Habis Janji, Sampah di Buang!


sampah bukan sumpah

Image by Kompas

Begitulah yang terjadi sekarang, semua berjanji dan berjanji. Karena itu yang bisa dilakukan saat ini untuk menarik simpatisan dengan alhasil menang di pemilu nanti.

Langsung saja to the point tentang tulisan ini, memang tidak akan panjang seperti biasanya. Maka dari itu saya berikan judul saja dengan Habis Janji, Sampah di Buang.

Melihat apa yang dilaporkan oleh media pemberitaan di berbagai stasiun televisi swasta dan nasional, saya memikirkan banyaknya Parpol tenyata hampir sama kelakuannya.

Cuma ada beberapa dan itu pun karena berlabel azas ini dan azas itu untuk menjaga image atau jaga gengsi.

sampah lagi

Image by Kabarinews

Sampah, begitulah kata yang keluar dari seorang pembawa berita dan media massa. Gelora Bung Karno yang menjadi tempat kampanye beberapa waktu ini memang kebanjiran sampah dikarenakan banyaknya parpol yang sedang ubar janji.

Mungkin dan sangat yakin bahwa di tempat lain selain di Gelora juga berlaku seperti itu bahkan hampir seluruh pelosok tanah air ini baik di tanah lapang maupun di lapangan-lapangan terbuka.

Erotis, hmmm inilah yang buat mereka bisa menarik dan menarik lagi massanya alias simpatisan. Goyangan dahsyat sampai merobohkan panggung sungguh luar Biasa (bukan dangdut seperti yang dulu lagi).

Tidak ada moralnya, tidak ada pendidikannya. Sungguh bejar kaum ini mengharap massa dengan modal tidak ada apa-apanya untuk negara ini.

Bagaimana mau menjaga identitas bangsa jika kalian (anda tahu sendiri) hampir semua berbuat seperti itu, tidak jauh-jauh perginya menjadi pornoaksi dan pornografi.

Sungguh moral dipertaruhkan untuk hal-hal yang hanya sesaat saja, masyarakat dibuat durjana oleh elit terkemuka. Tidak ingatkah dosa di akhirat nanti? atau memang itu cara yang paling baik untuk keadaan dunia yang akan mendekati kiamat sebentar lagi?

Diantara hina dan menghina, hujat menghujat bahkan menghakimi untuk melawan demi tahta yang hanya sebatas nafsu belaka.

Habis janji, tinggallah janji. Sampah dibuang mereka yang memunguti sungguh menjadi tragedi moral yang tidak berarti.

37 Responses

  1. Harga yang harus dibayar untuk sebuah demokrasi

    • segitu murahnya sebuah demokrasi yang diagung-agungkan oleh bangsa Indo ini.

  2. Budaya bangsa…Wajah bangsa… Hiduplah Indonesia Raya

    • Karena itulah mungkin Indonesia Raya (adopsi basa Aceh) tidak akan pernah Besar.

  3. sayang orang yang ngutip sampahnya

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: