Dunia dan Hidup Ini


just do itMAU menulis yang panjang, belum ada tulisan yang indah untuk dibaca sendiri. Mau menulis pendek tidak baik juga buat blogger pemula. Akhirnya nulis sedang ja lah ya.

Menulis sedang dalam artian kata, tidak begitu panjang atau tidak begitu pendek. Tapi bila melihat dari judul sebenarnya berisi dengan uraian yang panjang, apalagi baru tiga hari ini tahun baru 2009 kembali hadir di depan kita.

Kita mulai saja dengan Dunia dan Hidup ini, setelah beberapa hari saya tinggalkan postingan ini dan ternyata alhamdulillah beberapa komentar masuk dan bahkan beberapa orang sampai ‘tertipu’ malu karena menganggap postingan belum selesai sebagaimana mestinya atau tulisan read more yang saya ganti dengan jangan baca selanjutnya.

Walaupun begitu, saya tetap melanjutkan dengan apa yang ada mengingat kembali seperti keyword yang telah saya tuliskan yakni perang, tahun baru dan resolusi.

Tahun yang baru ini baik Muharram dan Masehi telah menajajaki perjalanan hari kita, delapan hari dengan Muharram dan 6 hari Masehi, kenangan terindah dari orang-orang yang merayakan tahun baru sungguh sangat berkisah dengan adanya sebuah perbuatan perang.

Perbuatan yang berawal dari sebuah perjuangan, kini masih berlanjut di negeri sana. Dalam sebuah malam yang aneh dulu, saya tidak melupakan mereka dengan segenggam do’a. Karena itu yang bisa saya berikan untuk saat ini atau selemahnya iman yang ada.

Pos-pos mujahidin pun di buka di berbagai daerah, mereka yang telah bertekad dengan niat jihad fisabilillah untuk berjuang melawan musuh Allah. Datang kritik dan masukan bahkan sampai pro kontra juga mejilat para sukarelawan.

Televisi, radio dan koran pun menjadi hangat berita cuma dengan niat orang yang ingin berjuang disana. Nama juga bangsa, kita hidup juga bukan sendiri di dunia ini. Sikap baik dan niat mulia bisa jadi sebuah halangan dalam hidup ini.

Tak banyak hal yang bisa dilakukan, negara-negara yang ada pun mengutuk keras bangsa yang menjajah dengan seenaknya bahkan pula si Omama dan Opapa pun bersuara saat perang sudah kehitung hari.

Dianggap zionis oleh bangsa lain, dianggap sekutu sampai menjadi anak emas salah satu perusakan dan penguasa bumi dari segenap kekuatan dan angkatan perang yang mereka miliki.

Demo, aksi dan unjuk rasa mewarnai kota-kota besar tak terlepas dari tahun 2009 dimana Indonesia yang katanya akan ber-pesta. Pesta yang kini menghitung countdown dari berbagai media yang mempublikasikannya.

Menjual nama entah apa itu maksudnya mungkin ini telah terjadi, banyak diungkap dan banyak ditepiskan oleh sebagian kalangan. Cerita akan sebuah peperangan selalu dibawa dengan misi kemanusiaan. Dalam hakekatnya bangsa yang telah dijanjikan mereka tidak mempunyai tanah sedikit pun di negeri tersebut (Al-Maidah: 20-26).

Sudah cukup untuk kata perang, karena bila dilanjut sungguh menjadi sebuah tulisan yang malah bikin ngawur.

Tahun baru yang begitu datang dan sudah terlewatkan kini menjadi sebuah harapan baru dihampir semua benak manusia yang menginjak kaki di dunia ini.

Timbul kata baru yakni resolusi yang mempunyai arti sebuah pengharapan secara garis besar juga menjadi hit tersendiri bagi sebuah stasiun televisi untuk menayangkan potongan harapan dari berbagai kalangan masyarakat.

Resolusi muntahi teman, dalam sebuah kebiasan manusia telak hidup menjadi makhluk sosial harus memiliki pengharapan yang ada.

Kebiasaan yang sering muncul dengan kata ramalan, trend yang ada juga sangat membasahi nasib bangsa ini. Entah ini juga dalam sebuah resolusi yang ada wallahu’alam. Dunia yang semakin kacau dan bangkitnya sebuah kekuatan baru yang akan membuat bangsa lebih kuat memang kini dipertaruhkan.

Semua kita harus waspada, pembaca tarot dan segala jenisnya bukan penentu untuk mereka yang percaya akan satu bayangan kedepan. Segala macam kejadian semua sudah tertuliskan, kita menjadi insan adalah sebuah pertimbangan dengan menjadi akhirat tanpa lupa akan dunia.

Berpikir lebih baik dalam sebuah pengharapan yang murni bisa membuat hidup semakin indah, karena hidup sekarang tidak lepas dari sebuah hiruk pikuk dunia ini. Berdo’a dan yakini apa yang bisa kita lakukan untuk bisa berbuat terbaik untuk semua. (update 6 Januari 2009)

20 Responses

  1. walah…. ini postingan ngerjain banget😀

    ih kok ngerjain sih, suer saya lanjutin kok mal

  2. ckckckck

    lah malah ckckckck nih….

  3. Juga lagi kosong ide….

    kosong itu hampa, hampa bila ide itu sudah kosong (bingung kan?)

  4. karena ga ksosng ide, ane bwat post baru tuh,, amen ya klo sempet bos🙂

    oke deh, tak ke TKP sekarang

  5. kunjungan perdana

    berarti anda harus menjadi saksi kunjungan kedua, ketiga dan seterusnya😀

    Salam kenal kawan

  6. Mari kita berdo’a bersama…

    iya mba, terima kasih atas kunjungannya

  7. Simak terus update diskusi antara Hizbut Tahrir dan mantan Hizbut

    Tahrir, tentang Hizbut Tahrir dan da’wah khilafahnya di :

    http://mantanht.wordpress.com

    Semoga menambah wawasan kita bersama.

    terima kasih atas linknya

  8. tuh tulisannya berbobot euy

    makasih mba, ternyata dapat pujian juga (hohohoho)

  9. hmm….katanya sedang…kok bisa panjang….

    beutoi ciet…lon pih teungoh hana bahan atau leubeh teupat nya beuee….

    biasa aneuk jaroeh meukilah, jadi roh meutigen laju (hehehe)

  10. Masalah persengketaan tanah antara warga Muslim & Yahudi di Pelestin bermula pada saat Daulah Khilafah Usmaniyah di Turki mengalami kehancuran akibat propaganda kafir Barat.
    Hal tersebut kemudian dimanfaatkan oleh Teodhore Hertz dkk yang menghasut warga Yahudi agar menguasai tanah Palestin.
    Cara paling efektif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah mengembalikan hak pengelolaan tanah tersebut kepada pemilik terakhir yang sah, yaitu Daulah Khilafah.
    Tanah Palestin adalah tanah wakaf yang diserahkan secara ikhlas dari pemilik sebelumnya kepada Khalifah Umar ra. & kemudian dibebaskan kembali dari tangan penjajah oleh Khalifah Muhammad al Fatih.
    Bisa saja saudara Muslim kita di Pelestin lari & mengungsi ke negara lain agar selamat, namun hal itu tidak mereka lakukan, karena mereka telah bersumpah untuk merelakan jiwa mereka guna melindungi tanah wakaf milik Daulah Khilafah, hingga Daulah Khilafah bangkit kembali.
    Wahai Saudara Muslim di manapun juga, relakah kalian berlama-lama membiarkan penderitaan saudara muslim kita di Palestin terus berlarut-larut?
    Wahai Saudara Muslim di manapun juga, marilah kita tegakkan Khilafah sekarang juga!
    Agar Saudara kita, baik umat Muslim maupun Yahudi, dapat kembali berdamai seperti sedia kala!
    Agar berbagai masalah yang melanda kita saat ini dapat teratasi!
    Dan yang terpenting, agar hukum Allah dapat ditegakkan kembali di muka bumi ini!

    terima kasih atas informasinya mas

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: