• Kicauan Terakhir

    • RT @ompian: Melek internet rupanya tak terbatas bagi penderita gangguan jiwa, paket internet lebih penting daripada makan, katanya. 7 hours ago
    • RT @iloveaceh: Gajah Sumatera yang hidup di Hutan Leuser, merupakan Satwa yang harus dilindungi agar tetap terjaga kelestariannya #CareLeus7 hours ago
  • Baca Juga

  • Komentar Anda

    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Mesin oven on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on The Light of Aceh – Caha…
    mengejarmimp1 on The Light of Aceh – Caha…
    androidtechnicia on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Safprada on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
    Aulia Fitri on Indonesia Bisa (Menang) di Wor…
  • Arsip

  • Kategori

  • Para netter yang doyan ke OWL

    Aulia87.wordpress.com website reputation
    MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Tiga ‘Is’


renungan

Ilustrasi: Google Images

Tiga ‘Is’ bukan merupakan ejaan bahasa Inggris, tapi melainkan sebuah khutbah singkat jum’at yang sebenarnya sudah lama ingin saya tulis. Karena berbentur dengan waktu serta padatnya kegiatan lain, maka baru kali ini saya sempatkan diri untuk menulisnya.

Langsung saja mengenai apa sih itu Tiga ‘Is’, Is pertama adalah Istighfar, seperti yang saya kutip dalam wikipedia mempunyai pengertian tindakan meminta maaf atau memohon keampunan dari Allah. Hal ini adalah salah satu bagian yang penting dalam Islam. Tindakan ini pada umumnya dilakukan dengan mengulangkan perkataan Arab astaghfirullah, yang bermakna “Saya meminta keampunan Allah“.

Istighfar menjadi sebuah ucapan dimana seorang hamba memohon ampun kepada Allah SWT. Hal ini bukan merupakan ucapan semata, tanpa ada makna yang terkandung dibaliknya.

Sedangkan menurut ulama mengartikan Istighfar dengan doa, setiap do’a yang berisikan permohonan ampunan disebut istigfar, antara do’a dan istighfar mempunyai kekhususan dan yang umum, Istighfar menjadi khusus jika dilakukan dengan perbuatan (al-istighfar bil a’maal) sebagaimana do’a menjadi khusus jika berisikan bukan permohonan ampunan.

‘Is’ kedua yakni Istikharah, tidak jauh berbeda ketika kita melafazdkan istigfar dimana istikharah memiliki artian sebuah doa untuk diberikan petunjuk yang kita haturkan kepada Allah SWT dalam sebuah tingkah laku (shalat, -pen) dengan menyucikan diri dan bersujud pada-Nya.

Shalat istikharah yang lebih lazim kita kenal, mempunyai maksud dan tujuan dari apa yang kita mohon kepada Allah untuk diberikan petunjuk, baik dalam keadaan ragu-ragu dengan sebuah pilihan ataupun dalam menentukan hal-hal lainnya yang bermaksud mendekatkan diri kepada Allah.

Adapun banyak doa yang bisa kita lafadzkan dalam shalat istikharah memcerminkan sesuatu hal yang ingin kita peroleh, memang sebelumnya kita dikenalkan dengan istigfar dimana menjadi sebuah sikap untuk terus berupaya berada dalam lindungan Allah SWT dan dijauhkan dari segala macam godaan atau kesilafan dan dosa-dosa kecil yang kita perbuat.

Pada umumnya lafadh doa Istikharah adalah seperti ini: “Ya Allah pilihkanlah untukku dengan kekuatan ilmu-MU, tentukanlah untukku dengan kehendakmu, aku minta kemurahanMU yang sangat luas, karena Engkaulah yang bisa menentukan sesuatu dan aku tidak bisa, Engkau maha mengetahui apa yang tidak ku ketahui, dan Engkaulah yang paling tahu hal-hal yang ghaib. Ya Allah, jika sesuatu ini menurutMU baik bagi diriku, kehidupanku dan kesudahan perkaraku maka pilihlah dia untukku dan mudahkanlah dia bagiku kemudian berkahilah, dan seandainya ini menjadi malapetaka bagiku, agamaku, kehidupanku dan kesudahan perkaraku maka jauhkanlah dia dariku sejauh-jauhnya, dan berilah aku kebaikan di mana saja berada dan ridhailah aku karenanya. ” (disunatkan/disunnahkan sebelum dan sesudah berdo’a membaca hamdalah dan shalawat). (HR Bukhari).

Anda bisa membaca lebih lanjut, mengenai tata cara dan doa-doa apa saja yang disunnahkan untuk melaksanakan shalat istrikharah ini dibuku-buku atau pun searching di search engine dengan keyword istikharah atau shalat istikharah.

The last ‘Is’ yakni ketiga adalah Istiqamah, meneguhkan pendirian dan konsisten dalam memegang amanah sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Allah SWT berfirman dalam surat Hud ayat 112, yang artinya: ““Tetap teguhlah kamu pada jalan yang benar sebagainana yang telah diperintahkan kepada kamu””.

Sehingga, Allah pun menerangkan akan keistemewaannya (istiqamah) dalam surat Fushilat, ayat 30 sampai 32 yakni: “”Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat akan turun kepada mereka (untuk mengatakan ) : Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu“. Kami (Allah) adalah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia maupun akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh pula apa yang kamu minta. Sebagai hidangan bagimu dan Tuhan yang maha pengampun lagi maha penyayang.”

Jadi, tidak salah jiga Tiga ‘Is’ digabungkan menjadi sebuah kata yang benar-benar (InsyaAllah) bisa diaplikasikasikan dalam kehidupan sehari-hari, tentu akan mewujudkan sebuah energi baru bagi kita seorang muslim untuk terus mendekatkan diri pada Allah SWT dalam berbagai kondisi dan rintangan yang setiap langkah kita jalani.

Saat-saat kita meminta ampun, dalam sebuah keadaan dimana beban dan pilihan yang harus kita pilih untuk memantapkan hati, sehingga apa yang terbaik bagi kita dan Allah ridha atas pilihan kita maka jadilah insan yang benar-benar teguh dalam sebuah pendirian. Amiin Ya Rabbal’alamin

———————————————————————————————————————

“Ya Rabbi balutlah hari saudaraku yang lembut ini dengan nur kasihMu yang takkan pernah redup. Hiasilah jiwanya dengan gebyar AsmaMu yang takkan pudar walau sampai diakhir waktu. Balutlah sendi-sendi letihnya dengan dekap ampunanMu yang tak mengenal benci dan kecewa. Tataplah matanya yang kian basah mengemis cintaMu dengan mataMu yang tak pernah berpaling dari hambaNya, semoga Allah memberi kita kemudahan dalam menjali kehidupan.” (Qoute today by Dini Mahardini)

 

15 Responses

  1. gabung aku disini tuk tingkatkan pengetahuan Islam

  2. Pikir is englis padahal Arab juga punya is, tiga lagi… hehehe
    Semoga menjadi pelajaran yg berharga nie..

    • itulah IS yang kadang terselip diantara Is2 yang lain😀

  3. […] on Tanpa Tidur, Pusing pun J…nora on Underground Tidak Selamanya…Ozan on Tiga ‘Is’Ozan on Bush Dilempar SepatuIndra on Portofoliotengkuputeh on Underground Tidak […]

Komentar berisi spam dan SARA, tidak akan ditayangkan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: