Setetes Air


air

Ilustrasi: Google Images

AIR hanya terdiri dari 3 huruf dalam bahasa Indonesia –Water: bahasa Inggris dan Ie (sering dieja I saja): bahasa Aceh, hampir semua kita tahu dengan yang nama air ini, tepatnya tanggal 22 Maret kemarin baru saja diperingati sebagai Hari Air Sedunia.

Dibalik keajaiban air, memang tersimpan beragam makna, disatu sisi kita tahu bahwa tubuh yang kita miliki sementara ini sebagian besar adalah air. Belum lagi bumi yang kita pijak ini, hampir 70% lebih mengandung air dan masih banyak fakta alam lainnya yang bisa kita temui.

Pada suatu waktu, saat mendengar beberapa nasehat dikesempatan Maulid, ada suatu hal yang menarik saya ketahui tentang awal mula apa itu zamzam, yang mungkin kita tahu saat ini adalah air yang berada di tanah suci yang banyak dibawa pulang ke dalam negeri (baca: kampung halaman) kita.

Zamzam juga air, singkat cerita asal usul Zamzam adalah hentakan kaki Nabi Ismail as, lewat kuasa Allah SWT lewat Malaikatnya yang menyuruh untuk turun ke bumi dan mengeluarkan mata air itu bagi Ismail dan Ibunya Siti Hajar.

Sungguh ini kuasa Allah yang luar biasa pada saat itu, sehingga lahirlah rukun haji sa’i dimana berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwa (yang kini jadi judul sinetron di TV), yang diilhami dari kisahnya Siti Hajar dalam mencari air untuk buah hatinya.

Tahukah kita, ternyata Zamzam itu mempunyai arti “berhenti-berhenti” atau dalam bahasa Aceh dikenal dengan “ho ho”. Sehingga, pada saat air itu keluar dari hentakan kaki Ismail, maka Malaikat pun menyebutnya dengan Zam Zam sebanyak dua kali. Maka sampai sekarang air itu masih tetap keluar, namun jika Malaikat tidak menyeru dengan berkata “berhenti-berhenti”, sungguh tanah Arab itu akan banjir. Wallahu’alam

Inilah kisah kecil dari setetes air yang begitu sangat berguna, dari hari air sedunia, sampai suatu sejarah yang paling fenomenal dalam agama. Semoga ada manfaat tersendiri, mohon maaf jika tidak nyambung tulisan kali ini.[]

Disela-sela menunggu keberangkatan ke Aceh (19.38 WIB) Bandara Soekarno – Hatta, Cengkareng – Tangerang.

29 Responses

  1. hemat air..

    • setuju🙂

  2. kesabaran, kemujahadahan siti hajar di tinggal suaminya jihad, menjadi barokah yg luar biasa.. salam kenal..

    • salam kenal kembali umi🙂

  3. Salam,
    Andai tak ada lagi air di Bumi ini gimana lah ya…?? hehehe… pertanyaan tolol tapi wajib direnungkan. Mari kita kembalikan hutan sebagai waduk Alam dengan ikut andil melarang orang menebang pohon tanpa pilih bulu…

    • Kalau pun air sudah tidak ada, berarti tidak lama lagi hidup kita untuk mengakhiri di dunia ini.

      Mari menanam dan menjaga alam sekitar.

  4. air tanah dijakarta udah mulai berkurang 40% soal’a polusi limbah pabrik yang mengandung bakteri berbahaya yang tidak diproses secara benar

    • Ini semua menjadi tanggung jawab warga Jakarta yang harus bijak mengurus air, limbah, dan polusi yg kian mengancam jiwa..

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: