Bidadari Yang Terselamatkan


Bidadari

Ilustrasi: Google Images

BUAT Fatimah yang terselamatkan, ibarat domba yang tersesatkan. Niscaya kebebasan yang telah menerangi jalanmu dengan baik, terbebas dari belenggu pikiran dan hasutan bejat syetan laknatullah, kini engkau bisa jadi pahlawan, karena nilai iman telah mampu engkau pertahankan. Semoga masih banyak “Fatimah” lain hadir di Aceh disaat genting seperti ini. Amin

Sekilas penggalan paragraf di atas hanyalah status di Facebook saya, melihat dan memperhatikan apa yang ada di media lokal. Intinya tidak jauh-jauh masih seputar musibah pendangkalan akidah yang baru-baru ini marak di Banda Aceh sampai saat ini.

Duka Tangse (#prayforTangse) pada hari kamis (10/2) lalu, memang telah menyita perhatian besar kita dan sebagian warga Aceh untuk membantu saudara-saudaranya. Ditengah tragedi tsunami yang kembali menimpa Jepang, namun hasrat bangsa dan media nasional kian tersorot kesana.

Tapi kali ini bukan cerita musibah banjir bandang yang ingin saya lihat, bukan pula tsunami Jepang yang begitu hitech dalam penanganannya, tetap kali ini adalah tentang bidadari, mungkin boleh Anda menerawang sosok bidadari, pasti yang cantik rupa, indah jelita atau bersayap dua seperti cerita dari Israiliyat. wallahu’alam

Namun, terlebih dahulu janganlah membayangkan terlalu jauh dengan bidadari itu. Toh dalam kesempatan kali ini, sebuah berita yang berhasil diangkat media, yakni bidadari yang terselamatkan. Terlepas siapa pun beliau, karena kepercayaan dan iman yang diuji coba, membuatnya menjadi seorang “bidadari”, bukan sembarang bidadari seperti yang dielukan oleh sekelompok golongan/komunitas karena derajat mereka telah menghimpun begitu banyak pengikut.

Bukan pula bidadari ini untuk menyamakan dengan yang ada di surga nanti, melainkan dia bidadari yang ada di dunia. Nama Fatimah dalam status di atas saya sematkan berdasarkan penuturannya pada sebuah surat kabar “Fatimah Selamat dari Ajaran Sesat Kampus”.

Melihat begitu cekatannya dia mengikuti pengajian dan pertemuan dengan seseorang yang memimpin sebuah kelompok, membuat kita akan berpikir akankan “domba yang tersesat” bisa kembali dalam lingkaran yang benar (mungkin itulah yang menjadi pemikiran si pemimpin tadi untuk membujuk Fatimah dan kawan-kawan ikut serta menjadi si “pengembala domba”).

Iman Jadi Benteng
Melihat keanehan yang terjadi, atau didasari dengan ilmu yang dimilikinya dulu, Fatimah berhasil keluar dari jerat pengaruh syetan yang membisik untuk mengiyakan dari orang-orang yang telah nyata sesat seperti kriteria yang telah diliris oleh MPU (Majelis Permusyawaratan Ulama) dari tahun 2007 yang silam.

Tidak lain ini adalah sebuah nikmat iman yang masih begitu kokoh, keimanan yang masih menjadi benteng menjaga diri dari segala macam ancaman. Layaknya menjadi seekor domba yang sesat, tapi buah manis menjadi bidadari yang telah berhasil menjaga iman.

Dalam tulisan sebelumnya, tentang ciri-ciri MM (Mukmin Mubaligh) yang pernah saya paparkan, rata-rata orang-orang yang direkrut untuk kelak dijadikan “pengembala” memang sangat terbilang muda atau remaja.

Di beberapa tulisan yang dilansir oleh media lokal juga, ada diantaranya yang menyebutkan telah berhasil menghubungi orang-orang “besar” di MM, baik itu dari wanita maupun pria dan setelah kroscek dengan inisial yang disebut memang sesuai dengan RDPU kota Banda Aceh yang sebagian orang menilai penyebaran list nama tersebut ilegal, namun dilain sisi nama tersebut memang telah diliris oleh pihak berwenang dari hasil dengar pendapat sebagai bentuk mencari tahu keberadaan mereka untuk kembali dirujut pada jalan yang benar.

Terlepas dari itu semua, ilegal atau tidak akan menjadi penilaian tersendiri. Saya pun akhirnya menarik ilustrasi (list nama) tersebut pada postingan sebelumnya untuk menjaga nama-nama mereka tidak tersebar luas. Tapi apa lacur kemampuan jejaring sosial dalam memuntahkan informasi berlalu begitu cepat tanpa ada yang membendung.

Kembali pada kata pokok bidadari di atas, untuk kasus serupa yang dialami Fatimah ternyata usai sudah. Ada yang menarik ternyata, sebuah komentar yang masuk di blog lainnya, bisa ditelusuri link http://disq.us/1f4kum, yang membuat aneh Sa Nina34 yang mempunyai nama tersebut menulis “….aku SALAH SATU PENGIKUT (bkan mgjak, tpi msih d ajak) yg termasuk ajakan . . . udh 10 x pertemuan. . .”, begitulah potongan kalimatnya yang membuat saya berputar otak maksud dan tujuan tersebut, sehingga solusinya saya hanya bisa membalas via e-mail dimana keberadaan beliau sekarang, sebagai bentuk jawaban yang akan nanti saya jawab lebih lanjut, tapi sampai detik ini belum ada balasan yang masuk ke e-mail saya.

Jika kita tahu perihal tentang murtad, betapa sedihnya saat dihukum mati, maka orang itu tidak dimandikan, tidak dishalatkan dan tidak dikuburkan di pemakaman kaum muslimin. Juga tidak berhak saling waris-mewarisi dengan kerabatnya yang muslim serta hartanya diserahkan ke Baitul Mal untuk pengelolaan. Tapi, tidak semudah itu juga membuat hukuman, karena itulah Islam yang menjadi rahmatallil’alamin masih memperhatikan berbagai segi lainnya, tidak seperti kafir yang menuduh agama Allah selalu dengan kejahatan dan kesadisan.

Inilah coretan singkat kali ini, meminjam kata penutup seperti yang ditulis pada Tajuk Harian Aceh “Aliran Sesat Semakin Meresahkan”, semoga kita tidak termasuk golongan yang mengikuti ajaran dengan ciri-ciri tersebut. Kepada para orang tua dan para pemimpin, bimbinglah anak-anak Aceh agar jangan sampai terjerumus ke dalam golongan sesat dan menyesatkan. Untuk bidadari di dunia, semoga senantiasa hadir dalam setiap waktu menjaga kemurnian iman serta bagi kaum Adam perbanyaklah ilmu agama.[]

~ditulis pada waktu suloh akhee (1/4 malam) dan berdo’a untuk kesembuhan Ayahanda tercinta.

23 Responses

  1. nice post.. artikel bidadari terselamatkan yang bagus.. turut berdoa atas kesembuhan ayahanda.. salam

    • terimakasih🙂
      semoga sukses terus dengan usaha batik Indonesianya!

  2. Semoga kita terlepas dari itu semua.

    • Amin, dan semoga yang telah salah arah bisa kembali pada jalan yang benar🙂

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: