Bahasa Indonesia di Mata Indonesia


bahasa indonesia

Ilustrasi : dedendeh.wordpress.com

SIAPA yang tidak mengenal Bahasa Indonesia, bahasa yang menjadi pemersatu bangsa, bahasa yang telah dikenal oleh dunia. Tapi, jangan salah bahasa yang sudah dikenal seantero negeri pertiwi ini kadang juga sarat dengan dilema dalam kehidupan sehari-hari.

Dilema ini juga yang kadang membuat negeriku lebai, baru saja beberapa hari yang lalu elajar seluruh Indonesia mendapat pengumuman yang mendebarkan dalam hidupnya, kecuali mereka para bocah SD yang belum menerima jawaban hasil olah pikirnya dari 3 buah mata pelajaran.

Sungguh polemik dari bahasa Indonesia ini jauh sebelum diperdebatkan diberbagai kalangan, bahkan sampai meminta UN untuk dihapus adalah sebuah pekerjaan yang mengada-ngada saja. Baca saja seperti yang dimuat oleh sripoku.com, “…Hasil Ujian Akhir Nasional telah menuai kritik dari berbagai kalangan, mulai dari siswa yang tidak lulus, orangtua siswa, dan lain-lain. Tingginya angka ketidaklulusan yang terjadi di beberapa sekolah membuat orang ramai-ramai meminta pemerintah untuk mengkaji kembali kebijakan Ujian Akhir Nasional. Bahkan ada yang langsung meminta untuk menghapus UAN dengan alasan tidak menggambarkan hasil proses belajar selama beberapa tahun dan diskriminatif terhadap beberapa siswa yang tergolong cerdas di kelas, tetapi akhirnya dinyatakan tidak lulus.”

Tercengang memang realitas yang ada di masyarakat sekarang, banyak pengamat atau pemerhati berbicara, praktisi juga ikut serta dalam masalah bahasa negeri ini. Namun, yang tersayangkan juga dalam jajaran pemerintah/instansi (orang terpandang, -pen) untuk berbicara Indonesia saya sungguh mengalami pergeseran, walaupun saya bukan seorang yang kompeten dalam hal bahasa seperti ini, paling tidak inilah bukti nyata yang ada dikalangan masyarakat sekarang.

Tidak hanya itu, kalangan remaja atau ABG yang sekarang juga dinilai labil dalam pergaulan dan tingkah berbicara, sehingga hal-hal kecil saja yang sebenarnya sepele menjadi hal yang dibenarkan. Lihat saja contoh dari seperti yang diungkapkan oleh Yusdi dalam sebuah percakapan sederhana, A : “Eh bagaimana hubungan kalian berdua?” lalu B : “Kita baik² aja koq. Malah tambah mesra”. Seharusnya jika anda simak percakapan sederhana tersebut akan sangat kelihatan kesalahannya.

Lebih lanjut dalam seperti yang dilansir pada kolom opini sripoku.com, juga menyatakan bahwa, “Banyak siswa yang meremehkan Bahasa indonesia, dengan dalih bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa sehari-hari; mereka menguasai bahasa tulis dan lisan dengan baik. Paradigma tersebut tidak benar, karena pada kenyataannya para siswa hanya mahir menguasai pengetahuan dengan bahasa pengantar Bahasa Indonesia, akan tetapi kemampuan mereka untuk berbahasa Indonesia yang baik, benar, dan komunikatif masih dipertanyakan.”

Inilah bahasa Indonesia dimata Indonesia, kita sering bangga dengan mengikuti orang luar (barat, -pen), walaupun ini sebuah pemikiran ‘kuno’, tapi bukan berarti kita tidak boleh belajar bahasa lain selain bahasa Indonesia. Tapi, alangkah baiknya orang timur tidaklah terlalu kebarat-baratan sampai harus menyisihkan bahasanya sendiri, ikutilah yang memang sesuai kebutuhan tanpa harus lupa dengan bahasa sendiri.

Semoga Anda yang membaca tulisan ini tidak terbawa kemana-mana, walaupu alur tulisannya tidak mengarah secara tepat, jika ada tulisan/kalimat yang tidak sesuai dengan EYD menurut KBBI, harap dimaklumi saja, karena saya juga belajar dalam untuk berbahasa.[]

53 Responses

  1. @Paijah, lama tergolong baru > berarti repackage donk😀

  2. suka sama image-nya … nice pic

    • iya nih, image romansa lama🙂

  3. baiklah. Jikalau begitu saya akan membiasakan berbahasa Indonesia yang baik dan benar dimanapun saya berada.

    salam Acuh dari Bandung

    • selamat mencoba mas Agung, semoga bisa menjadi lebih baik lagi🙂

  4. jadi ingat waktu SD dulu gan.

    • iya nih, tapi SD saya dulu juga sudah mulai berkurang buku bercover warna-warni kayak di atas🙂

  5. […] Bahasa Indonesia di Mata Indonesia Posted on Tuesday, 11 May 2010 by Aulia i 6 Votes […]

  6. EYD berubah menjadi “Ejaan Yang Diselewengkan”

    • hahaha….

    • itulah mungkin yang terjadi sekarang, apalagi perkembangan jejaring sosial bisa mempengaruhi juga🙂

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: