Dibalik Trend Jejaring Sosial


jejaring sosial

Ilustrasi oleh muslimdaily.net

BERBICARA tentang jejaring sosial (social networking) siapa yang tidak mengenalnya baik batas usia maupun profesi, mulai dari anak SD sampai seorang profesor pun tahu, kecuali bagi orang-orang yang belum mendapatkan akses dan jangkauan untuk berinteraksi dengan dunia maya, mungkin itu sedikit tidak akan begitu populer dengan mereka.

Tidak hanya mengumpulkan teman atau berbagi informasi, trend jejaring sosial setidaknya sekarang mengubah pola hidup sosial sebagian besar penggunanya (penduduk dunia).

Memang membawa keberkahan bagi sebagian besar perusahaan yang menyediakan layanan sosial tentu akan bertambah saingan yang bakal mereka hadapi. Banyak sekali media yang kadang selalu mengekspos sisi-sisi baik, dimana jejaring sosial mampu menumbuhkan brand, promosi alternatif bahkan bisa menjadi modal utama dalam memajukan sebuah usaha.

Dibalik itu semua memang sungguh tragis kejadian dengan lahirnya media jejaring sosial seperti Facebook, Friendster, MySpace dan lain-lainnya. Untuk Indonesia sendiri misalnya, pengguna Facebook menempati urutan ke 7 dengan jumlah 11 juta orang lebih member seperti yang dilansir oleh checkfacebook.com.

Kembali pada trend tadi, berbagai koneksitas yang tercipta dengan jejaring sosial membuat orang kadang merubah aktifitas kesehariaannya. Yang sehari-sehari membaca koran baik secara daring maupun nyata malah membuka Facebook sebagai menu utama untuk melihat respon dan lain sebagainya (contoh kecilnya dan masih banyak kebiasaan lainnya).

Lain lagi dengan dunia sosial yang nyata terjadi saban hari, baik dari kerangka sosial bahkan sampai menyentuh sisi kriminal (cyber crime) Facebook juga menjadi alasan utama. Menggalang solidaritas dunia maya juga tidak kalah ketinggalan bahkan bisa diwujudkan melalui dunia nyata serta ini menjadi kekuatan dari jejaring sosial.

Dengan berbagai fasilitas dan fitur yang dimiliki Facebook, terbukti mengalahkan pengawalnya Friendster, ini membuktikan pengembang Facebook mengetahui trik dan tips dimana orang akan segera bermigrasi untuk mencari kenyamanan dengan jejaring sosial yang dimilikinya.

Sedikit ilustrasi seperti di bawah ini, setiap orang bisa menggunakan jejaring sosial dengan aktif  serta memperhatikan rambu-rambu yang ada:

social network

Ilustrasi oleh Intersection Consulting

Namun, fakta sebaliknya pengguna jejaring sosial dewasa ini lebih terkenal hanya mengenal trend saja atau sering disebut ikut-ikutan sehingga banyak lahir generasi alay. Banyak juga yang bahkan melupakan kode etik atau etika dalam menjalin sebuah pertemanan dan berbagi informasi.

Lagi-lagi, berbagai kasus pelecehan baik secara langsung maupun tidak kerap juga mewarnai di dunia jejaring sosial belakangan ini.

Akhir-akhir desember tahun lalu, Mark Zuckerberg menyebutkan bahwa perubahan privasi di Facebook dengan alasan untuk menyesuaikan dengan norma sosial. Normal sosial yang bagaimanakah ini?, patut menjadi pertanyaan bahwa norma sosial dunia maya dan dunia nyata mungkin jauh berbeda. Atau memang ini usaha dari Mark dalam meraup keuntungan untuk bisnisnya itu.

Karena banyak ditemukan di Facebook, privasi pengguna ‘terobral’ begitu saja tanpa diketahui oleh si pemiliknya. Sehingga, pihak pengelola Facebook pun membuat sebuah pemberitahuan untuk merubahnya, hal tersebut juga sering membuat pengguna jarang menghiraukannya.

Jadi, semuanya ada ditangan anda dalam mempergunakan kebutuhan teknologi yang ada. Jangan sampai kecanggihan yang ada membuat bumerang dalam interaksi sosial dan tetap berhati-hati dan waspada dalam menggunakannya serta jangan terlalu manja/alay dengan jejaring sosial terutama Facebook.[]

30 Responses

  1. jejaring sosial kalau tidak bisa di atur bisa kecanduan karena sudah terlalu tergantung, dana yang yang seharusnya buat keperluan lain di pergunakan unutk beli gadget dan koneksi internet yg memakan biaya tidak sedikit, bahaya mengancam

    • benar sekali, malah menurut survey dari luar sana, media tersebut membuat orang addict sehingga membuat orang menjadi tidak terbiasa hidup tanpanya. Walaupun, semua itu tergantung penggunanya🙂

  2. memang kalo orang yang tidak berpikir cemerlang dan piirannya sempit akan membawa pertemanan hanya sebatas dimaya saja.,
    tapi jejaring sosil jadikan ajang untuk silaturahmi sesama muslim

    • tentu itu yang perlu ditanamkan pada orang-orang yang mengerti akan sumber daya yang ada, semoga mereka2 yg sempit dibuka peluang yg besar untuk melihat apa yang ada sekitar menjadi bagian dari merajut silaturrahmi🙂

      salam kenal eka.

  3. Privasi di ruang media sosial/publik tdk mungkin scara mutlak bs ditegakkan! Contohnya gangguan oleh iklan baris. Justru media sosial berfungsi utk memperluas jejaring!

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: