Antara 14 Februari & Muslim Rohingya


Kotak Amal Rohingya

Ada apa antara 14 Februari dan muslim Rohingya, tahukah anda atau mungkin anda bertanya siapa Rohingya dan kenapa begitu dibesarkan ‘masalah’ ini.

Sebuah awal yang panjang, dari sekian ratus manusia yang ada dan kini mereka terdampar di daerah ujung sumatera. Membuat sekelompok dan bahkan sebagian orang ingin peduli dengan seadanya tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Kisah awal dari mulai berita ke berita, lebih dari sekedar semua rasa ingin menolong sesama di saat Palestina makin di gencar dengan gencatan sejata dari mereka mati seribu tumbuh beribu.Tak terkecuali bertarung dengan tingginya isu kasih sayang yang cuma ada sehari menurut kisah yang ada, facebook pun ramai dengan seramai-ramainya pengunjung walau di waktu umur yang sangat belia.

Siapa Peduli Mereka ikut saya sertakan dalam fasilitas yang ada di media jejaring tersebut, agar para fb juga tahu akan mereka.

Tiga hari telah berjalan diminggu kedua Februari ini, tak terlewatkan tanggal-tanggal (11,12 dan 13) indah untuk mereka para saudara-saudara ‘manusia perahu’ telah terjalani dengan begitu baik (semoga Allah merestui langkah kaki para relawan ABC), betapapun nilai lembaran kertas berharga yang ada, semuanya akan diberikan ikhlas untuk menolong mereka dalam bertahan hidup.

Cerita demi kisah yang ada pun saya haturkan kepada teman-teman yang saya kenal, blogger-blogger yang ada di belantara jagad maya. Mereka kadang bertanya, apa itu Rohingya dan kenapa kok bisa begitu dan masih tersimpul makna sejuta tanya.

Dalam sebuah sms yang saya terima saat berinteraksi untuk menanyakan kabar seorang teman, ucapan lantang dan penuh harga untuk mereka siap diterima (orang Nanggroe pun siap menampung mereka).

“Ehmm…yayaya, ureueng Aceh kaya-kaya, tingkat 300 droe pengungsi hana payah peuget posko … bla … bla. Tinggal keputusan pemerintah pusat, apa akan mendeportasi atau akan menerima mereka menjadi penduduk Indns. Dari Irwnd ka siap untuk menerima mereka”. Tak lama juga bersambung sms ini dengan nada yang lebih berharap, “neu usahakan laju, kamoe di Aceh (Pemda, LSM, Masyarakat) ka siap menampung mereka (lage muhajirin ngon anshar laju)”.

Denting bunyi sms ternyata tidah hanya bertahan di situ, “seulamat berjuang, dari pada puteh mata leubeh get puteh tueleung”. Itulah untaian terakhir yang terbaca di malam itu.

Sebuah perjalanan telah mengukir indah, tak luput dari sebuah kasih sayang untuk sesama muslim dan malaikat pun tahu akan semua yang telah rekan-rekan ku kerjakan yang hanya butuh waktu selama tiga hari.

Kami Sedikit

Ikon ‘sedikit’ pun terhempas dari benaknya seorang Blogger penggiat IT ini, bukan sebuah kata menarsiskan diri ibarat Caleg yang juga Blogger. Melainkan sebuah ungkapan rasa dari segelintir manusia yang menamakan diri blogger untuk Nanggroe.

Kata itu pun terlontar dalam sebuah catatan si Muhammad Baiquni.

Tak telak dengan kata ‘sedikit’, ‘obralan’ senyum pun dihiasi dengan kata-kata lembut dari seorang perempuan ini dan dengan semangat menulis argumentasi dalam sebuah bingkai kata untuk dilobi ke tingkat dunia luar.

Penghargaan nilai-nilai kemanusiaan yang tidak bisa dibeli dengan begitu saja.

Mengemis pun kami (ABC Brotherhood, -pen) tidak peduli, kata-kata lantang selamatkan mereka juga ikut berbagi dalam rasa satu tubuh muslim bersaudara ini.

Rekan-rekan di dalam lingkar suara rakyat juga memberikan apresiasi untuk memberikan informasi ke khayalak ramai, walaupun hanya melengkapi dari sebagian isi berita. Namun, bagi kami mereka juga keluarga dan bagian dari kami yang berada di bawah Aceh Blogger Community.

Kehadiran seseorang atau mungkin sekelompok manusia dengan berjibaku teriknya matahari, membuat orang-orang pun bertanya. Tanpa ada yang jelas dengan emblem yang mereka pakai, hanya niat dan secuil senyum sapa dihadiahkan untuk para pengguna jalan raya.

Kehadiran di jalan juga telah membuat mereka bisa melalui birokrasi yang lempeng dengan bantuan seorang Safril. Apa yang terkumpul juga telah membuat inisiatif para relawan untuk langsung menampilkan kepada publik atas apa yang telah diperoleh dari hari pertama sampai ketiga.

Tidak hanya sebatas informasi dana, rekapan pun di muat dalam tulisan Laporan Penggalangan Dana hasil coretan si anak Muda.

Selain menghadiri di setiap persimpangan jalan, para pemuda/i sukarelawan pun beradu ‘mulut’ di tempat yang sudah ditentukan oleh sang Korlap. Tidak hanya sekali, dua atau pun tiga kali karena dunia mereka juga hidup melalui milis yang terus terinspirasi.

Dari saban hari, berbagai komentar datang dari berbagai penjuru.

Tidak mengenal dari suku dan marga apa melainkan rasa kepedulian yang dalam untuk bisa saling berbagi di antara sesama blogger yang ada di dunia maya.

Kisah perjalanan dari sekecil kelompok untuk mengajak umat telah dilakukan, niat dan jiwa yang berserah kepada-Nya telah kami lewatkan dan ini bukan yang terakhir bagi mereka.

Perjuangan belum berhenti kawan! jangan bayangkan aksi turun kejalan untuk bertarung dengan para pengemis akan terus seperti itu.

Cerita-cerita mereka kadang membuat hati ini terhenyak melihat dari tetes keringat yang tidak pernah mengucapkan lelah. Saksi tanah dan langit telah menjadi sebagai pijakan yang tidak akan pernah berbohong.

Kini kami pun hadir secara biasa (online), membantu mereka dengan terus tanpa mengenal lelah karena ini bukan paksaan melainkan sebuah kesaksiaan diantara kita dengan sesama manusia (habluminannas) layaknya fitrah kehadiran manusia di dunia.

Ya Allah, musibah yang telah engkau berikan pada kaum Mu tidak lain hanya lah sebuah ujian kecil. Dimana semua umat akan dicoba dengan begitu tanpa disangka-sangka. Selamatkan mereka dan berilah kekuatan untuk mempertahankan agama Mu ini. Amiin ya rabbal ‘alamin

Empat tahun yang lalu kita juga merasakan hal yang tidak pernah terbayangkan dipikiran ini, lebih dahsyat dan beratus ribu nyawa melayang kehadirat-Nya.

Kesadaran yang telah membuat kita bisa begini, persatuan yang memberi kita kekuatan untuk bersama kawan. Perjuangan yang lelah dari sebuah jejak langkah yang telah kita lewati jangan pernah anggap ini kebaikan euphorbia, namun ketahuilah bahwa rasa kasih sayang dan cinta yang ada dari semua Blogger Aceh untuk Umat di Dunia (Solidarity Aceh to the World).

Tidak banyak hal yang bisa kami buat, saat fokus akan even akbar yang sedang ada di pikiran tapi itu bisa kami tinggalkan untuk sesaat. Saat kita duduk dan senyum tertawa, lupa waktu dan kata (baca: d’oa) yang bisa terucapkan.

Kadang semua menghiasi lembaran dunia maya ini, hanya sebatas obrolan biasa. Itu semua adalah hak manusia disela-sela masih bisa menghirup udara akan nikmatnya dunia.

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada semua dan yang tak pernah lupa adalah cintaku kepada Mu Ya Allah, yang telah menggerakan hati-hati yang penuh dosa-dosa ini untuk melirik sedikit kepada mereka (rohingya, -pen). Tak ada kata, keluh bibir ini untuk mengucapkan satu per satu nama mu kawan.

Teparnya kalian, lecetnya kaki kalian, dahaganya kalian dan semua yang membuat badan jera, semua itu telah terukhir sejarahnya. Hidup Blogger, Hiduplah Nanggroe dan Hiduplah semua manusia yang masih berhati nurani untuk semua.

Terima kasih juga kepada rekan-rekan media/wartawan (Harian Aceh, Serambi Indonesia, The Globe Journal, Aceh Independent), Koord. Lapangan (Beben), Koord. Acara (Abu Fadli), Aceh Linux Activist (Ali cs), YLBH (Isra), SEMA Amiki Banda Aceh, para blogger ABC dan seluruh pihak yang telah ikut membantu baik moril dan materil sekali lagi kami haturkan jazakallahu khairan.

“Selamat menulis dan jangan picingkan mata untuk dunia dan akhirat nanti.”

Foto Muda Bentara

32 Responses

  1. salut…..

  2. >>> ndutyke
    Terima kasih mba.

    >>> Mr.El-Adani
    Terima kasih juga buat bang Adani.

    >>> jiwakelana
    Sama-sama bang, kita harus bangkit bersama untuk ABC yang lebih baik untuk umat.

    >>> Iqbal
    Salut juga buat perjuangan dan do’a rekan2 semua.

  3. […] Anda Zabar on About Memutia on About MeAulia on Antara 14 Februari & Musli…Iqbal on Antara 14 Februari & Musli…jiwakelana on Antara 14 Februari & […]

  4. Tengku…silahkan berkunjung ke blog saya….ada AWARD untuk anda….🙂

    wah terima kasih ni tengku Fahri….

  5. Saya tak terpikirkan, kalau solidaritas itu akan bermakna juga “solidaritas kasih sayang muslim rohingya’.
    Hehehe..
    bagimana ini

    bener itu om, ketika kita menggalang satu kesatuan terbentuk sebuah keseimbangan dalam sebuah tatanan kasih sayang

  6. […] Antara 14 Februari dan Muslim Rohingya […]

  7. […] SEUNTAI kalimat mesra, atau sepotong coklat yang berbentuk love, mungkin sebuah kecup mesra dihari yang bahagia. Ya, itu hanya sebagian yang akan terlintas dikepala disaat anak-anak manusia yang lahir dari setiap ibu-ibu mereka, mengucapkan dan memaknai sebuah hari, dimana menjadi hari kasih sayang, yang lebih dikenal dengan valentine day. […]

  8. […] Ya, itu hanya sebagian yang akan terlintas dikepala disaat anak-anak manusia yang lahir dari setiap ibu-ibu mereka, mengucapkan dan memaknai sebuah hari, dimana menjadi hari kasih sayang, yang lebih dikenal dengan valentine day. […]

  9. nice post sob..

    • makasih sob adik dan cilak🙂

  10. Mantap, lanjutkan

    • baik pak😀
      salam box \m/

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: