Visit Banda Aceh 2011, Bukan Ajang Naikin Harga!


Visit Banda Aceh 2011

Logo VBA Year 2011/iloveaceh.blog.com

BELUM lengkap rasanya jika bulan Januari ini tanpa tulisan yang hangat, jadi dengan serta merta untuk melengkapi panasnya perbincangan kali ini jatuh pada program Visit Banda Aceh Year 2011 atau sering disingkat dengan VBA Year 2011.

Berbagai persiapan tentang VBA ini telah dipersiapkan jauh-jauh hari, seperti yang saya ketahui bahwa gema program ini sudah ada diakhir tahun 2009 yang lalu.

Tepatnya tanggal 19 Oktober 2010 yang lalu, bertempat di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, program VBA resmi diluncurkan oleh Menteri kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Jero Wacik dalam acara yang dimeriahkan oleh berbagai tarian seni dari Aceh.

Namun, tahun 2011 kini sudah menjelma didepan mata dan tentunya program itu sudah berjalan. Hadinya situs Banda Aceh Tourism menambah lengkapnya referensi bagi para wisatawan untuk mengunjungi Aceh, tidak dipungkiri juga bahwa kekurangan dari berbagai faktor juga masih menyelimuti program ini.

Tarian Ranub Lampuan

Tari ranup lampuan ketika menyambut kedatangan wisatawan dari kapal pesiar MV Clipper Odyssey asal Miami Amerika Serikat, yang tiba di Ulee Lheue, Banda Aceh, Senin (10/1/2011)/Foto: Kompas.com

Dari awal munculnya video iklan dari VBA sudah banyak warga yang mengkitisi hal tersebut, salah satunya jargon yang dibawa oleh program ini adalah “A Place Blessed with Natural Beauty and as a Spritual Gateway” yang seakan didalam video tersebut tidak begitu menggambarkan spritual keberagaman yang ada di Aceh.

Tidak hanya itu, bagian dari Syariat Islam terkait VBA juga banyak disorot warga. Tidak tanggung-tanggung, malah ada yang lebih pesimistik lagi dengan beragumentari via jejaring sosial yang merendah-rendahkan program VBA. Tapi disini yang mau kita lihat adalah kenaikan harga barang diberbagai tempat wisata di Banda Aceh yang mendapat protes dari wisatawan.

Ini justru merupakan hal kecil, permainan harga yang dilakukan oleh para pedangan akan menimbulkan dampak besar ujung-ujungnya. Seperti apa yang pernah Jero Wacik tekankan disela-sela memberikan kata sambutan pada saat peluncuran VBA 2011 di Jakarta lalu, bahwa ketertarikan wisatawan pada sebuah tempat itu bukan karena promosi atau megahnya sumber wisata, tapi keramahan warga dalam menyambut mereka seperti melayani tamu sebagai seorang raja.

Begitulah kurang lebih yang ditekannya oleh Jero Wacik, hal ini terkesan gampang, namun penerapan dilapangan oleh warga yang tidak mendapat sosialisasi dari pemiliki program VBA tentu akan beralasan.

Seperti yang dilansir oleh Harian Waspada (10/1), pemerintah kota Banda Aceh tidak menerapkan secara tegas kepada pedangan ditempat wisata dalam menyuguhkan harga barang bagi wisatawan. Inilah menjadi penting sekali, sesuatu yang kecil akan berakibat besar dari turunnya minat warga untuk menyukseskan program tersebut.

Semoga Walikota, Dinas Pariwisata berserta jajaran yang menaungi program VBA ini bisa menerima berbagai masukan dari masyarakat, walaupun tahun sudah memasuki 2011, setiap pembenahan masih bisa terus ditingkatkan.

Inilah dulu update tentang Visit Banda Aceh 2011, info-info menarik tentang VBA ini juga ada di twitter @iloveaceh bagi yang ingin tahu atau bertanya sesuatu, saya rasa warga disana siap menjawab. Dan satu lagi pesan dari salah satu teman saya, beberapa bangunan pengungsian sudi kiranya pemerintah daerah di Aceh Besar dan Kota Banda Aceh juga menaruh perhatian, siapa tahu wisatawan malah berubah haluan ingin menikmati wisata ke kompleks barak pengungsian yang masih bisa kita jumpai di dekat kota Banda Aceh.

Ingatlah bahwa 6 tahun sudah tsunami, tapi sebagian nasib warga masih terkatung-katung di barak pengungsian, seperti seputaran Kreung Barona Jaya, Desa Bakoi, Aceh Besar yang masih cukup terlihat. Walaupun ini bisa dikategorikan dilema, karena beragam faktor dibalik bertahannya di barak pengungsian juga karena “materi” semata, nanti kapan-kapan kita ulas lebih lanjut.

Banyak hal yang harus kita visitin Banda Aceh, begitulah tegas kawan saya di twitter, lihat saja Jakarta, tempat kumuh juga menjadi objek wisata menarik untuk dikunjungi oleh turis, semoga Banda Aceh tidak demikian. Semoga[]

Jika ada informasi menarik tentang program VBA 2011, boleh kita berbagi, apalagi terkait 6 tahun sudah tsunami yang telah meluluhlantakkan Aceh dan Nias, barang kali ini dulu yang bisa saya bagi, dilain waktu kita jumpa lagi.🙂

31 Responses

  1. saya khawatir program ini gagal, di satu sisi rakyat aceh membutuhkan industri pariwisata untuk menggerakkan perekonomian

    tapi pedagangnya sendiri bermain-main dgn harga yang dapat membuat wisatawan enggan membeli

    • disinilah peran pemangku atau pihak penyelenggara dalam memberikan pemahaman untuk para pedagang, semoga bisa saling melengkapi saja. Semoga[]

  2. Bekunjung🙂

    maaf baru sempat mampir

    • Tidak apa mila, terimakasih sudah mampir di OWL lagi🙂

  3. semoga saja ada koreksi n perbaikan program promosi sec. terus menerus dari pemdanya. shg akan lbh baik dr waktu ke waktu. artikel manfaat kawan. tks

    • Amin, kita do’akan seperti itu kawan🙂

  4. good…

    • eh na bang amir lagoe🙂

  5. Warga Aceh tampaknya blm siap akan VBA ini…. Shrsnya ada pelatihan/pengenalan lbh kpd masyarakat😉

    • Mungkin lima tahun mendatang bisa dibikin Visit Aceh saja sekalian ya, biar siap dengan segala respon dan pengenalan terhadap masyarakat secara menyeluruh

  6. as salam amirudin saya dari malaysia ..boleh saya berurusan sama kamu ..m 40 male here,kuala lumpur ,,,,email (iron_seni@yahoo.com)

    • salam kembali amir, sudah saya balas surel Anda🙂

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: