• Kicauan Terakhir

    • RT @ompian: Melek internet rupanya tak terbatas bagi penderita gangguan jiwa, paket internet lebih penting daripada makan, katanya. 7 hours ago
    • RT @iloveaceh: Gajah Sumatera yang hidup di Hutan Leuser, merupakan Satwa yang harus dilindungi agar tetap terjaga kelestariannya #CareLeus7 hours ago
  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Mesin oven on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on The Light of Aceh – Caha…
    mengejarmimp1 on The Light of Aceh – Caha…
    androidtechnicia on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Safprada on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Kaum Yang Hilang Akibat Dosanya


Laut Mati

Ilustrasi: Google Images

Baru kali ini menyempatkan kembali waktu untuk menulis sebuah uraian singkat dari apa yang saya lewati jum’at (16/01) yang lalu, maklum keadaan dan waktu serta kesempatan yang ada untuk mempublikasikan tulisan singkat yang mungkin serba kekuragan ini tidak begitu mendukung.

Mari kita lihat apa yang menjadi topik penting khutbah jum’at kali ini disaat saya masih berada dalam suasana menikmati liburan akhir semester ini.

Satu potong ayat Al Qur’an yang berada pada juz ketujuh yakni surat Al An’aam ayat ke 6 yang mempunyai arti “Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.”

Sangat jelas ayat di atas menyatakan bahwa keberadaan satu kaum atau generasi sudah begitu banyak yang telah Allah SWT hapuskan/hancurkan di atas bumi ini. Namun, cerita mereka menjadi sebuah pedoman bagi generasi sekarang. Lihat kisah kaum Tsamud (QS. Al Hijr 15 : 80), kaum ‘Aad (QS. Al Ahqaaf 46 : 21), kaum Fir’aun (QS. Al Anfaal 8 : 54), kaum Luth dan masih banyak kaum lainnya seperti yang telah Allah firmankan dalam Al Quran sebagai pedoman umat manusia hidup di dunia fana ini.

Lihat apa yang telah dilakukan oleh Kaum ‘Aad beserta pengikutnya, betapa besar nikmat yang telah diturunkan kepada mereka dan hidup dalam serba kecukupan. Dalam Al Qur’an kaum ‘Aad ini berada disekitar kota Mekkah, ketika mereka mendapat peringatan dan jauh dari apa yang telah Allah perintahkan, maka kepada mereka Allah utuslah Nabi Hud untuk membawa ajakan dan seruan untuk mereka kembali menyembah Allah.

Kaum ‘Aad meragukan atas semua peringatan dari Allah, mereka berlaku keji dan dosa terhadap sesama. Mereka tidur, bangun dan beraktifitas jauh dari keadaan biasanya. Bahkan kaum ‘Aad mampu membuat sebuah taman kota yang bertingkat, dimana konon bangunan mereka adalah pertama selama sejarah menjadi cikal bakal adanya bangunan bertingkat seperti yang ada sekarang ini atau sering disebut dengan pencakar langit di kota-kota besar.

Mereka mempunyai arsitek yang handal, selain mereka mengetahui akan nikmat surga dimana sungai-sungai mengalir di bawah pohon-pohon mereka juga merancang sedemikian rupa sehingga mereka mengganggap dunia menjadi surganya mereka.

Ketika Hud memberikan peringatan atas perbuatan yang telah mereka lakukan, Hud malah ditantang. Apa yang bisa Hud berikan untuk mereka, memalingkan mereka dari tuhan-tuhan (selain Allah) yang mereka sembah atau mendatangkan/mengiming-imingkan surga beserta nikmat yang cukup. Namun, mereka telah terlebih dahulu membuatnya di dunia.

Tidak ada yang bisa lagi Hud lakukan untuk kaum ‘Aad, mereka telah sangat jauh berada dalam dosa-dosa yang mereka lakukan. Bagi Hud, mereka diberikan ancaman bahwa siksa Allah akan menimpa mereka dengan diturunkan hujan dan angin/awan yang sangat dingin selama 7 hari 8 malam.

Mereka menganggap angin dan awan tersebut datang sebagai hujan bagi kemakmuran negeri mereka. Namun, anggapan itu telah sirna sudah dimana azab Allah telah datang untuk mereka. Telah banyak tanda-tanda yang Allah datangkan sebelumnya untuk mereka supaya mereka bertaubat untuk menyembah Allah dan tidak mengingkari ayat-ayat-Nya.

Janji Allah itu pasti dan tidak akan meleset sedikitpun, disapu bersihkan semua kaum ‘Aad dari hari ke hari sampai mereka lenyap semua dari muka bumi ini. Hanya nama, tempat tinggal dan kisahnya sebagai bahan pedoman bagi umat manusia di dunia ini yang mereka tinggalkan, selain itu musnah semua.

Tsunami Aceh
4 Tahun sudah berlalu dari kejadian musibah gempa dan tsunami di Aceh, khatib juga memberikan gambaran apa yang telah dialami oleh kaum-kaum di Aceh juga akibat dari dosa-dosa yang telah mereka lakukan.

Sengkiranya tsunami di Aceh tidah menghilangkan nyawa 200 ribu orang lebih, melainkan semua penduduk di Aceh. Maka tidak disangkal lagi kalau Aceh juga bakal mengalami nasib yang sama seperti kaum yang telah binasa sebelumnya. Melainkan tinggal nama yang terpatri dalam sejarah.

Tanda-tanda telah Allah berikan untuk kaum di Seuramoe Mekkah dengan datangnya tsunami yang menghabiskan Banda Aceh dan sekitanya, namun apa yang kita lihat dan rasakan sekarang ini kelakuan dan tindak tanduk manusia sungguh jauh lebih bakhil dari sebelum tsunami. Semoga Allah masih menyelamatkan kaum di Bumoe Iskandar Muda dari azab yang lebih dasyhat lagi dan tidak termasuk kaum-kaum yang berdosa melebihi dari apa telah diceritakan pada kisah-kisah kaum sebelumnya.

Banyak hal yang masih bisa kita lakukan sekarang, menjaga diri dari apa yang telah Allah perintahkan dan menjauhi dari segala larangan-Nya. InsyaAllah keberkahan dan nikmat iman masih bisa kita jaga. Betapa banyak pemudi-pemudi yang kini hilang dibawa batas-batas norma, orang-orang tua yang hilang kontrol dari anak-anaknya.

Sunggu miris bila dosa-dosa yang dilakukan bangsa Aceh hampir semua berada pada kaum muda/remaja, orang tua yang salah kaprah bisa jadi mangsa sendiri. Banyaknya orang-orang ‘pintar’ yang makan bangsanya sendiri, menipu dengan segala cara untuk mengejar sebuah pangkat yang hanya fiktif belaka. Na’uzhubillah

Semoga khutbah singkat apa yang telah khatib sampaikan pada ayat Al An’aam bisa memberikan peringatan untuk kita, dan seperti apa yang saya tambahkan kejadian yang telah kita rasakan dan hadapi selama ini menjadi bahan ingatan dan tindakan untuk berubah menjadi muslim yang sebenar-benarnya muslim.

Memberikan yang terbaik untuk sesama, tidak melupakan norma yang ada dan nilai-nilai agama yang kuat. Karena selama kita masih bisa menyatukan niat dan memohom ampun atas segala dosa yang kita lakukan dan tidak mengulangi untuk yang sekian kali. InsyaAllah berkah dan ampunan Allah pasti diberikan untuk umatnya diseluruh dunia. Bergeraklah menjadi contoh tauladan untuk orang-orang disekitar kita, jangan menjadi cemoohan bagi orang-orang lain.

NB: na dua uroe di Aceh sang kalage di jawakarta lom keudeh, saboh honda jiduek dua kalage lako ngon binoe. Cukup that seudeh takalon Nanggroe. (no translate to indones, local only)

10 Responses

  1. Saat tsunami lalu saya kehilangan 4 anggota keluarga yaitu: Bapak, Ibu, dan 2 adik perempuan. Rumah kami hancur dan lebih setengah penduduk di desa saya habis. Saat itu saya sangat sedih karena kehilangan mereka dan merasa bahwa hari2 yang akan saya hadapi kedepannya akan sangat menyedihkan. Ternyata benar, dan yang terjadi lebh menyedihkan dari yang saya bayangkan. Saya kehilangan kendali terhadap semua anggota keluarga saya yang selamat itu (4 orang adik saya). Akhlak dan moral mereka menjadi sangat parah dan tak bisa di atur.

    Yang aneh, dalam hati saya bersyukur karena kedua adik perempuan saya ikut jadi korban tsunami. Bagi saya lebih baik melihat kedua adik perempuan saya menjadi korban tsunami tanpa ada kuburan dari pada melihat mereka hidup pada masa setelah tsunami dengan akhlak dan moral yang hancur. Saya tidak yakin akan bisa menjaga mereka dari akhlak2 yang tidak terpuji seandainya mereka hidup pada masa2 setelah tsunami.

    Memang moral muda mudi Aceh setelah tsunami sungguh mengerikan. Dengan kesadaran yang paling dalam, dalam hati saya pernah berkata, saya lebih senang melihat seluruh pendosa2 di Aceh tenggelam dalam air bah seperti zaman Nabi Nuh daripada harus melihat begitu banyak generasi muda Aceh menjadi anak haram yang berasal dari orang tua penzina.

    Na’uzubillahiminzalik.
    Wallahu’alam bish shawab.
    Astaghfirullahal’adhim.

    Cerita anda saudara Ahmad sungguh mengerutkan kening kita, sungguh yang tidak disangka-sangka. terima kasih atas curhatannya. Salam kenal🙂

  2. Semoga musibah itu yang terakhir… amin

    terakhir untuk seuramoe, namun kehendak Allah kita tidak tahu.

  3. Saya Ikut beulansungkawa padamu Bayu…

    Bayu…adalah semilir angin yang mampu nyamankan waktu
    Bayu…adalah sepoi angin yang mampu teduhkan raga
    Bayu…adalah adalah udara dimana hidup sangat bergantung padanya.

    dedy ibrajoem moesa
    23 January 2009

    kon bayu bang, tapi Ahmad…

  4. Semoga aku bukan salah satu dari pendosa-pendosa itu…karena aku juga rakya Aceh

    disaat bencana tsunami saya sudah 2 tahun hijrah dari Kampung baru Banda Aceh ke jakarta

    Mohon ampun bak Po Rabbana

  5. Jadi sedih ya kalau teringat negeri sendiri..

    negeri yang paling kuat agama islamnya ,
    negeri yang pertama menganut islam di Indonesia..
    negeri yang terkenal dengan syariaat islamnya…
    negeri yang terkenal dengan laksmana wanita pertama didunia…
    negeri….

    Tapi sekarang…
    yang ada hanya keterpurukan dalam segala bidang…

    Semoga negeriku kedepan lebih baik..lebih makmur…dalam segala bidang

    dan bukan salah satu negeri yang akan dihilangkan atau dimusnahkan oleh Allah SWT

    Neupeujioh ya Allah Nanggroe Endatu dari seugala macam mara bahaya, neu peuseulamat kamoe dari kebiadaan akhe masa, neupeutunyok pemimpin-pemimpin kamoe, gure-gure kamoe dan neu peuroh kamoe dalam keluarga yang syuhada di akhe masa nibak padang masya. Amiin

  6. Alhamdulillah,,, Artikelnya bagus banget,,, Sukses selalu,,, Syukron.

    Terima kasih bang Maha

  7. I love your site!

    _____________________
    Experiencing a slow PC recently? Fix it now!

  8. Entahlah ^^
    berawal dari hati sendiri
    benah diri..
    hingga benah kluarga dan sekitar^^

    iya kak, semua berawal dari hati dan niat pribadi jiwa yang lemah ini

  9. […] This post was mentioned on Twitter by Arie Pratama, Aulia. Aulia said: Membaca komentar lama http://bit.ly/ieRsCD "rela adiknya jadi korban tsunami dari pada akhlaknya hancur" :(( […]

  10. […] This post was mentioned on Twitter by muhammad afandi, Aulia. Aulia said: Kaum Yang Hilang Akibat Dosanya http://t.co/EZrbWCI […]

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: