Di Balik Karya Mereka


manuskrip Aceh

Salah satu naskah kuno Aceh/Foto: decky-murtaza.blogspot.com

APA yang terlintas dipikiran Anda saat kata-kata sejarah ditanyai oleh orang lain tentang tempat Anda lahir, bagaimana asal muasal nama tempat Anda lahir bisa bersemat menjadi nama sebuah lorong, kampung, kota dan lain sebagainya. Dan belum lagi dengan pertanyaan seputar sejarah pahlawan, raja atau sultan yang pernah berjaya dan masih begitu banyak lagi.

Saya rasa jawaban Anda tentu dengan berbagai selera dan pastinya berbeda-beda menurut variasinya. Dan jawaban yang paling parah selama saya hidup ini adalah mendengar ucapan “untuk apa baca sejarah lagi dan bla…bla”. Jika jawaban itu menghampiri telinga Anda, jelas Anda akan bertanya dan terus bertanya. Tapi ingat, tidak semua generasi lupa akan sejarahnya.

Ada waktu dimana mereka belum siap menulisnya, ada juga kesempatan dimana mereka sedang sibuk mempersiapkan tulisannya, mungkin juga ada yang sibuk poh cakra alias cuma bisa ngomong doang, tanpa bisa menuai apa-apa dari yang telah dibicarakan.

Kemarin saya mendapat e-mail dari panitia “Lomba Menulis Sejarah Aceh” yang merupakan salah satu rangkain acara dari Mini Pesta Blogger+ 2010 di Aceh beberapa waktu yang lalu.

Lalu saya pun melihat berbagi tulisan itu, dengan berbagai jenis, model serta gaya bahasa dan bacaan yang saya sendiri tidak terlalu mengerti, namun saya mencoba baca satu demi satu (sampai menulis tulisan ini baru 4 tulisan yang baru saya baca dari 36 tulisan yang masuk ke panitia dan mungkin sebelum batas waktu deadline mencapai 40 tulisan).

Satu hal, saya terperangah juga bahwa karya mereka memang luar biasa. “Tulisan mereka layak dibukukan”, begitulah tegas Martha Andival, sang komando dari lomba ini. Dan tak berpikir panjang saya meminta tulisan itu dikirim ulang ke email saya dengan nama lengkap dari masing-masing peserta, karena tulisan sebelumnya yang masuk ke e-mail itu hanya untuk para dewan juri saja.

Ada niat bahwa tulisan itu akan saya rangkum dalam bentuk softcopy dengan semua sumber dan data adalah milik peserta -paling tidak bisa menjadi koleksi sejarah Aceh tersendiri- dan tentunya dengan menghormati hasil karya mereka.

Tak hanya itu, minat peserta dari lomba ini ternyata cukup lumayan tinggi, selain dari berbagi jenis latar belakang dan profesi, baik dari PNS, dosen, mahasiswa, bahkan wartawan pun ikut meramaikannya. Yang lebih menarik lagi dari peserta, mereka tidak hanya yang berada di Aceh ikut serta, luar Aceh seperti Jakarta bahkan sampai ke negeri raja Firaun, Kairo juga meramaikannya.

Sungguh sebuah ekspektasi yang sangat luar biasa, saya salut dengan kerja keras panitia lomba ini. Walaupun terkesan waktu yang disediakan oleh panitia untuk peserta singkat, tapi mereka mampu menunjukkan jati diri atas tanah air nanggroe endatu yang telah melahirkan mereka. Tidak memandang bentang wilayah, hati mereka untuk Aceh masih terus melekat.

Saya masih ingat kata-kata dari Prof Mohd Harun yang sempat menemani rekan-rekan blogger saat berdiskusi tentang “Menggali Kembali Penulisan Sejarah Aceh melalui Blogger”, salah satu ucapannya seperti yang saya kutip dari Blog Pak Pimred Acehkita.com, Radzie, menuturkan “tema sejarah tak hanya bertumpu pada heroisme peperangañ, dan kedigdayaan masa lampau.”

Dari berbagai tulisan dan liputan teman-teman blogger disana tentang diskusi, saya tahu betul apa yang sedang dibahas disana, walaupun saya hanya bisa membaca live report via twitter. Tapi itu semua insyaAllah terekam dimemori kepala ini dan semoga tidak lepas begitu saja.

Selain itu, ada juga Taufik Almubarak dan juga Rahmat yang berbagi cerita dengan versi santai diblog mereka.

Ini dulu orekan yang bisa saya utarakan di pagi subuh ini, mungkin dilain waktu bisa berbagi lebih banyak. Satu hal lagi, pengumuman untuk peserta lomba, pemenang akan diumumkan nanti, tepatnya tanggal 1 November 2010 sekaligus memperingati HUT Aceh Blogger Community ke-3 tahun serta dalam rangka Hari Blogger Aceh atau dikenal dengan Aceh Blogger Days.[]

18 Responses

  1. ayo pertahankan warisan leluhur bangsa!

    • Ayo mas, kalau bukan kita yg mau siapa lagi🙂

  2. keren bang. kemarin bg martha juga cerita bhwa tulisannya bagus2, anak deta ada juga ikut 2 org, syangnya bg martha ga jadi juri😀

    • hahaha, yang jelas sih ketua panitia tidak berhak untuk merangkap dua jabatan dalam satu event🙂 (biasa etik lomba sering seperti itu)

      satu kata, lomba yg sangat bagus😉

      • iya bang…… wkwkwkw ntar malah curang pula ya

      • iya, walaupun lomba kecil2an, tapi panitia sudah good job dan profesional🙂

    • hahaha sembarangan … ada2 aja hahaha

      • untung panitia cekatan, jadi tidak diada-adakan😀 hehe

  3. tetap semangat bro…yakinlah blogger aceh masih layak dibanggakan, lihat saja nanti hasil pengumuman pemenang lomba

    • Yup, saya masih menyimpan semangat itu sekarang dan sampai nanti. Karena ini adalah awal, dan terus berlanjut untuk Aceh lon sayang🙂

    • bg Taufiq,, kapan pengumumannya…

      nanti di publish dimana?

      • nanti segera akan dipublish di ABC dan Detak juga kok🙂

  4. Semakin sering orang menulis tentang sejarah, semakin lestari nilai-nilai kearifan yang tidak lekang oleh waktu.
    Kreatif sekali ide menulis tentang sejarah Aceh ini.

    • benar sekali mba Vicky, menulis adalah menoreh sejarah untuk bisa dibaca ulang oleh generasi selanjutnya😉

  5. hasil penilaian juri udah masuk heheheh

    mantabbbbs

    • hmm, saya tunggu loh… tapi kok belum ada kabar ya..😀

  6. saya tau sih lomba ini.. tapi belom sempat ikut.. mungkin lain kali🙂

    • siap, jangan lupa update tentang Hari Jadi Blogger Aceh juga ya hari ini🙂 1 November 2010

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: