerang, Banten. Disela-sela matahari menyengat melewati kaca-kaca bening yang tembus dari balik sana.

Lelaki muda, mungkin masih paruh baya tampil dengan suara parau, membawakan sebuah kata-kata dengan tema “Ibu”.

Tangan yang berbalut perban, bermuram dalam bercerita sosok Ibu, sesekali memelas muka, membisik sedu, dari menderunya mesin-mesin kendaraan. “Engkaulah Ibu, yang selalu tersenyum….,” satu demi satu kata terlontar, mengharap iba dari penumpang sekalian, dialah pengamen dengan “Ibu” yang terus melekat pada sosoknya.

Tak lama berselang, kantong plastik permen pun dikeluarkannya. Disodorkan pada setiap penumpang, yang tidak lupa bibirnya terus berucap dengan kata-kata “permisi”, bunyi recehan, bahkan yang tak berbunyi pun turut diucapkannya kata sederhana, “terimakasih”.

Ingin saya bertanya, apa gerangan tangan si lelaki muda itu, kadang dia mengerang dengan nafasnya, mungkin menahan sakit ingat saya. Tidak jauh berada dibelakang, sesosok bocah kecil tunarungu pun sibuk dengan tingkahnya.

Akhirnya, ada sebuah percakapan yang terjadi diantara mereka. Saya pun menyimak, mencoba mengerti dari setiap gerakan tangan si bocah, lelaki muda ini pun kadang harus tertawa, sembari menyaut dengan gerakan balasan untuk si bocah tadi.

“Mas, mas. Tahu gak si bocah bilang apa?” tanya lelaki muda tadi pada saya. “Agak susah dimengerti mas!”, balas saya yang mencoba mengartikan gerakan tangan si bocah seperti mengepal-ngepal gas sepeda motor itu. Lalu, lelaki muda itu pun menjelaskan, saya jatuh motor dan akhirnya membuat tangan menjadi korban atas kecelakaan tersebut, makanya itu si bocah ketawa-ketawa sambil memperagain kalau saya kurang hati-hati, “itu maksud dia mengepal-ngepal tangan seperti mengerem buat saya mas,” perjelas lelaki muda itu pada saya.

Itulah sekilas hidup dan pertemanan sosial yang terjalin dimana saja, lelaki muda dan si bocah tunarungu yang begitu aktifnya. Itu hanya sederet kisah hidup yang kita jumpai saat kita berada di jalan, saat kita berada di luar lingkungan kita yang sesungguhnya. Disaat kita merasa kejenuhan, di luar sana masih ada hidup dimana-mana, hidup yang jarang bisa kita abadikan lewat rasa, hidup yang sangat jarang bisa kita temui secara bersama, tapi hidup dimana kita mampu melihat realita.

Berbeda lagi dengan cerita diangkot kecil, sewa yang akrab dicari oleh supir terperangah dengan tampilan si cewek. Berlagak memberhentikan angkot, eh ternyata mengamen jua didalamnya. Walhasil, si supir hanya bisa berkata, “dikirain sewa, eh malah ngamen.”

Ini adalah hal kecil, yang kerap menghapiri hidup orang-orang diluar sana. Mencari beragam makna untuk menghidupi dirinya. Bergaya dengan seadanya dan kadang tertutup oleh kegetiran hidup. Dunia luar, tak jauh beda untuk hidup bernafsi-nafsi, dikala ada bisa bersyukur, disaat tidak ada, hanya bisa berusaha.[]

 Suatu sore ditanggal 15 April 2011, Depok – Tangerang – Tanah Abang – Depok. Mencari kehidupan yang ada dimana-mana. Terimakasih semua (sopir, kernet, pengamen, bocah, dan penumpang setia).

32 Responses

  1. potrettan awan nya sangat indah…..

    • itulah mba, makanya jadi pilihan sebagai ilustrasi + gambar anak-anak yang berlari bebas🙂

  2. heum…😕

    masih berpikir tentang makna yang tersirat dan tersurat dari tulisan anda. atau saya kurang memiliki empati?

    heum….😕

    • ehmmm, sepertinya saya membuat seorang Ismail Agung harus berpikir keras nih dgn judul Hidup ada dimana-mana, intinya bikin hidup lebih hidup dengan apa yang ada disekitar kita (jangan lupa mas sesekali mencoba perjalanan diangkutan umum yang banyak kehidupan dan tentu ada dimana-mana)😀

  3. nice..
    saya suka fotonya!! benar-benar hidup dan nikmat dipandang😀
    sempatkan juga mengunjungi website kami di http://www.hajarabis.com
    sukses selalu!!

    • Indahnya hidup juga bisa tercermin dari sebuah foto🙂

  4. Gambarnya bagus, sesuai dengan postingannya. idup itu tak bertempat, dimana kita berdiri, disitulah kita berteduh🙂

    • banyak hal yang bisa kita ambil dari setiap hidup yg kita lewati dan pastinya kita bisa hidup dimana-mana🙂

  5. nice picture ! I like it.

  6. ane bisa jadi jauh lebih baik sekarang dr pada jaman kecil ane dulu yang miris banget karena ane punya semangat hidup untuk jauh lebih baik dr orang yang menghina ane dulu waktu susah😦
    dan ane paling termotivasi setelah nonton film laskar pelangin jadi bikin semangat 100x lipat🙂

    • sebuah pengalaman yang sangat berharga

  7. makasi atas infonya,..

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: