‘Ujian’ Yang Belum Berakhir


Saat mau memulai postingan ini, pikiran saya terbawa untuk menulis dengan seminimalis mungkin dengan kata yang mudah untuk dimengerti dalam artian yang sama.

Jadi, kuputuskan saja untuk menulis dengan sebuah aliran sastra puitis (emang ada ya?) atau syair sajalah dengan berbagai akalan yang ada di kepala.

‘Ujian’ yang belum berakhir, begitulah yang bisa saya rasakan saat ini. Jalan yang terlerai dari hamparan ilmu yang ada kini telah dilewatkan dengan cobaan yang ada. Ujian dalam artian tulisan sebagai bukti telah terlewatkan juga.

Aliran yang ada semakin membuat otak ini untuk berpikir dengan segala cara, ditebus dengan kealpaan membuat diri ini kadangan jatuh. Masih mencoba untuk bertahan akan semua hala rintang yang masih menghadang.

Beban jiwa ini terasa terangkat bila seakan setitik cahya bisa menembus akal pikiran. Kadang khilaf dan salah itu memang bukan hal biasa. Anak manusia terlalu banyak dosa dibandingkan Malaikat yang tidak bernafsu seperti kita.

Istighfar wahai saudara, kata bathin dan ruh bisa membuat tubuh semakin sehat apa adanya. Doa yang terucap dari bibir dan hati yang tergerak dengan perasaan membuat alur semakin seirama.

Dentingan jarum jam yang melewati detik tanpa henti, sungguh melihat umur ini kian bertambah. Ada yang meminta untuk dikasihi, ada yang memohon untuk dicintai bahkan ada yang bergejolak untk bunuh diri.

Kampus tempat berkumpul insan manusia yang mengabdi diri dalam pencarian ilmu, ilmu yang berada dari apa yang kita tidak pernah tahu sebelumnya.

Hati dan pikiran terbang seakan berat kita menimba akan luasnya cakupan harta. Tidak termakna begitu saja di depan manusia dan tidak pula terjual di depan mata anak kecil.

9 Responses

  1. Ajjiiippp.. bahasanyaaa ke tinggian boozzz… hehee…🙂
    lam knal ja dech..😉

  2. Ujian memang belum berakhir, hingga kitab ujian ditutup untuk selama-lamanya.

    Ujian ini, ibarat air yang terus mengalir menuju laut, menguap diantara panasnya hidup, terbawa gelombang angin hingga menjadi air kambali, untuk (lagi-lagi) menuju laut.

    laut tempat ilmu untuk ujian itu.

  3. Bagus banget rangkaian kata-katanya.

  4. >>> airlangga80
    Saya sebenarnya mengharap tidak tinggi, tapi begitulah kemampuan yang bisa saya toreh😉

    >>> t_arhan
    tentu seperti apa yang telah bang ardhan bilang, hidup dalam sebuah ujian membuat kita lebih kuat dalam segala keadaan.

    >>> Taktiku
    Terima kasih mas🙂

  5. hehehe…
    Gak ngerti….

    kok bisa sih mas?

  6. Ujian sabe na….
    Hana abeh…

    kiban tapeuget teuma aneuk kuli

  7. Mencoba Jurnalisme sastrawi….
    Boleh juga tu. itu yang paling saya suka.

    Ya apapun namanya om, menulis tetap menulis sampai bisa membuatkan perbuatan yang ada gunanya😉

  8. Kita diuji sekarang agar dapat kasih bocoran sama anak cucu kita sehingga kita jd generasi yg bermanfaat bg regenerasi selanjutnya dan masalahnya apakah kita sekarang sdh lulus ujian ? mohon kiat-kiatnya. lanjutkan

    • banyak ujian yang masih kita hadapi dan itu masih belum berakhir maka tetap harus kita lanjutkan!

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: