UN Membawa Berkah


ujian nasional

Ilustrasi : Suaramerdeka.com

UJIAN. Itulah sebuah kata yang sangat singkat namun ditakuti oleh banyak orang. Sebenarnya yang menjadi kekhawatiran adalah bukan saat menghadapi ujiannya tetapi gagal dalam melalui ujian. Begitu juga dengan ujian akhir nasional (UAN) yang bagi kebanyakan pelajar Indonesia masih dianggap sebagai momok yang sangat menakutkan. Sebenarnya UAN tidak perlu ditakuti selama telah melakukan persiapan dengan baik dan matang. (Harian Global, 24 Maret 2010)

Sepenggal kalimat itu telah memberikan satu pertanda, bahwa ada rasa yang kadang hilang dan lekang dari semangat pelajar bangsa ini.

Kekhawatian dan ketakutan, entah sejak kapan dua kata tersebut kian menjelma diantara dada-dada mereka untuk didengunkan dengan berlebihan dan bahkan sampai mengelar acara untuk sunggeman.

Tak dipungkiri, sungguh terasa perbedaan ujian dulu dan sekarang ini. Disaat era globalisasi dan juga perkembangan teknologi. Banyak siswa atau pun sang orang tua kadang lalai dalam membina generasinya.

Kalau kata seorang motivator kondang Indonesia, dalam sebuah persiapan butuh proses. Saat proses telah dijalani dengan baik, maka persiapan untuk menghadapai akan terasa tenang dan biasa.

Dari sinilah kita bisa belajar, bahwa proses selama tiga tahun menjalani pendidikan ditingkat menengah atas atau pertama butuh proses yang baik, butuh pendidik yang baik, yang bisa membangkitkan semangat peserta didik untuk bisa melihat fenomena dan apa yang akan dihadapi.

Tidak selamanya bimbingan berupa latihan soal dan soal, kadang ini membuat otak yang berpikir akan terasa kesumat dengan kesemua rumus dan hafalan dari buku-buku yang tebal dan juga mahal itu. Untuk itulah butuh proses awal yang baik dan bisa membantu mereka (siswa, -pen) dalam memahami dan memantapkan diri untuk siap menjawab soal.

Lulus atau tidak lulus, adalah pilihan yang telah dijalani selama proses. Semua kembali pada pribadinya dan juga lingkungan serta orang tua mereka. Semoga hidup di negeri yang penuh peraturan ini, tidak selalu menyalahkan yang di di atas sana (pemerintah, -pen) melainkan juga melihat dan mengukur kemampuan diri terlebih dahulu. Makin lama, tantangan makin besar dan itulah dia awal untuk menjadi generasi yang mampu menembus arus dari segala rintangan global. Lalu bagaimana dengan Anda?[]

12 Responses

  1. saya jg dulu takuuut pas mau UAN. kan kepikiran kalo ngga lulus..

    • Tapi saya malah merasa tenang pas UN, semua sudah disiapkan sebelumnya dan pas UN berdoa dan berusaha untuk tidak ‘grogi’.🙂

  2. mnrut saya c, rasa takut menghadapi ujian itu wajar, karena akan menjalani sesuatu yang hasilnya nanti sangat menentukan untuk ke depannya.
    Apalagi UN…

    btw, judulnya UN membawa berkah, tp setelah saya bc, koq gk dpt y berkahnya UN….??🙂

    • hmm, berkahnya sebenarnya ada di jeda waktu UN kali ini yang dipercepat, sehingga bagi yang tidak lulus/sakit/berhalangan masih punya waktu sebulan (April) nanti untuk mengulang😀

    • Cuma kewajaran jangan sampai berlebihna, sehingga bisa jadi momok🙂
      Karena trend teknologi sekarang ini, sebelum UN aja masih sempat update status :p

  3. […] This post was mentioned on Twitter by . said: […]

  4. apa kabar sahabatku? semoga hari libur yang indah ini dapat menghilangkan lelah setelah seminggu bekerja. selamat berakhir pekan

    salam
    Liza

    • Alhamdulillah baik🙂
      Hmm, jarang2 saya baca komen Liza seperti ini😀
      hehehe😉

  5. aku jadi ingat ujian akhir (dulu EBTANAS) pernah grogi juga tapi nggak berlebihan…
    dulu juga nggak ada cerita tuh jual beli soal ujian, nyontek, apalagi dapat bocoran kunci…
    hmmm…semua kerja sendiri deh…nggak ada tuh temen yang berani coba-coba nyontek..
    kalau liat berita di TV skrg, waduh…kok memprihatinkan ya praktek jual beli kunci jawaban…

    • Sungguh luar biasa, mungkin faktor-faktor kejujuran saat ini telah luntur dari para regenerasi. Miris!

  6. Dan untungnya masih ada ujian ulang untuk adik-adik kita yang nggak lulus, ya lebih menguntungkan daripada harus ikut paket C..

    • Betul Mitra, kadang orang memandang hanya satu sisi saja dan mengatakan ini dan itu tanpa melihat sisi lain dari kebijakan yang semestinya kita bisa melaksanakannya🙂

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: